ASEAN || 21. Ceritakanlah Tentangnya

2.3K 218 4
                                        

Kalau saja Airin tahu ia tidak segera diantar pulang ke rumah dan malah dibawa jalan ke mall, tentu saja ia sangat menolak keras untuk menebeng pada Krish. Seharusnya ia memang tak ikut pria ini sejak awal.

Wajah Airin sangat masam saat ia ditarik paksa masuk ke dalam gedung tinggi itu. Padahal ia sudah mengatakan akan pulang sendiri dengan naik taksi, tapi Krish kembali mengingatkan bahwa ia tak bawa uang cash. Saat minta antar ke ATM terdekat, pria itu tak mau. Saat ingin menelepon Yuan atau teman-temannya yang bisa menjemputnya, atau papanya sekalian, tapi ponselnya disita oleh Krish. Jadi, mau tak mau Airin pasrah.

Sebenarnya pria ini ingin menculiknya atau bagaimana?

"Kenapa ke sini? Capek."

Ayolah, mereka sudah berkeliling entah sejak kapan. Yang pasti sudah lebih 1 jam, mungkin. Tapi, Krish masih saja membawanya berkeliling. Padahal, kakinya sudah lelah. Pria ini malah lebih parah daripada para gadis perawan.

"Kamu capek?"

"Anda mau beli apa? Saya capek. Bisa jalan sendiri, kan? Saya tunggu di mobil."

Baru saja Airin hendak berbalik, Krish menarik tangannya lagi. Entah sudah berapakali terjadi, yang pasti Airin sudah muak. Mungkin ia harus teriak bahwa ada pria yang mencoba menculiknya.

"Gak bisa. Kamu harus temenin aku."

Airin merotasikan mata sambil mendengus kasar. Ia menghempas tangan Krish sambil berkata, "emang apa faedahnya saya ikut? Gak ada pengaruh apa-apa kayanya." Ia sudah kelewat jengah. Ia ingin segera pulang.

"Kamu mau beli apa?"

Airin memicingkan mata. "Loh? Kok, saya? Kalo mau beli sesuatu, ya beli aja," jawabnya ketus.

"Aku lagi nyari hadiah buat istriku. Sekalian aja deh sama kamu."

"Gak, makasih. Udah, mana hp saya? Saya mau pulang." Airin menyodorkan tangan ke arah Krish.

"Ikut dulu."

"Saya gak mau."

"Kalo kamu mau beli sesuatu, tinggal tunjuk aja. Nanti saya beliin."

Airin mendengus kembali. Bukan masalah dia ingin membeli sesuatu. Kalaupun mau, kenapa harus minta pada Krish yang notabene-nya bukan siapa-siapanya? Dia kan punya papa dan mama.

"Makasih. Tapi, saya gak mau beli apa-apa."

"Kamu bisa pake bahasa yang lebih akrab dari saya-anda?" Krish sedikit memiringkan kepala untuk menatap Airin yang tengah menatap ke arah lain.

"Itu lebih sopan, kan?" Airin mendengus kembali sebelum akhirnya melangkah duluan.

"Saya ini calon kakak ipar kamu, loh."

Mendengar itu, Airin hanya dapat menghela napas. Itu benar. Tapi entah kenapa, ia tak mau bersikap manis pada Krish. Mungkin karena tahu bahwa hubungan Krish dan Sean tak baik. Jadi, ia ikut tak suka pada Krish.

Airin tak peduli. Ia kembali melangkah, sedangkan Krish mengekor di belakangnya.

Detik berganti menit, bahkan jam. Pria dengan tinggi hampir 190 cm ini benar-benar menyebalkan menurut Airin. Ia terus menawari Airin ini itu. Bahkan, gelang dan kalung emas.

ASEAN (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang