ASEAN || 14. Pulau Bidadari

2.9K 376 59
                                        

Sesuai ajakan Sean tadi malam, dua anak manusia dimabuk cinta itu akan pergi jalan berdua. Tidak, tidak berdua juga. Tapi, bersama dengan teman-teman Sean.

Katanya, Sam ingin mengajak kawan-kawannya ke Pulau Bidadari. Dan dibolehkan membawa pasangan, kecuali jomblo. Akhirnya, Sean mengajak Airin. Apalagi ia tahu dari Kaisar bahwa Airin menyukai pantai.

Airin juga bukanlah cewek sendiri di antara mereka. Ada Meinanda, adik Sam.

"Udah ijin sama Mama Papa belum?" Sean yang duduk manis di motornya, tepat di depan rumah Airin, lantas bertanya saat si cantik berlari keluar dari rumah dan sudah berpakaian rapi.

"Udah kok," jawab Airin sambil menerima helm yang disodorkan Sean.

"Apa katanya?"

"Boleh." Airin menyengir lebar. Dan Sean hanya terkekeh pelan, berusaha menahan diri untuk tak mencubit pipi Airin hingga memerah.

"Ini mau ke rumah Mas Sam dulu?" Airin naik ke motor Sean.

"Iya. Katanya ngumpul di sana dulu. Nanti naik mobil dari sana. Bang Sam sama Mas Dion bawa mobil," jawab Sean sambil menstarter motornya.

"Oke."

Setelahnya, motor benar-benar melaju.

🌹🌹🌹

Seumur hidup, Airin tak pernah pergi ke pulau indah ini. Seringnya liburan ke Bali bersama orangtuanya. Padahal, jarak Pulau Bidadari dengan Jakarta sangat dekat. Ada istilah yang mengatakan, "Orang Jakarta gak pernah ke Pulau Bidadari, berarti bukan orang Jakarta." Entah siapa yang mencetuskannya. Tapi, sepertinya Airin setuju.

Tempat ini asri, segar dan memanjakan mata. Melihat pantainya saja rasanya Airin ingin menyebur. Lautnya biru, dikelilingi pasir putih dan pepohonan yang rindang.

Menaiki kapal speedboat, Airin tak mau duduk diam di dalam kabin bersama Sean dan teman-temannya. Ia memilih untuk berada di luar, menikmati pemandangan yang pastinya tak akan ia dapatkan di perkotaan. Sendiri, membiarkan rambutnya terbang ditiup angin.

Entah ada setan dari mana, ia malah berharap Sean keluar dan menghampirinya di sana. Memeluknya dari belakang, mencegah angin membuatnya kedinginan. Ah, memikirkannya saja pipi Airin merona.

"Kok gak masuk?"

Hampir saja Airin jatuh masuk ke air saat suara di belakangnya mengejutkannya, namun tangannya segera ditarik cepat sebelum ia berhasil menyebur. Tubuhnya sempat berputar hingga akhirnya keseimbangannya oleng, dan berakhir dengan dirinya yang jatuh menimpa sosok yang menariknya.

BRAK!

Punggung sosok di bawahnya dipastikan sangat sakit, tapi Airin tak peduli karena yang ia pedulikan adalah bibirnya yang kini berhantaman dengan bibir sosok di bawah tubuhnya ini.

Mata Airin membulat mendapati Sean yang juga terbelalak sama terkejutnya, masih dengan bibir saling menempel. Dada keduanya naik turun, mengatur napas dari lubang hidung. Namun, terasa sulit karena jantung keduanya yang berpacu cepat.

1 detik..

2 detik…

3 detik…

ASEAN (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang