Bab 15 - Berubah

269 38 35
                                        

Perubahan selalu terjadi dalam hidup. Jadi, kita dapat memilih antara berubah menjadi baik atau berubah menjadi lebih baik.

o0o—

Daniel, Kathryn, Brace, dan Grae sudah sampai di London Heathrow International Airport. Sepertinya, Kathryn dan Daniel sedang perang dingin. Dari sikap yang ditunjukkan Daniel, Kathryn tidak ingin mengucapkan apa pun. Kathryn takut karena Daniel sedang memiliki mood buruk.

"Grae, tolong bawakan kameraku ya?" ucap Brace sambil memberi kameranya pada Grae.

"Oke!" jawab Grae.

Daniel duduk di depan, sedangkan Kathryn duduk di antara cowok-cowok ganteng, Grae dan Brace. Seperti biasa, Brace selalu banyak bicara. Dia bercerita apa yang akan dia lakukan.

Grae memutuskan untuk tidur karena dia merasa sangat bosan mendengarkan ocehan Brace. Berbeda dengan Grae, Kathryn menatap ke arah depan dengan tatapan kosong. Di pikirannya hanyalah Daniel yang berubah menjadi pendiam.

"Eh, kenapa kak Kathryn melamun? Sakit?" tanya Brace khawatir.

"Hem? Tidak, aku tidak apa-apa, Brace. Sampai mana ceritamu tadi?" jawab Kathryn mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Tak usah dilanjutkan. Sepertinya kita akan segera sampai."

"Baiklah. Aku akan membangunkan Grae."

Grae yang merasa bahunya terguncang, bangun. Dia mengucek matanya. Sepertinya Grae terkena jetlag.

Grae membawa koper milik kakaknya dan miliknya. Dia merasa kasihan pada kakaknya karena sepertinya, Kathryn sedang dalam keadaan tidak baik. Hal sama juga dilakukan Brace, dia membawa koper miliknya juga milik kakaknya.

"Kak Daniel, bawa kopermu sendiri!" perintah Brace.

"Kalau kau tidak mau membawakan koperku, pulang saja sana!" jawab Daniel dingin. Bahkan sangat dingin.

Daniel melangkahkan kakinya mendahului yang lain. Langkahnya begitu panjang hingga Brace, Grae, dan Kathryn harus berlari kecil untuk menyamai langkah Daniel.

Setelah mendapatkan kunci kamar, Daniel memberikan salah satu kunci pada Grae. Daniel menyuruh pegawai hotel untuk membawakan semua koper. Brace dan Grae bisa bernapas lega karena tidak perlu capek-capek membawa koper ke kamar.

"Yeay, akhirnya bisa istirahat. Nanti kita jalan-jalannya sore?" ucap Brace riang.

"Hm," jawab Daniel sambil memasukkan kedua tanggannya ke saku celana.

"Kakak ini aneh sekali. Kenapa jadi dingin sekali? Sikap kakak kembali seperti dulu. Sikap kakaka sama kayak waktu kakak putus sama pacar kakak. Siapa namanya? Kak Li... Li... Lia, ya?" ucap Brace sambil mendongakkan kepalanya untuk mengingat.

"Tutup mulutmu dan jangan mendongak! Kau mau kau jatuh, ha? Namanya bukan Lia! Semuanya bukan urusanmu. Nikmati saja liburannya!" ujar Daniel menaikkan sedikit suaranya.

Brace hanya menundukkan kepalanya. Brace dan lainnya sudah ada di lift untuk pergi ke kamar. Brace sangat takut dengan sikap kakaknya yang kembali seperti dulu. Padahal, saat Daniel belum putus dari pacarnya, Daniel sangat baik pada Brace. Semuanya berubah setelah Daniel putus dengan pacarnya.

"Kak, aku tidur sama Grae yak?" ucap Brace pada Kathryn.

"Eh? Maksudmu, kita tidur bertiga? Jangan, mendingan kamu tidur sama kakak kamu aja," jawab Kathryn dengan senyuman ramah.

Dalam hati Grae, dia tidak ingin tidur dengan Brace. Bisa-bisa Grae begadang karena Brace selalu mengoceh seperti perempuan. Brace menundukkan kepalanya lagi. Dia takut, kalau tidur bersama kakaknya.

Don't Trust LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang