ASEAN || 28. Saudara

2.3K 301 48
                                        

Kenyataan bahwa Sean membenci Krishna sudah bukan rahasia umum. Maksudnya, bagi teman-teman dekatnya, seperti Kai, Bayu dan Chandra. Ditambah lagi satu-satunya gadis yang dibiarkan masuk ke dalam hidupnya, siapa lagi jika bukan Airin.

Namun, sebenci-bencinya Sean pada Kris, ada bagian dari otak juga hatinya yang menolak lupa bahwa mereka pernah saling menyayangi sebagai saudara.

Krish tidak bisa dikatakan sebagai kakak yang baik. Lelaki itu selalu sibuk dengan urusannya sendiri dari dulu. Dipaksa menjadi anak brestasi sejak kecil. Tapi setidaknya dapat mengerti adik-adiknya, termasuk Sean.

Namun, itu dulu. Sebelum pria itu semakin tambah dewasa dan semakin sibuk. Sebelum jarak antara dia dan adik-adiknya semakin terbentang luas. Jauh sekali.

Hingga kejadian kelam di masa lalu, membuat rasa benci membumbung tinggi pada Sean. Ia biarkan dendam mengisi hati, menggelapkan mata. Buta. Tak mau tahu alasan apapun yang digunakan Sean. Tak mau tahu adiknya sama sakit atau apapun itu. Kirana adalah bagian dari dirinya.

Selisih 10 menit, dia memimpin sebagai Kakak. Tak terpisahkan. Mirip. Persis sama, bagai pinang di belah dua. Kirana yang tinggi semampai dan cantik, Krish yang tinggi menjulang dan tampan.

Dua anak kembar itu memiliki ikatan batin yang kuat. Sangat. Saat Krish jatuh dari motor, Kirana yang menangis seharian. Kaki Si Kakak patah, Si Adik yang gusar bukan kepalang. Sedangkan saat itu Krish acuh saja.

Sebaliknya juga terjadi. Paling aneh, saat Kirana putus cinta, Krishna yang jadi muram seharian. Bahkan ikut menangis entah karena apa. Tak ada sebab, hanya ingin ikut bersedih dengan kembarannya. Kehendak hati. Ikatan mereka.

Krish begitu menyayangi Kirana, begitupula sebaliknya. Wanita yang dikaguminya selain Mama, ya kembarannya sendiri. Seandainya ia gila, mungkin ia sudah pacaran dengan adiknya itu. Sayangnya saat membayangkan itu, ia malah ingin muntah. Karena Kirana gambaran sosoknya dalam versi wanita. Membayangkan itu, ia jadi geli sendiri.

Menyebalkan ketika ia harus ikut merasakan apa yang kembarannya rasakan. Seperti marah-marah saat menstruasi? Ah ya, itu menyebalkan. Dan itu terjadi setiap bulan. Ia ingin ini berakhir.

Terjawab. Masa-masa itu akhirnya berakhir. Selamanya.

Hari yang menjadi hari paling dibencinya seumur hidup, ketika mendapat kabar Kirana telah tiada. Hancur. Separuh dirinya pergi. Tak mau menerima kenyataan. Terlalu sakit. Ia remuk redam.

Krish tersungkur di kamar mayat. Meraung di samping tubuh kaku sang adik. Menangis seperti orang kesetanan melihat wajah cantik itu pucat pasi. Terlalu sakit, tak dapat dijelaskan. Tak berguna, mata adiknya tak akan terbuka. Selamanya.

Ia menyalahkan Sean atas segala rasa sakit yang ia rasa. Menumpahkan perihnya kehilangan atas Kirana. Getirnya melepas seseorang yang menjadi sebagian dari dirinya. Tak mau tahu alasan apapun. Membutakan mata, menulikan telinga. Ia benci. Benci pada kenyataan ini. Benci pada Sean.

Keluarganya telah hancur saat itu. Semakin hancur ketika Papa meninggal di balik jeruji besi tahanan. Keluarganya jatuh miskin. Semakin berantakan saat Sean pergi dari rumah. Kemudian, membenci kenyataan kenapa harus ia yang menikah dengan Egitha.

Krish anak yang penurut sejak kecil. Perintah Mama tidak dapat dibantah. Jika A, ia ikuti A. Meski sakit, tak terima, ia laksanakan. Menikah dengan Egitha. Menggantikan Asean, adiknya. Padahal saat itu, sumpahnya ia akan menikah dengan si Pujaan Hati. Kekasih hatinya sejak bangku Sekolah Menengah.

ASEAN (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang