Pertemuan terburuk!

92 14 4
                                        

"Baiklah, pelajaran kalian cukup sampai disini. Silakan bersihkan sekolah sesuai pengumuman kepala sekolah tadi." Pamit Bu Maryam. Kelas pun disibukkan dengan bersih-bersih.

"Yuga, mau gue bantu? " Tanya Stella pada Yuga yang sedang menghapus papan tulis.

"Sepertinya gausah. Lo bantu yang lain aja. " Tolak Yuga.

"Em, baiklah. " Stella pun pergi membantu Naru yang sedang menyapu.

"Kenapa muka lo gitu? " Naru berhenti menyapu karena melihat Stella yang murung.

"E-eh? Enggak, ayo kita nyapu! " Stella pun ikut menyapu, membantu Naru.

"Itu mejanya susun yang bener. " Perintah Yoshi.

"Ini udah? " Tanya Mekichi.

"Minggir sedikit. Nah, oke. " Yoshi mengacungkan jempolnya.

"Hopyah! " Shiro melempar sampah kedalam tongnya.

"Hoii, sampahnya udah penuh nihh." Ucap Shiro.

"Biar gue aja yang buang. " Ucap Steven lalu mengangkat tong sampah berisi kertas dan sampah kering.

Karena kelas mereka terletak dilantai dua, Steven harus turun dan melewati kelas 10.

"Hati-hati... " Ucap Steven sambil hati-hati menuruni anak tangga.

"Oke, sedikit lagi.. " Steven tinggal menuruni tangga terakhir. Namun ia terjatuh karena kakinya tersenggol sapu seseorang yang tengah menyapu. Sampah yang Steven bawa pun menyebar kemana-mana.

"Aduh! Itu kan baru aja gue sapu! Bersihin gak, bersihin! " Teriak seseorang pada Steven. Steven pun menengadahkan kepalanya dan dia menatap seorang perempuan.

"A-anu, pakaian dalammu keliatan. " Ucap Steven tak sengaja. Dia pun menutup mulutnya. Dan cewek itu segera menutup roknya.

"Gue make celana tau! " Teriaknya, Steven pun berlari.

"WOI! MAU KEMANA LO?! " Cewek itu mengejar Steven sambil membawa sapu ditangannya.

"Hanabi tunggu! " Teriak temannya, namun tak diperdulikan oleh Hanabi.

Terjadilah kejar-kejaran di koridor. Steven pun bersembunyi dibalik tembok. Saat Hanabi lewat, dia berlari kembali ke tempat sampahnya berada. Memungutnya, dan segera membuangnya di tempat pembuangan dan berlari ke kelas.

"Hah...hah... Selamat... " Nafas Steven terdengar ngos-ngosan.

"Kenapa lo? Kayak abis dikejer hantu. " Tanya Mekichi.

"Lebih serem daripada hantu... Hah... Hah.. " Steven kesulitan mengatur nafasnya.

"Nih, minum. " Stella menyodorkan segelas air minum.

"M-makasih. " Ucap Steven dan mulai meminum air itu.

Brak!

Ada seseorang yang membuka pintu dengan paksa. Membuat mereka berdelapan menoleh kearahnya.

"Disini lo ternyata! " Ucap Hanabi. Dia pun berjalan kearah Steven lalu menarik kerah bajunya.

"Gaada minta maaf. Main kabur aja! " Murka Hanabi.

"M-maafin gue! " Ucap Steven.

Hanabi pun menghela nafasnya, kemudian pergi dari kelas Steven. Setelah pergi dari kelas Steven, Hanabi menyadari sesuatu.

'Dia baru saja berurusan dengan kakak kelas. '

"Gimana ini! " Ucapnya sambil memegang kepalanya.

BFF Story [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang