Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'Bila memang harus berpisah, aku akan tetap setia. Bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada didalam jiwa.'
***
Menyerah.
Satu kata yang terngiang-ngiang di kepala Sendy, berbulan-bulan menghabiskan waktunya untuk membuat Altra mencintainya kembali tapi yang ternyata hasilnya nihil.
Tapi dibalik semua ini ada banyak hal yang Sendy tidak tau. Secara Sendy hanya Sendy, bukan perempuan berhati baja, hatinya mudah rapuh.
Di sudut pandang Altra pun bisa berbeda. Ntah ia sayang kepada Sendy atau tidak, itu tidak ada yang mengetahui selain dirinya.
Pagi ini harinya diawali dengan chat yang sedang ia baca lewat pop-up handphone nya.
LINE
Sendyna
Pagi Altra nya Sendy :) semoga hari ini menyenangkann, bisa ngedate bareng gue contohnya :v.
05.36 AM
Altra
Ya. Pagi juga.
05.55 AM
Altra mendesis sinis. Melihat tingkah Sendyna yang menurutnya terlalu kekanakan. Ia kadang berpikir, mengapa Sendyna bisa menyukai nya. Dia mengingat beberapa bulan yang lalu ketika Sendyna berani mengklaim dirinya sebagai pacar.
Flashback
Rivan, teman Altra tiba-tiba berlari ke arahAltra dengan kecepatanmaksimal.
'Tra... Tra... gawat!! lo harus ikut gue ke lapanganindor sekarang!!"
"Santai woy, ini Aselladigimanain" pasalnya ia sedang bersama Asella sekarang. "Nggak usah dibawa lah gila lo!!" BentakRivan kepada Altra dengan nafasterengah-engah.
"Ngegas amat lo ke doi gue," Asella menjawab lalu memutar bola matanya tak suka. "Buruan ayo! " Rivan menarik tangan Altra lalu berlari agar tak membuang banyak waktu.
SeketikaAltraterkejut ketika telah sampai di lapanganindoor, ada salah satu muridberdiri di tengah lapangantersebutmembawabunga dan diikuti 2 temannyamengangkat banner bertuliskan 'Kak Altra mau nggak jadi pacar aku? Harus mau pokoknya'.