Kathryn sedang menunggu Daniel yang akan libur kerja untuk hari ini. Hari minggu? Siapa yang bekerja? Hanya Daniel yang memang penggila kerja itu saja yang akan bekerja di hari minggu. Namun, berbeda untuk hari ini. Daniel lebih memilih istirahat di hari minggu.
Kathryn sedang menonton televisi. Sudah lama dia tidak menonton televisi. Bahkan, dia tidak memiliki televisi di desa. Dia selalu menonton di rumah Kristel. Kristel dan Kathryn berteman sejak kecil. Bahkan, sebelum mereka masuk TK. Mereka berteman karena jarak rumah mereka yang dekat. Keluarga Krystel adalah keluarga terkaya di desa.
Pintu apartemen terbuka, menampilkan pria yang Kathryn tunggu sejak tadi. Pria itu mengenakan celana jeans dan kaos putih polos yang dibalut dengan salah satu jaket favoritnya.
"Ayo! Kenapa kau malah menatapku seperti itu? Aku tahu aku tampan," ucap Daniel datar.
"Ah, em, iittu tadddi aku sedang melihat telinga. Yak, telinga! Aku melihat telingamu!" ucap Kathryn terbata-bata karena telah kepergok menatap wajah Daniel. Tidak bisa dipungkiri, kalau Daniel itu sangat tampan.
"Bagaimana menurutmu? Apakah aku aku keren memakai ini?" tanya Daniel sambil memegang telinga kirinya.
"Ha? Kau pikir itu keren? Kalau di desaku, kau pasti di kira orang nakal dan jahat, jika memakai itu," jawab Kathryn jujur. Saat dia masih SMA, ada teman sekelasnya yang memakai anting seperti Daniel. Temannya itu datang ke rumahnya untuk kerja kelompok dan tetangga Kathryn mengira kalau teman Kathryn itu orang jahat. Bahkan, tetangga Kathryn sempat ingin menghajar temannya itu.
"Ayo kita berangkat! Aku ingin memberi semangat untuk calon adik iparku. Hahaha..." ucap Daniel tertawa dengan ucapannya sendiri. Kathryn berjalan mendahului Daniel yang sedang tertawa. Menurut Kathryn, Daniel orang aneh. Padahal, tidak lucu malah tertawa. Dan saat orang-orang tertawa, Daniel malah diam. Sungguh, pria aneh. Ngidam apa mamanya dulu, hingga Daniel lahir seperti ini.
Saat di mobil, Daniel mau pun Kathryn tidak saling bicara. Kathryn memilih menatap jendela mobil, melihat ibu dan anak kecil berusia enam tahun sedang berbincang dan tertawa. Sungguh, melihat kejadian itu, membuat Kathryn merasa sakit. Hatinya perih, dia membenci ibunya sendiri karena meninggalkannya tanpa kabar. Sebelum Grae sakit dan ayahnya meninggal, ibunya sangat menyayanginya dan Grae. Entah apa yang membuat ibunya itu pergi tanpa kabar. Di sisi lain, Kathryn membenci ibunya, tapi perasaan tidak bisa di bohongi. Dia juga menyayangi ibunya, dia merindukan ibunya. Hatinya berteriak memanggil ibunya.
Ibu, kau di mana? Grae akan sembuh. Mengapa kau pergi meninggalkanku bersama Grae? Aku ingin kita berkumpul lagi, Bu.
---o0o---
Grae akan menjalani operasi sekitar satu jama lagi. Kathryn sudah memberikan kalimat-kalimat penyemangat untuk Grae. Grae sangat senang mendapat kabar, kalau dia akan sembuh. Dia sudah tidak tahan dengan penyakit yang membuatnya putus sekolah. Kathryn bilang, Grae akan bersekolah kembali. Hal itu, membuat Grae menjadi sangat senang. Dia rindu bersosialisasi dengan teman dan rindu belajar bersama.
"Terima kasih kak. Aku janji, akan menjadi orang sukses di masa depan. Aku tidak akan mengecewakan kakak. Kakak sudah berjuang untukku selama ini. Aku akan berjuang, agar aku dapat menjadi dokter," ucap Grae sambil menggenggam tangan kakaknya.
Daniel? Dia hanya duduk di sofa kamar rumah sakit. Grae sudah pindah dari ruang UGD. Daniel hanya bermain ponsel tanpa memedulikan kakak-beradik yang sedang merindukan ibunya.
"Aku kangen ibu, kak. Kapan kita bersama dengan ibu lagi?" ucap Grae penuh dengan rautan kesedihan. "Dia kemana sih? Anaknya sakit malah ditinggalin. Aku benci sama dia!" ucap Grae meninggikan suaranya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Trust Love
RomanceHighest : 1 - #lizquen [21 Agustus 2018] 1 - #danielpadilla [23 Agustus 2018] 1 - #kathrynbernardo [23 Agustus 2018] 1 - #kathryn [23 Agustus 2018] 1 - #dj [4 September 2018] 1 - #kathniel [8 September 2018] 1 - #lizasoberano [8 September 2018] Dani...
