02 - Natural

29.9K 4K 748
                                        

Lagi-lagi, kamu melihat ke arahnya.



Iya, Na Jaemin.



Kamu tidak pernah merasa ada sesuatu yang spesial pada dirinya. Tapi entah mengapa kamu senang melihatnya.



"Engga, gue gak sepinter itu kali chan!" ucap Jaemin pada teman sebelahnya, Haechan.



Iya, sedaritadi kamu menyimak pembicaraan mereka. Walau jaraknya agak jauh tetap terdengar, apalagi suara tawa Jaemin yang khas ditelingamu.



Saat sedang asik memperhatikannya, tiba-tiba saja Jaemin melihat ke arahmu.



Kalian saling bertatapan untuk sepersekian detik tanpa ekspresi.



Lalu dia tersenyum hangat.



Ahh rasanya kamu benar-benar akan meleleh, dia benar-benar tampan seperti kata orang-orang.



Kamu buru-buru membuang muka, takut-takut wajahmu kini telah memerah karena hanya melihat senyumnya.



Tak lama, terdengar suara tawanya.



"Napa lo tiba-tiba ketawa?" tanya Haechan kebingungan.



"Engga, lucu aja" jawab Jaemin sambil melirik ke arahmu. Untungnya, Haechan masih tetap tak mengerti.



Kamu mengutuk dirimu bodoh, bagaimana bisa kamu merasa malu hanya dengan melihat senyumnya.







💌







Kamu membawa buku teman sekelasmu sendirian. Bayangkan saja, ada 30 buku ditanganmu, sehingga untuk melihat kedepan pun rasanya agak sedikit sulit. Rasanya, kamu sudah ingin melempar semua buku ini jauh-jauh dan hanya meninggalkan bukumu saja.



Dari arah depan, kamu melihat Jaemin sedang berlari. Sepertinya ia terburu-buru.



Karena anak OSIS, Jaemin memang cukup sibuk. Bahkan ketika jam pelajaranpun, ia sering dipanggil ke ruang OSIS.


Karena kamu bukan tipe orang-orang yang suka meniru drama seperti 'bertabrakan, lalu buku terjatuh dan kamu ditolong'. Kamu pun memberhentikan diri di samping tembok, membiarkan Jaemin lewat terlebih dahulu.




Tapi tak disangka, Jaemin justru berhenti tepat dihadapanmu, lalu ia segera mengambil lebih dari setengah buku yang kamu bawa.



"Susah ya? Sorry gue baru bisa dateng, tadi gue ke ruang OSIS dulu hehe.." ucapnya sambil tersenyum.



Kamu hanya menatapnya lekat. Berharap, Tuhan menyisakan satu orang seperti dia untuk kamu.



Ah tidak perlu orang lain, Jaemin untukmu pun itu tidak masalah. Hehe..



"Kenapa? Kok ngelamun? Lo sakit?"



Jaemin memegang dahimu dengan tangan kanannya, otomatis tangan kirinya tidak akan kuat menahan beban buku sekitar 19 buku.



Dan buku pun terjatuh.



Kamu pun tertawa melihat tingkahnya yang langsung mengambil buku-buku yang berceceran.



Di satu sisi kamu sangat malu, tapi di sisi lain, kamu suka sikapnya yang benar-benar natural.



"Ketawa lo manis, diabetes nih gue" ucap Jaemin tanpa melihat ke arahmu. Dia masih sibuk membereskan buku yang jatuh.



Wajahmu rasanya sudah memanas. Jaemin benar-benar pandai membuat kamu malu akan tingkahnya.



"Apa sih jae" ucapmu seraya membantunya.



"Nggak" jawab Jaemin, dan dia tersenyum padamu 'lagi'.


Ahh kalau begini terus, sudah pasti kamu akan jatuh cinta padanya.















💌💌

Kepanjangan gak sih?:'>

Nothing - Na Jaemin✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang