Demon sudah mendengar sebagain cerita dari Nich mengenai kemarahan Duke. Setelah mengatakan segalanya Nich bergegas kembali ke ruangan Duke. Demon tak menyangka kalau abangnya bisa jatuh cinta pada seorang Claire Wesley. Padahal dulu Duke berjuang Matian untuk mengusir wanita itu dalam hidupnya. Sekarang Duke malah memakan ludah sendiri.
Setelah selesai rapat, Claire akhirnya dapat tenang duduk di ruangannya yang sudah bersih. Claire melandaskan lotion di area leher sedikit agar wanginya membuatnya sedikit nyaman. Tujuan Janet mengadakan rapat hanya mengabarkan kalau dia harus pergi ke Moscow mendampingi pangeran Viscout untuk menghadiri rapat negara PBB disana. Jadi, Janet menyerahkan kasus Jacob mutlak pada Claire. Masih dalam keadaan bermeditasi, Claire di bangunkan oleh dering telepon
" Ya, hallo." Sapa Claire
" Besok aku akan menjemputmu jam tujuh malam. Jangan lupa untuk bersiap siap karena aku akan membawamu ke pesta ulang tahun temanku "
" Duke.." panggil Claire tak percaya
" Kenapa kau histeris. Aku bukan hantu. "
" Apakah Nich ada disana?" Tanya claire mengalihkan
" Ada kenapa?"
" Kau bisa mendadani nya menjadi wanitamu untuk besok malam." Singung Claire dengan nada kesal
" Aku akan menyeretmu baik kau setuju ataupun tidak." Duke lalu menutup teleponnya dengan kasar.
Duke hampir tertawa lepas jika dia tidak segera menutup ponselnya. Amarah yang tadinya memuncak hilang begitu saja. Bagaimana Claire bisa terpikirkan lelucon seperti itu. Duke memandang pada tubuh Nich. Membayangkan pria berotot itu memakai gaun dengan ototnya pasti akan terlihat sangat sangar. Terutama cara berjalan macho itu. Duke segera membuyarkan segala pandangan di otaknya. Lagian Nich bukanlah jenis pria Gay. Dia cowok tulen. Claire... Bagaimana aku bisa hidup tanpamu sekarang? Kau semakin membuat hidupku berwarna.
.....................................
Claire menatap tubuhnya yang ramping terlilit gaun merah di depan cermin. Dia lumayan cantik lah walau tidak secantik wanita dengan belaian rambut panjang. Walau dirinya tidak seseksi itu untuk dilirik siapapun. Claire tatap masih bangga sedikit atas dirinya. Memang tak bisa di pungkiri kalau otot tangannya sedikit berbentuk tapi tidak sekalipun menghilangkan kharisma dirinya.Dari belakang, Duke sedang mengawasinya. Memandang tak berkelit. Pria dengan tuxedo itu melipat tangan menyandar pada daun pintu dan memandang penuh kagum
" Apa kau sudah siap?" Tanyanya sembari tetap menunggu respon dari Claire
" Yah, kurasa." Claire menarik tas pesta dari atas meja rias dan menggantungnya di bahu
Setiap wanita akan bangga dapat mengaet tangan Duke tapi tidak dengan Claire. Dia lebih memilih berjalan di belakang.
Duke sengaja meliburkan Nich satu hari karena dia akan bersama dengan Claire berdua saja malam ini.
Gips Claire sengaja di cabut agar dapat tampil cantik. kata dokter tak masalah karena pergelangan tangannya sudah sembuh juga." Mana Nich?" Tanya Claire tak melihat sosok pria itu.
" Dia kuliburkan, aku yang akan menyetir." Ucap Duke melangkah ke dalam mobil bagian setir.
Claire akan sangat tidak sopan kalau duduk di belakang. Jadi dia terpaksa duduk di samping Duke.
Duke memakai mobil sport BMW berwarna silver malam ini. Dengan atap yang bisa terbuka menerpa angin malam di sepanjang jalan raya.
Dulu Claire mungkin terkesan dengan mobil sport BMW itu tapi sekarang Claire tidak tertarik lagi. Dia sungguh tidak tertarik dengan apapun milik Duke sekarang. Dia hanya ingin segera menyelesaikan misi dan berakhir dengan Duke.

KAMU SEDANG MEMBACA
Falling For My Surrender
De TodoSetelah di usir dan di ceraikan secara paksa oleh suaminya, Claire wesley di tarik bekerja oleh kakaknya janet sebagai agen rahasia. Sebagai seorang agen handal claire harus menjalani latihan militer yang keras. Lima tahun kemudian, claire wesley ke...