Pukul 08.45 adalah waktu yang tertera di jam tangan Airin. Gadis itu menggerutu sebal karena ojek online yang dipesannya tak kunjung datang. Harus berapa lama lagi dia menunggu? 15 menit lagi kelasnya dimulai, dan sungguh ia tak ingin telat hanya karena tukang ojek sialan yang ditunggunya ini. Airin itu disiplin waktu.
"Gila, ini tukang ojek naik motor apa odong-odong? Lama amat." Sekali lagi Airin mengecek jam tangannya.
Seharusnya dulu dia belajar naik motor atau mobil supaya tidak repot seperti ini. Tapi memang pada dasarnya papanya yang terlalu sayang takut anak kesayangannya kenapa-napa, makanya lebih baik naik angkutan umum katanya.
TIN TIN.
Bunyi klakson mobil membuat Airin mengalihkan pandangan dari layar ponsel yang sempat mengambil alih perhatiannya untuk sesaat. Terlihat sebuah mobil putih berhenti tepat di depannya. Membuat Airin mengernyit bingung, merasa tak pernah melihat mobil itu.
Pintu mobil terbuka, sebuah kepala menyembul dari kaca mobil.
"Airin ya?"
Airin tak langsung menjawab sapaan pria di mobil. Masih berusaha mengenali pria berkacamata hitam itu.
"Siapa ya?" tanya Airin memicingkan mata.
"Krishna." Sosok itu membuka kacamata, dan saat itu Airin mengenalinya.
Pria di hadapannya ini kakak tiri Sean, yang beberapa waktu lalu datang ke kos Sean dan sempat terlibat perdebatan, bahkan hampir saling hajar.
"Oh, iya kenapa?" Airin berusaha bersikap ramah. Meski sebenarnya ia kurang suka pada cowok di hadapannya ini karena hari itu Sean pun terlihat risih dengan kehadirannya.
"Mau nebeng? Kamu mau ke kampus, kan? Kebetulan kita searah."
"Ah, gak usah. Saya udah pesan ojek online." Airin menolak sambil tersenyum canggung.
"Lama. Kamu mau telat?"
Sebenarnya Airin juga sudah tak bisa menunggu lebih lama lagi. Bisa-bisa dia telat sungguhan. Apalagi saat terbayang wajah garang dosen killernya, rasanya Airin ingin segera terbang ke kampus. Tapi, akan sangat tak enak rasanya jika ikut kakak tiri Sean.
"Ayo, 10 menit pasti nyampe. Masih mau nunggu ojek online yang belum tentu dateng kapan itu?"
Airin mendengus. Krishna benar. Menunggu lebih lama akan membuatnya telat.
Dengan segera gadis itu masuk ke mobil Krishna, tanpa menyadari seringai yang tercetak di bibir lelaki bersetelan jas tersebut.
Setelah memastikan Airin memasang sabuk pengaman, Krishna segera melajukan mobilnya. Entah dia sengaja lewat kampus Airin atau tidak. Yang pasti arah kantornya jelas berbeda dengan kampus Airin.
"Udah lama pacaran sama Sean?" Pertanyaan tiba-tiba keluar dari bibir Kris, membuat Airin menoleh cepat. Mendapati pria itu tengah fokus pada stir kemudi, dan sesekali melirik padanya.
"Kami gak-"
"Oh baguslah kalau kalian gak pacaran." Kris menoleh pada Airin dan tersenyum. "Lagian Sean gak sekeren di pikiran orang-orang. Kalo kamu tahu dia aslinya kaya apa, pasti kamu ngejauh."
KAMU SEDANG MEMBACA
ASEAN (TELAH TERBIT)
Genç KurguSemula, kehidupan perkuliahan Airin Divyanita sebagai mahasiswa kedokteran baik-baik saja. Lurus dan terlampau datar. Namun, tiba-tiba merumit semenjak alam berkonspirasi dan mempertemukannya dengan Asean Baratha. Laki-laki itu, antara hitam dan pu...
