ASEAN || 13. Hadiah

3.1K 375 25
                                        

Dengan wajah bahagia dan berseri, Airin memasuki rumah sambil memeluk buku pemberian Sean tadi dengan berbagai rasa dalam dadanya. Membuatnya tak sadar bahwa ada papa dan mamanya yang menatapnya dari sofa, juga satu orang lagi yang nampaknya sekarang mulai kesal terhadap gadis itu.

Tak memedulikan tiga orang di sofa, Airin mulai melangkah menaiki anak tangga. Bahkan, dia lupa mengucapkan salam. Hingga sebuah suara di belakangnya mendadak membuatnya menghentikan langkah.

"Assalamu'alaikum?"

"Wa'alaikumsalam, hehehe." Airin menoleh dengan cengiran. Dan saat berhasil berbalik, ia agak kaget mendapati Windy yang kini duduk di dekat mama dan papanya.

"Loh, kok lo di sini?" tanya Airin dengan wajah kaget. Sementara Windy memasang ekspresi kesal.

"Gue tuh nunggu dari tadi, ya ampun. Gue udah bilang mau nginep? Mama sama Papa gue lagi ada kerjaan ke luar kota." Windy menjelaskan setengah kesal.

Sudah menunggu di sana lumayan lama, Airin tak kunjung datang. Ditelpon tak diangkat, disms tak dibalas. Giliran sudah datang malah main mau masuk ke kamar tanpa mempedulikannya. Sahabat macam apa dia?

"Maaf, gue lupa." Airin menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Merasa bersalah.

"Lupa gara-gara Sean." Mama Airin mulai menggoda. Membuat pipi Airin kembali memerah malu.

"Apaan sih, Ma."

"Itu, kamu dapet apa dari dia?" Papa Airin mengedikkan dagunya ke arah buku yang dipegang sang putri dengan senyum jahil di wajahnya.

"Aku beli sendiri kok."

"Beli apa dibeliin?" Lagi-lagi mama dan papanya menggoda.

Airin mengerucutkan bibirnya merajuk. Sementara Windy hanya diam menonton drama keluarga di depannya. Mama dan papanya mana mau menggoda Windy seperti itu? Tahu Windy jalan dengan cowok saja serasa Windy baru saja diculik ke luar negeri, apalagi kakaknya itu, si Kaisar.

"Windy, ke kamar yuk?" Merasa pipinya sudah seperti kepiting rebus, Airin segera melambailan tangannya pada Windy yang wajahnya sudah masam.

Kedua gadis itu segera naik ke lantai atas, meningglkan pasangan suami istri yang kini cekikikan di sofa karena sudah berhasil menggoda putri kesayangan mereka hingga memerah seperti tadi.

Airin menghempaskan diri di kasur, hingga membuat tubuhnya sempat melambung namun kembali menghantam kasur empuknya. Windy yang merasa penasaran merebut buku yang dipegang Airin untuk melihat buku apa itu.

"Ini dibeliin Sean?" tanya Windy sambil membolak-balik buku itu. Mata Windy membulat melihat judulnya. "Apaan nih? Istri yang baik?"

Airin bangkit dan segera merebut buku itu dari tangan Windy. "Gak usah dibaca."

"Dih, ngerti kok Sean cuma buat lo." Windy mengambil duduk di dekat Airin sambil mencibir.

"Apaan?"

"Lo suka beneran sama Sean. Padahal dulu lo bilang apa hebatnya sih si Asean itu setiap kali Yuan menyebut Sean. Sekarang kepincut sendiri baru tahu rasa," ejek Windy menirukan lagak Airin saat Yuan selalu menyebut-nyebut Sean dalam setiap kesempatan. Ngomong-ngomong tentang Yuan. "Oh ya, Yuan kan udah minta maaf ke lo. Dia ngerestuin lo sama Sean gak?"

ASEAN (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang