"Lo ada rencana buat bunuh diri? gila lo." Lagi lagi Sendy mendengus kesal.
"Gue belum selesai ngomong Maemunah, besok gue mau berangkat ke Australia, Wen." Sendy menjelaskan dengan lesu, ia benar-benar tak ingin meninggalkan negara kelahirannya ini.
"Lah ngapain? tante Merina ada bisnis kesana?" Tanya Wendy yang mulai serius menanggapi cerita Sendy.
"Bukan, orang tua gue milih buat cerai, Wen." Sendy menutup mukanya.
"Terus hubungannya lo ke Australia apa Sen? " Sendy menjadi kesal melihat respon Wendy kali ini.
"Rumah gue yang di Indonesia bakal di kontrakin, jadi gue sama mamah gue bakal pindah ke Australia, rumah nenek gue." Jelas Sendy dengan rinci.
"Lo sama Altra? sekolah lo?" tanya Wendy.
"Gue milih buat udahan, nanti pulang sekolah gue bakal ngajak dia buat ketemu, kalaupun nggak bisa gue chat aja deh"
"Sekolah gue bakal pindah, gue nggak ikut ujian disini" Sendy menjelaskan panjang lebar.
"Rindy udah tau masalah ini?" Ujar Wendy penasaran.
"Gue belum sempat cerita ke dia, nanti istirahat ke 2 kita makan bareng di kantin, oke?" Tawar Sendy, yang disambut anggukan oleh Wendy.
"Kalo ada apa-apa di Autralia bilang gue yak, siapa tau gue bisa bantu"
"Lah emang lo mau kesana ?" Tanya Sendy.
"Nggak, gue bantu doa maksudnya" Wendy tertawa keras.
"SIALAN WENDYY!!!" Teriak Sendy yang lalu di hujani komentar Netizen kelas.