Bab 11 - Rencana Liburan

251 37 14
                                        

Seperti biasa, Daniel mengikuti acara makannya bersama mama dan Brace. Ayahnya? Ayahnya sedang berada di luar kota untuk mengurus cabang perusahaan.

Brace sedang menikmati makanannya. Tiba-tiba otak encernya berfungsi, "Kak, liburan, kuy! Kita ke Bali. Gimana? Se-sekalian ajak kak Kathryn... amma Grae!" ucap Brace dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.

"Brace, kalau makan gak boleh sambil bicara!" nasihat mama Karla memperingatkan anak bungsunya itu.

"Maaf, Ma."

"Kamu kan harus sekolah, Brace!" ucap Daniel.

"Ha? Kamis dan jumat kan tanggal merah, terus sabtu dan minggu kan weekend, Kak. Jadi, liburan kuy!"

"Mama kayaknya gak bisa deh," ucap mama Karla dengan memasang wajah kecewa.

"Kenapa, Ma?" tanya Brace.

"Mama disuruh ayah kalian buat pergi ke Palembang. Katanya, dia masih lama di sana. Jadi, Mama harus ke sana. Kalian kan tahu, kalau ayah kalian gak bisa hidup jauh dari Mama," jawab mama Karla dengan diselingi senyum-senyum manis.

Brace dan Daniel yang melihatnya menjadi agak jijik. Brace memakan sarapannya kembali, sedangkan Daniel sibuk dengan pemikirannya sendiri. Apakah dia harus benar-benar berlibur?

Terakhir kali Daniel berlibur adalah bulan lalu. Sebenarnya, tidak bisa dikatakan sebagai liburan, karena di sana, Daniel hanya menemani ayahnya untuk melihat proyek pembangunan cabang. Ayah Daniel sudah menyuruh anak sulungnya itu untuk berlibur sambil bekerja, tapi Daniel tidak mau.

Daniel membetulkan letak dasinya. Lalu, dia berdiri dan mengambil tas yang ada di sampingnya. "Ma, aku berangkat dulu," pamit Daniel.

Setelah berpamitan, Brace dan Daniel berangkat ke sekolah. Bukan Daniel ingin bersekolah lagi, tapi Daniel harus mengantarkan bocah kecil itu ke sekolah. Seperti biasa, Brace selaly berceloteh tentang teman-temannya di sekolah. Daniel hanya merespon dengan deheman saja.

Sesampainya di sekolah, Brace sudah memiliki suatu rencana. Rencana rahasia yang hanya dia dan Andra yang tahu.

"Belajar yang bener! Jangan nakal, jangan buat masalah, jangan pacaran dulu!" ucap Daniel memberikan nasehat.

Nasehat terakhir Daniel membuat Brace merasa kecewa. "Ya, kak. Aku masuk dulu. Jangan lupa pikirin rencana liburannya yak! Dah..." ucap Brace sambil melambaikan tangannya.

Saat berada di dalam mobil, Daniel memikirkan ide Brace untuk liburan ke Bali. Apa salahnya, jika dia berlibur selama empat hari? Toh, dia memiliki banyak sekretaris dan karyawan. Mereka pasti dapat bekerja dengan baik.

Hari ini, Daniel tidak menjemput Kathryn. Kathryn akan pergi ke kantor dengan naik ojek. Kathryn menolak untuk berangkat bersama Daniel karena dia merasa tidak enak. Daniel sudah sering membantu Kathryn.

—o0o—

Kathryn melepas helm yang dikenakannya. Dia berjalan memasuki area kantor, setelah membayar ojek. Saat Kathryn masuk ke kantor, banyak pasang mata yang melihatnya dengan ekspresi berbeda-beda. Ada yang kagum, ada yang memasang wajah tak suka, dan ada yang memasang wajah datar.

Kathryn masuk ke dalam ruangannya. Saat dia masuk, dia tidak menemukan Daniel. Kathryn duduk di tempatnya. Setelah itu, dia membuka catatan-catatannya. Seseorang masuk ke dalam ruangan Kathryn. Salah satu sekretaris dari Daniel itu duduk di depan Kathryn. Dia membawa berkas-berkas untuk ditanda-tangani Daniel.

"Kathryn, suruh Pak Daniel untuk membaca berkas-berkas ini, kemudian tolong ditanda-tangani!" ucap Iyas.

"Baiklah," jawab Kathryn.

Don't Trust LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang