Kayla menatap dirinya didepan cermin di rumahnya. "Kay! Lo itu la..., Wow" ucap seseorang terpotong karna matanya memandang penampilan Kayla dengan takjub. Kayla mengalihkan tatapannya ke arah orang tersebut dan tersenyum. "Bagus gak? Soalnya ini Gaun yg milihin Tama" kata Kayla memperlihatkan gaun yg ia kenakan.
"Bagus banget, Sumpah" jawab Seseorang itu dengan jujur. Kayla tersenyum malu mendengar penuturan orang yg sudah resmi menjadi sahabatnya sejak kepergian Fina. Jangan pernah bahas Fina lagi saat ini, ia sudah tenang bersama dengan Mamanya. Semenjak kepergian Fina Lima bulan lalu, Kayla sempat Drop selama dua minggu dan saat itu juga Angel yg arti namanya adalah Malaikat, datang padanya dan menjelaskan bahwa Kayla harus terima akan kepergian Fina dan mengikhlaskannya.
Dan Sejak kepergian Fina lah akhirnya ia mendapatkan apa yg ia mau, Yaitu : "Cinta dari Seorang Penerus keluarga Fathan, Tama".
Kayla tersenyum menatap Angel yg juga sama cantiknya dengan gaun yg dihadiahi oleh Bima atas usulannya. "Lo masih gak mau nerima Bima?" tanya Kayla dan membuat Angel terdiam sembari menghembuskan nafasnya malas. Ya, walaupun itu kemauan terakhir Fina pada Angel. Angel masih belum bisa menerima Bima dikarenakan perasaan Bima yg belum jelas.
Kayla berjalan mendekati Angel dan memeluknya. "Jangan pernah jadi Kayla kedua, Jel. Kalo lo suka, bilang suka. Jangan mau Waiting kayak gua, jangan pernah lo nyoba buat yakinin perasaan lo atau lo bakal kehilangan orang yg lo sayang" ucap Kayla masih tetap memeluk Angel.
"Tapi di..."
"Gua pastiin keraguan lo adalah kebohongan belaka. Bima gak sama kayak Tama, jangan mau kayak gua. Cinta yg berawal gak jelas. Gua suka sama Tama, tapi Tama lebih suka Fina. Tapi akhirnya apa? Itu semua hanya Obsesi, Tama cuma ter-Obsesi sama Fina. Gua harap lo mau nerima Dia, Karna perasaan yg sesungguhnya ada di lo. Ya.., walaupun awalnya dia emang suka sama gua. Tapi gua harap kali ini dia serius suka sama lo" jelas Kayla lagi menatap wajah Angel yg merenungi ucapannya.
"Yuk, berangkat. Acara bakal dimulai setengah jam lagi" ucap Kayla melihat ke arah jam tangannya. Angel mengangguk pelan.
Mereka berdua pun berjalan keluar kamar bersamaan dan menuruni tangga menuju lantai bawah.
"Mau kemana, Kay?" tanya seseorang membuat Kayla menoleh dan tersenyum. "Papa udah pulang? Kayla pikir Papa bakal lembur" jawab Kayla dengan suara lembut, berbeda dengan Kayla enam bulan lalu, sebelum kecelakaan Kayla terjadi.
"Kerjaan Papa udah kelar, tinggal berangkat ke kalimantan. Ada kekacauan disana" balas Papanya. Kayla menatap mengerti sang Papa. "Oh iya. Kayla izin ke luar ya, Pa. Ada acara dua sekolahan digedung" izin Kayla.
Papa Kayla mengangguk mengiyakan. "Jangan malem-malem ya" ucap Papa Kayla. Kayla tersenyum sembari mengangguk. "Yaudah, Kayla berangkat ya, Pa" ucap Kayla kemudian pergi setelah dijawab anggukan oleh Papanya.
******
Bima berdiri didepan sebuah Kolam yg dipinggirannya dihiasi lampu tumblr. "Kenapa?" tanya seseorang dibelakang Bima.
Bima tertegun dan menoleh kebelakangnya. "Gak papa, Tam" jawab Bima kemudian kembali menghadap ke kolam. Ya, orang yg bertanya tadi adalah Tama.
"Fina lagi apa ya?" tanya Tama ikut menatap Kolam. Bima menghembuskan nafasnya. "Yang pasti dia lagi bahagia sama Mamanya" jawab Bima.
Tama tersenyum masam. "Fina belum bahagia kalo lo belum bisa bahagiain Angel" ucap Tama lagi.
Bima menoleh ke arah Tama dan menatapnya. "Sok tau lo" ucap Bima tak ramah. Tama terkekeh.
"Ada maksud lain, kenapa Fina lebih milih Lo untuk ngejagain Fina" Kata Tama menyeruput Minuman yg ada ditangannya.
"Gua masih Ragu dengan perasaan gua, Tam" ucap Bima sedikit menunduk. Tama menyentuh Pundak Bima. "Jangan mau jadi Gua. Yg harus butuh waktu untuk ngeyakinin perasaan"Ucap Tama tersenyum tulus.

KAMU SEDANG MEMBACA
Waiting! [TAMAT]
RomanceKayla, Tama, Fina dan Bima adalah sahabat dari kecil. Mereka ber-empat harus terjebak dalam situasi yg bisa dibilang Rumit. Bagaimana tidak? Kayla menyukai Tama, sedangkan Tama menyukai Fina. Tapi Fina lebih menyukai Bima dan Bima sendiri lebih meny...