Permen loli susu rasa stroberi tinggal tersisa sedikit lagi di mulut Liam. Jam tangannya menunjukkan lima belas menit menuju jam sebelas. Namun, gadis berambut lurus sebahu itu masih saja terpaku di pinggir jalan.
Empat angkot Dipati Ukur - Panghegar berwarna kombinasi putih-kuning sudah lewat di depannya dalam waktu lima belas menit terakhir. Tidak satu pun Liam naiki, meskipun sang supir sudah sengaja berhenti di depannya. Bisa jadi, Liam tidak mendengar teriakan Mang Supir. Bulatnya vokal Steven Morrissey membawa Liam ke negeri antah berantah tempatnya bersembunyi.
"Harus ya aku pergi ke sekolah radio itu?" gumam Liam.
Tahu-tahu keraguan itu muncul. Salah satunya karena melihat beberapa lembar brosur Shout Radio School tergeletak di meja warung soto Bu Eka. Mendadak rasa keyakinan dan percaya diri Liam sirna. Demam panggung menyebalkan itu kembali membuat hati dan isi perutnya bergolak tak karuan.
Sigh.
Ini adalah helaan napas Liam yang kesepuluh selama berdiri di pinggir jalan kurang dari tiga puluh menit.
Bisakah aku menguasai pelajarannya? Kegelisahan Liam tak henti membuatnya senewen. Selama ini, ia selalu kesulitan bicara di depan publik. Memangnya cuap-cuap sendiri seperti orang gila di depan mikrofon malah bisa menolongnya?
"Bagaimana kalau nanti kamu seminar dan sidang tugas akhir? Bisa-bisa kamu gagal hanya karena tidak bisa menguasai forum. Sayang sekali, Valia." Kata-kata Pak Aditya kembali mencuat dalam ingatan Liam.
Ah, ya. Aku terancam tidak lulus kalau terus-terusan kaya orang-orangan sawah saat presentasi. Liam menepuk jidatnya perlahan. Tangan kanannya sontak basah oleh keringat.
Liam melepas kemeja kotak-kotak merah keabuannya lalu mengikatkan di sekeliling pinggang. Sebuah kaus oblong hitam bergambarkan band The Smith kini terbentang menutupi badan kurusnya.
Sebuah ikat rambut hitam dikeluarkan Liam dari dalam saku depan tas. Rambut lurus sebahunya kini terkuncir lebih rapi. Bibir mungil Liam melepas tangkai permen loli dan meniup poni yang menutupi sebagian matanya. Tangan kanan Liam terulur ke depan untuk menghentikan angkot.
"Now or never," sahut Liam lirih. Ia duduk di belakang supir dan mulai menatap lurus ke arah pintu masuk. Roda angkot berjalan pasti, membawa Liam ke takdir baru yang tengah menantinya di Jalan Tamansari.
***
Spion depan mobil mungkin sudah mulai enek melihat Diaz bolak-balik memeriksa penampilannya. Seandainya ia bisa berbicara, bisa jadi keluar sebuah hardikan seperti, "Elo udah keren, Bro! Mau belekan dan belum mandi pun cewek-cewek bakalan antre gelayutan di lengan kekar elo itu! Apalagi kinclong dan wanginya macam mandi parfum begitu!"
Di luar kebiasaan, Diaz menjadi lebih sadar penampilan ketimbang biasanya. Sepertinya misi mendapatkan kenalan calon pendamping kawinan begitu mengusiknya hari ini. Kelas Diaz baru mulai jam satu siang nanti. Namun, Diaz memutuskan untuk datang sebelum tengah hari.
Mata Diaz terpicing ke arah pintu depan kantor SRS. Tampak seorang pria gempal dengan tubuh tidak terlalu tinggi sedang berbincang dengan seorang gadis kurus berkuncir kuda dan berkacamata. Kulit sawo matang sang pria tampak kontras dengan sang gadis yang pucat seperti segelas susu murni.
"Kang Ardi ngobrol sama siapa tuh?" tanya Diaz seorang diri.
Satu gerakan cepat merapikan rambut potongan undercut, Diaz lalu turun dari Honda CRV hitam miliknya.
Sepasang sepatu Doc Marten warna merah marun Diaz mewarnai langkah tegap penuh percaya diri melintasi parkiran SRS. Polo shirt berwarna merah marun membungkus badan delapan puluh kilogram Diaz yang menyembulkan otot-otot hasil olahraga rutinnya. Celana denim potongan slim fit berwarna abu-abu tua dengan sedikit efek washed menambah poin bagi profilnya yang menggiurkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet Love Rhapsody [COMPLETED]
RomanceApa jadinya kalau dua manusia takut komitmen tiba-tiba dipertemukan takdir dalam sebuah acara radio? Liam, si cewek gloomy yang enggan percaya akan ketulusan cinta. Telepon rutinnya setiap Minggu malam ke Radio Gara membuat sang penyiar terjerat si...
![Bittersweet Love Rhapsody [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/141232266-64-k889788.jpg)