It's so wrong, but it feels so damn right.
Liam berulang kali mengucapkan kalimat itu di dalam hatinya. Diaz masih pacarnya, mereka sebenarnya tidak sedang bertengkar ataupun mengeluarkan kata 'putus' dalam pembicaraan. Diaz menyuruhnya menunggu, itu saja.
Tetapi, mengapa ia ada di sini, bersama cowok lain, yang jelas sudah ditolaknya. Dan baru saja kalau kupingnya tidak tersumbat akar pohon, Rio baru saja menyatakan lagi perasaannya.
Sepertinya lebih baik aku berpura-pura tidak dengar. Daripada Rio malah makin nekat. Liam pelan-pelan mengangkat kepalanya dari bahu Rio. Cowok itu sekarang malah melepas jaketnya dan memakaikannya pada Liam.
"Dingin. Tumben kamu pakai baju bahannya rada kurang begini. Insyaf?"
Melempar sebuah senyum kaku, Liam menggeleng lemah.
"Abis interview kerjaan, tapi kayanya ditolak."
Tiba-tiba, perut Liam berbunyi. Bukan masuk angin, cacing-cacing di perutnya minta diisi.
Rio nyengir lebar. Dirangkulnya Liam, sambil mengacak-acak rambutnya yang ikalnya mulai menghilang.
"Kayanya kamu ditolak karena kelihatan kurang makan. Takut pingsan di kantor hehehe."
Biasanya, Liam akan berusaha melepaskan diri. Kedekatan fisik dengan lawan jenis semacam ini bukan hal yang nyaman baginya. Tetapi, hari ini, Liam seakan mati rasa. Ia hanya ingin dipeluk, ditenangkan, dan bahagia. Setidaknya, ada seseorang yang masa depannya tidak terancam jika berdekatan dengannya.
"Gantian aku yang traktir, ya. Makasih udah mau nemenin," balas Liam.
"Ogah! Gentleman always pay for his lady."
"Tapi, Yo. Masa kamu lagi yang ba ...."
Telunjuk Rio menempel di bibir Liam.
"Debat lagi, entar aku cium, lo!"
Satu kalimat sukses membuat Liam bungkam. Rio terkikik geli. Menggoda Liam selalu membuatnya kegirangan. Walaupun, ada niat sempat mampir ke otaknya tadi, untuk mengecup bibir merah Liam di tengah syahdunya petang menjelang.
***
Tempat ngopi bergaya unik ini membuat Liam jatuh cinta begitu memasukinya. Terdiri atas dua area besar yang punya gaya berbeda, yaitu rustic dan industrial, tampak pemiliknya sadar betul dua gaya berlawanan itu bisa berpadu sesuai karakter konsumen.
Coffeetivity, sekitar lima ratus meter melewati kampus Unpar, tampak ramai petang itu. Namun, Rio bisa menemukan sebuah meja kosong di teras belakang. Ada taman dengan aksen tanaman gantung, disinari lampu-lampu taman dan lampion tergantung di langit-langit.
Rasa lapar yang begitu meronta, membuat Liam kalap. Seporsi chicken cordon bleu, risoles mayo, iced mint tea, dan triple scoop ice cream langsung masuk ke catatan pelayan.
Rio geleng-geleng kepala, lalu menertawakan selera makan Liam yang berubah drastis. Biasanya, cewek kesayangannya ini hanya menganggap makan sebagai rutinitas formal hidup. Bukan tipe pemakan segala seperti hari ini.
"Daripada aku makan orang, Yo. Mending makan ini semua kan, halal!" celetuk Liam.
"Saya iced hazelnut latte, cheese burger with fries aja, Mas." Rio menutup buku menu.
"Oya, es krimnya minta dua sendok, ya."
Liam mengernyitkan dahi.
"Apa kamu mau suapin aku pakai sendok yang sama?" kerling Rio jahil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet Love Rhapsody [COMPLETED]
RomanceApa jadinya kalau dua manusia takut komitmen tiba-tiba dipertemukan takdir dalam sebuah acara radio? Liam, si cewek gloomy yang enggan percaya akan ketulusan cinta. Telepon rutinnya setiap Minggu malam ke Radio Gara membuat sang penyiar terjerat si...
![Bittersweet Love Rhapsody [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/141232266-64-k889788.jpg)