Kejahilan Dimulai

275 21 0
                                        

“Aaargghhh” teriakku sembari menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku

“Ahahahhahaha” tawa seseorang yang ada di depanku, yang membuatku tersadar bahwa aku sedang di jahilinya.

Ya betul, siapa lagi kalau bukan senior yang menyebalkan itu. Ternyata dari tadi aku itu sedang dijahili oleh ka Edwin. Dan kalian tau kenapa aku teriak saat buka pintu? Ya, aku teriak karena saat aku membuka pintu ada seseorang yang berdiri di depan pintu dengan balutan kain putih yang menyerupai pocong, dan ternyata itu adalah ka Edwin.

“Ihhhh ga lucu tau” teriakku sembari mencubit lengannya

“Aww” teriaknya juga

“Bodo amat” ucapku sembari berjalan meninggalkan dia

“Mau kemana?” Tanya nya

“Pulang” jawabku ketus

“Enak aja main pulang, selesain dulu tugasnya” ucapnya sembari melepas kain putih itu dan berjalan disamping aku

“Keliling aja sama Bella, diakan sekarang ketuanya” ucapku ketus karena masih kesal

“Hei, siapa yang setuju Bella jadi ketua?” ucapnya sembari memeberhentikan langkahku dan aku tak menjawab pertanyaannya

“Kalau mau bikin suatu keputusan itu harus di musyawarahkan dulu sama yang lain, jangan sampai merugikan yang lain. Paham?” jelasnya

“Kalau mau berbuat sesuatu juga dipikirkan dulu, jangan sampai merugikan orang lain, paham?” ucapku sembari kembali berjalan
“Iya..iyaa sorry” ucapnya. Dan aku tak menjawabnya lagi

“Dimaafin ga?” tanyanya lagi

“Sekarang kita keruangan mana?” tanyaku balik, tanpa menjawab pertanyaannya

“Jawab dulu pertanyaan gue” ucapnya, dan aku tetap tidak menjawabnya

“Woiii” teriaknya tepat di telingaku, tapi teriaknya tidak keras ko jadi aku masih tetap berjalan tanpa menjawabnya

“Terserah mau dimaafin atau engga, sekarang kita kelantai 4” ucapnya sembari berjalan mendahului aku.

Akupun mengikutinya dari belakang dan kembali mencatat hal-hal penting yang kiranya akan ada dalam sesi tanya jawab nanti. Hingga tiba di lantai7, lantai terakhir yang kita kunjungi. Lantai tertinggi disini yang memiliki pemandangan yang bagus sekali. Dengan reflex tanganku mengambil ponsel yang berada di saku celanaku. Aku mengambil beberapa potret view pemandangan yang bagus menurutku.

“Sini gue fotoin” ucapnya karena sepertinya dari tadi dia melihati aku yang sedang sibuk selfie disini untuk mendapatkan view yang bagus

“Boleh ka” ucapku bersemangat sembari memberikan ponselku padanya

“Satu…dua…tiga” ucapnya menghitung agar aku bersiap untuk di foto

Sudah beberapa kali aku di fotonya. Akupun melihat hasil fotonya, dan ternyata bagus banget hasil fotonya. Ga salah deh ka Edwin yang fotoin karena hasilnya bagus.

“Emm bagus banget, makasih ka” ucapku

“Urusan foto aja jadi baik” ucapnya pelan tapi aku mendengarnya

“Iya..iyaa udah aku maafin ko” ucapku sembari terus menerus melihat foto-fotoku tadi

“Ya udah kita kebawah, yang lain udah pada selesai” ajaknya

“Eh iya ayo ka” jawabku

Acara sesi tanya jawab pun dimulai. Pertanyaan yang akan di berikan tentang ruangan-ruangan yang sudah aku telusuri dengan kak Edwin. Akupun membagi-bagi tugas untuk menghapalkan beberapa ruangan oleh setiap orang. Ruangan di kampus ini kurang lebih ada 30 ruangan praktek dari 7 lantai. 

My Senior KampusCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang