Bab 12 - Pulang

258 33 16
                                        

Kring...

Bel pulang sekolah terdengar begitu keras. Seperti biasa, siswa-siswi begitu senang dengan bunyi bel itu. Mungkin suara bel pulang sekolah adalah musik favorit mereka.

Hari ini, Brace berencana untuk kerja kelompok di rumah Agus. Perumahan Agus, tidak jauh dari rumahnya. Hanya perlu waktu sepuluh menit untuk sampai di rumah Agus. Brace merasa senang. Bukan karena sekelompok dengan Agus, tetapi dengan Andree. Jadi, kelompoknya ada, Brace, Andree, Agus, Kira, dan Ylona.

Brace pulang dahulu untuk berganti pakaian. Setelah itu, dia pergi ke perumahan Agus. Dia pergi dengan di antar supir. Supirnya mengantarkan hingga depan perumahan karena rumah Agus ada di bagian depan. Terkadang, Brace agak bingung, jika pergi ke rumah Agus. Dari tadi, dia keliling, tapi belum menemukan rumah Agus. Brace melihat Agus dan memanggilnya.

 Brace melihat Agus dan memanggilnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Agus!"

"Eh, Brace. Yuk langsung aja ke rumahku!" ajak Agus.

"Main beginian? Aku boleh nyoba gak?"

"Boleh kok. Nih!"

—o0o—

Hari ini adalah hari di mana Grae akan menghirup udara bebas. Dia sudah terbebas dari bau rumah sakit yang membuatnya bosan. Grae sudah bersiap-siap untuk pulang. Kathryn memasukkan pakaian Grae ke dalam tas. Grae masih belum tahu di mana dia akan tinggal. Apakah dia akan pulang ke rumah kardus lagi?

"Kak, aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah mengirimkan kakak yang baik sepertimu. Kau pasti memiliki banyak hutang untuk membiayai operasiku. Maafkan aku telah merepotkanmu selama ini. Aku tahu kau bekerja banting tulang hanya untukku, agar aku bisa sembuh. Terima kasih dan maaf," ucap Grae sambil memeluk tubuh Kathryn dari belakang.

"Emm... Kau kenapa seperti ini, hm?" ucap Kathryn melepaskan tangan Grae dan membalikkan tubuhnya menghadap Grae, "Jangan minta maaf padaku! Aku menyayangimu, dan aku ingin kau selalu bersamaku. Jangan sedih, ya!"

Grae memeluk Kathryn, Kathryn membalasnya dan mengelus punggung Grae, "Terima kasih, kak. Apa kita akan kembali ke rumah kardus di kolong jembatan?"

Kathryn tersenyum mendengar pertanyaan Grae. Dia melepas pelukannya perlahan dan memegang kedua bahu Grae, "Kau tak perlu cemaskan itu! Kita sudah memiliki tempat tinggal baru. Kau akan senang, jika tinggal di sana," ucap Kathryn dengan menahan air matanya.

"Ha?! Kakak dapat uang dari mana untuk membeli rumah?" tanya Grae.

"Aku kan bekerja sebagai sekretaris, tentu aku memiliki uang yang cukup untuk kebutuhan kita. Sebenarnya bukan rumah, tapi apartemen. Dan kakak janji, kakak akan membelikan rumah agar kita dapat tinggal dengan nyaman. Kabar baik lagi, kau akan sekolah lagi!" ucap Kathryn yang mulai meneteskan air matanya. Air matanya sudah tak tahan ingin keluar.

Grae mengusap air mata kakaknya, pelan. Dia tidak ingin melihat kakaknya menangis, "Aku bahagia memilikimu, kak. Jangan menangis. Aku senang bisa sekolah lagi," ucap Grae menenangkan kakaknya dengan memeluknya.

Don't Trust LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang