30. Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?? [Ending]

27 7 0
                                    

Kayla menatap tajam Tama yg hanya menunduk dikursi pesta. Pesta telah dilanjutkan kembali sejak setengah jam yg lalu.

Kayla menghembuskan nafasnya. "Jangan ulangin lagi, aku gak suka" ucap Kayla melembut membuat Tama mendongakkan kepalanya dengan tatapan yg biasa saja.

Kayla mengalihkan tatapannya kemudian ingin beranjak pergi dari tempatnya. Namun, Tama langsung mencegahnya untuk pergi.

Kayla menatap Tama dengan bertanya. "Kenapa?" tanya Kayla dengan bingung. Tama tersenyum dengan manis. "Ikut" ucapnya dengan manja, dan karna mendengar suara Tama itu pun Kayla langsung tersenyum geli.

Kayla mengangguk kemudian Tama dan dirinya berjalan bersamaan entah kemana arah tujuan mereka.

***

Viola menatap Yoga yg memakan salad buah yg ia ambilkan tadi dengan saksama. "Kamu laper?" tanya Viola. Yoga menoleh kearah Viola dengan mengangkat kedua alisnya. "Enggak" jawab Yoga.

Mendengar jawaban Yoga, Viola langsung menatap Yoga datar. "Katanya gak laper, tapi isi mangkok udah mau abis" ucap Viola membuat Yoga menoleh kearah Mangkuknya dan langsung nyengir dihadapan Viola.

"Kayaknya sih laper" kata Yoga lagi. Viola menggeleng-gelengkan kepalanya meratapi jawaban Yoga barusan.

Viola meengalihkan tatapannya ke masing-masing penjuru, sampai akhirnya keningnya berkerut ketika melihat seorang cewek hanya duduk diam dibagian pojok taman pesta.

"Itu Angel bukan sih?" tanya Viola menunjuk Angel. Yoga menoleh dan menatap arah tunjukan Viola. "Iya" jawab Yoga.

Viola mengerutkan keningnya. "Aku kesana dulu deh, kasian dia gak punya temen" ucap Viola langsung melongos pergi begitu saja dan seketika mendapat tatapan aneh dari Yoga.

***

Viola berjalan mendekati arah Angel duduk. "Vi!" pekik seseorang membuat Viola menoleh dan memutar tubuhnya.

"Apa, Kay?" balas Viola ketika orang yg memanggilnya sudah dekat, dan siapa lagi orang yg dipanggil 'Kay' selain Kayla. "Mau kemana?" tanya Kayla menatap Viola. Viola menunjuk arah jalannya menggunakan mata dan dagu sebagai petunjuk.

Kayla yg mengerti hanya mengikuti apa maksud dari isyarat itu. "Kenapa dia?" tanya Tama yg dari tadi ada disamping Kayla.

"Gak tau dah, ini aja gua baru mau kesana" jawab Viola jujur. "Bima mana?" tanya Tama, Viola menggeleng tidak tahu. "Bukannya tadi abis kejadian dipanggung, Bima sama Angel" jawab Viola.

Tama dan Kayla mengangguk, membenarkan ucapan Viola. "Woi" pekik seseorang membuat Mereka bertiga menoleh kebelakang Viola bersamaan.

"Itu Bima" kata Tama. Kayla berjalan mendekati Bima kemudian menatapnya dengan tatapan bertanya. "Apaan?" tanya Bima yg tahu Arti tatapan Kayla.

"Angel" satu kata itu mampu membuat Bima diam, bungkam. Kayla menghembuskan nafasnya. "Minta maaf" suruh Kayla melipat kedua tangannya didepan dada.

"Ayolah, Bim. Jangan maksain Perasaan lo terus, lo mau Angel ngelakuin kayak Kayla dulu biar lo sadar" tambah Tama yg entah sejak kapan sudah disamping Kayla.

Bima menatap kebawah dan menghembuskan nafasnya. "Ungkapin, gua yakin lo punya perasaan sama dia. Kalo perasaan lo legah saat lo minta maaf sama Angel, berarti lo gak punya perasaan sama dia. Tapi kalau ada dorongan lain untuk lo bisa ngungkapin sebuah pernyataan, itu artinya lo punya perasaan sama dia" jelas Tama lagi.

Bima menatap Kayla sangat dalam. "Buang gua dari pikiran lo, Hati lo atau apalah itu yg menyangkut gua. Dan tepatin satu Nama di semua tubuh lo. ANGEL" kata Kayla sembari tersenyum.

Waiting! [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang