The Past : Hazama Ryuusuke

148 17 2
                                        

BUGH! PLAK! BLUGH!

"Ugh..." Cowok itu tergeletak lemas ditanah karena tubuhnya sudah tak kuat berdiri.

"JANGAN LEDEKIN ADEK GUE LAGI! KALO LO KELIATAN LAGI NGELEDEKIN ADEK GUE, SIAP-SIAP AJA!" Ryuu berteriak. Amarahnya meluap. Cowok yang habis dihajarnya tadi pergi sambil sempoyongan.

Ryuu pun pergi dari tempat itu. Dia berjalan pulang menuju rumahnya. Hujan yang turun semakin deras saja. Tak ada pikiran untuk berteduh, Ryuu tetap melanjutkan berjalan dengan basah kuyup.

Tak lama, dia sudah sampai dirumahnya. Ia berusaha menghapus lukanya supaya tidak terlihat oleh adiknya. Namun sia-sia, luka lebam itu masih saja menempel diwajah Ryuu.

"Huft..." Ryuu menarik nafas berat. Lalu mengetuk pintu.

Tok tok tok.

Hazama Shiro, adiknya yang membukakan pintu. Nampak kekhawatiran muncul di wajah adiknya.

"Kakak darimana aja? Bajunya basah gitu. Tunggu ya, Shiro ambilin anduk." Tangan Shiro ditahan oleh Ryuu ketika hendak berbalik untuk mengambil handuk.

"Gausah, biar gue aja. Kamu temenin mama. " Ucap Ryuu lalu masuk kedalam. Sekilas, Shiro melihat luka lebam yang ada di bawah bibir Ryuu.

Dia, berantem lagi...

Ryuu mengunci pintu kamarnya rapat-rapat. Dia mengganti bajunya lalu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.

Tring!

Terdengar suara pesan masuk diponselnya. Ia pun membuka dan membaca pesan tersebut.

Vira¡

Ryuu! Kamu kemana aja sih?!
Aku gak liat kamu ada disekolah!
Jangan bilang kalo kamu lagi sama cewek lain?!

Apa-apaan dah.

Ryu menutup layar ponselnya. Ingin rasanya dia memblok Vira. Tapi dia diancam olehnya. Vira bukan siapa-siapa baginya, tapi selalu saja melarang Ryuu dekat dengan wanita lain. Termasuk adiknya sendiri.

Memang dari awal, Ryuu tidak menyukai Vira. Vira itu hanyalah cewek yang cuma mikirin diri sendiri. Barang yang belum sah jadi miliknya saja, sudah dia anggap miliknya. Dan tidak boleh ada satu orang pun yang boleh menyentuhnya. Bisa dikatakan, Ryuu diperlakukan seperti itu oleh Vira.

**

Keesokan harinya, Ryuu merasa kalau tubuhnya sangat panas. Bahkan Ryuu merasa susah bernafas. Dia berusaha berdiri dan menuju kekamar mandi. Berpakaian dan menuju meja makan.

"Ryuu? Kamu sakit? Mukamu merah gitu." Tanya Mamanya.

"Enggak kok ma, cuma masuk angin aja."

"Kalo gak kuat, kamu gak usah sekolah. Istirahat aja dirumah." Ucap Mamanya memberi saran.

"Enggak usah ma. Aku baik-baik aja kok. Shiro, ayo berangkat." Ajak Ryuu setelah menghabiskan makanannya, Shiro mengikutinya dengan perasaan khawatir.

Sampai di sekolah, Ryuu merasa kalau tubuhnya sangat berat untuk berjalan. Ingin rasanya dia berbaring. Tapi UKS masih jauh dan dia tidak mau membuat Shiro khawatir.

Karena kelas Shiro dan Ryuu berbeda, Ryuu hanya bisa mengantar Shiro sampai depan pintu kelas. Setelah itu dia menuju kelasnya. Dan ketika sampai, dia langsung menaruh kepalanya diatas meja. Semua teman kelasnya bingung melihat Ryuu.

BFF Story [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang