V. Drama

1.8K 270 11
                                    

Dada Seulgi sesak. Menemukan fakta yang sangat menghujam hatinya, sepulang dari Mansion Sehun. Dia langsung masuk ke kamar, menelpon Soojung agar datang ke Apartemen.

"Apa yang terjadi?" pertanyaan itu langsung meluncur dari bibir Soojung, mendapati temannya terlihat sangat frustasi.

Seulgi menolah, "ibuku menghubungi setelah 3 tahun berlalu." Kalimat itu sontak mengejutkan Soojung, dia sama kesal dan marahnya.

"Baru kali ini, dengan alasan apa wanita tua itu menghubungi mu!" nada suaranya mengejutkan Seulgi, ia tersenyum tipis melihat Soojung amat peduli padanya.

"Tahukan rumor yang sedang beredar, tentang aku tunangan Oh Sehun." Dan Soojung jadi ingat tujuan utamanya datang kemari, salah satunya untuk bertanya tentang berita itu.

Dengan cepat otaknya mendapati fakta, Soojung ikut terkekeh miris. "Sialan, kapan wanita tua itu mati saja," gumamnya.

Seulgi melangkah untuk mengambil segelas air di dapur, menangkan dirinya agar merasa baikkan. Sebenarnya dia juga penasaran kenapa orang tuanya menelpon, takut saja tebakannya salah.

"Jadi bisa jelaskan juga kenapa Sehun bilang kau adalah tunangannya?"

Oh ayolah. Seulgi sangat malas membahas masalah itu, dia sangat mendesak melakukannya karena terbawa emosi.

"Karena aku memang tunangannya, atau mungkin lebih tepatnya tunangan sandiwara." Jawabnya tenang, membuat Soojung melongo tidak percaya, semudah itu.

"Kau tidak merubah profesi me-"

Seulgi menatap Soojung tajam, " tentu saja tidak. Aku hanya membuat perjanjian dengannya, lagi pula Sehun juga memaksa."

"Tenang dulu, Aku hanya memastikan toh." Soojung terkekeh kecil, tapi kembali menatap tajam kearah Seulgi.

"Lalu apa alasannya, sebelum-sebelumnya Sehun tidak melakukan hal konyol ini. Ck kecuali memang sungguhan," ia berusaha mendesak Seulgi agar menjawab pertanyaannya.

Lagi-lagi hanya pengalihan pembicaraan, "oh iya jadi bagaimana hubungan mu dengan Jongin."

"Yeah Aku dan Jongin, tidak bagiamana-bagaimana. Jangan suka mengalihkan pembicaraan orang lain, jawab saja Kang Seulgi." Tutur Soojung penuh penekanan, dan selanjutnya Seulgi malah pura-pura tidak mendengar.

"Malas sekali. Aku mau istirahat saja," lanjut Seulgi pergi meninggalkan Soojung di ruang tengah.

"Kau memanggilku hanya untuk mengatakan itu! sialan, tahu tidak Aku kesini berlari loh ditengah kemacetan." Teriak Soojung tidak terima, mengikuti temannya itu masuk ke kamar.

"Shut up! Besok Aku harus ke Perancis." Seulgi berbalik menatap Soojung, membuat perempuan itu terkekeh.

"Jadi sekarang Kau akan diperkenalkan juga oleh dunia, bahwa calon tunangan pemilik Oh Cooperation adalah Kang Seulgi." Godanya, sukses membuat Seulgi berdecak.

"Tidak, hanya urusan pekerjaan." Jelasnya berusaha meyakinkan Soojung, bahwa ia sebenarnya juga terpaksa.

Soojung hanya mengangguk paham, "sebelum aku pergi, hanya ingin bilang. Jangan jatuh cinta pada Sehun, He is prince demon."

Dan ucapan itu sukses membuat Seulgi ingin tertawa dan penasaran secara bersamaan. Tertawa pada bagian bahwa dia tidak akan jatuh cinta pada laki-laki itu, dan kedua penasaran pada satu hal kenapa kalimat He is prince demon. Bisa keluar dari mulut Soojung, alasannya apa.

"Tentu saja, tidak akan. Jika dia prince demon, aku juga bisa menjadi Queen demon." Tambah Seulgi, sebenarnya hanya candaan tapi membuat temannya itu terkejut.

"Wow, kau berubah banyak ternyata dalam sehari ini. Apa yang Sehun lakukan padamu, sepertinya dia benar-benar demon." Kejut Soojung, tersenyum tipis.

"Aku berubah, bukan di ubah." Seulgi tersenyum angkuh, menjatuhkan dirinya di ranjang. Menutup mata sejenak, karena terlampau lelah.

"Sepertinya aku juga tahu alasanmu menerima tawaran konyol itu"

"──karena wanita tua itu kan?" lagi-lagi ucapan Soojung menarik atensi Seulgi yang baru saja mau tertidur.

"Tentu, apalagi. Tapi tenang saja Aku berubah pikirkan dan akan membatalkannya." Ia tersenyum penuh arti pada Krystal.

***

Keesokan harinya Seulgi bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap-siap, membereskan pakaian yang akan di bawa. Karena tidak sadar ternyata Krystal sudah duduk disofa sambil menonton televisi

"Selamat pagi Mrs. Oh!" teriak Soojung, membuat Seulgi memutar bola matanya.

"Pertama, marga Ku Kang dan kedua kenapa kemari?" tanpa basa-basi Ia bertanya, sambil sibuk pada kopernya.

Soojung terkekeh lalu mendekat, "siapa lagi jika bukan Sehun yang menyuruhku untuk menemui, dengan alasan menunjukan apa yang harus dibawa."

Ucapan temannya membuat Seulgi melongo, apa Sehun berfikiran bahwa Dia itu gadis kampung sekali yang tidak tahu apapun.

Sialan. Ingatkan Aku untuk menendang kakinya nanti.

"Sudah selesai, tidak perlu repot-repot." Jawab Seulgi malas, dan segera menutup kopernya.

"Berkas-berkasnya tidak lupakan, paling penting loh." Seulgi menghela nafas kasar, kesal sekali sepertinya semua orang menganggapnya tidak tahu apapun, atau polos sekali.

"Mobil juga disiapkan?" tanya Seulgi tak berminat untuk menjawab. Krystal sebenarnya tahu sekali Seulgi sangat kesal, "sudah Mrs. Oh, Kekasih mu juga ada di mobil."

Seulgi menatap horor, tidak percaya apa yang barusan Ia dengar.

"Kau tidak bercanda kan?" tanyanya memastikan, buru-buru berlari ke jendela untuk melihat di bawah Apartemen.

"Kenapa memangnya?" Soojung ikut-ikutan melihat kebawah, lalu menolah pada Seulgi yang terlihat kesal.

"Kita ke bawah sekarang, Aku sudah siap."

Kaki Seulgi berjalan dengan lebar dan cepat, memberikan suara pada tiap lantai. Tangannya juga ikut menggeret cepat, membuat Krystal yang dibelakangnya kesal karena harus cepat-cepat.

"Ah sialan," gerutu Seulgi selama didalam lift. Krystal menolah dengan jengah, tidak mengerti apa yang terjadi.

"Ada apa memangnya, sampai harus cepat-cepat." Tidak ada jawaban, Seulgi hanya bicara pada dirinya sendiri. Dan lebih mengejutkannya lagi ketika lift terbuka, sosok yang sedang Seulgi umpatkan namanya berkali-kali, sudah berdiri didepannya sambil tersenyum tipis.

Dan ya, ditambah para wartawan yang sudah memotretnya berkali-kali. Sepertinya sudah banyak sekali Seulgi mengumpat hari ini.

"See , Aku punya banyak cara untuk membuat mu tidak akan menolak lagi." Bisik Sehun ketika siap menarik Seulgi dalam genggamannya.

"She is mine, my life."

Soojung terkekeh sinis melihat drama manis yang dilakukan Sehun, dan selanjutnya Dia penasaran apa yang akan dilakukan Seulgi.Yang dia kira akan menolak mentah-mentah, tapi sudut bibir Seulgi terangkat. Seperti artinya setuju, sukses membuat Sehun tersenyum menyeringai.

"You lose girl."

Seulgi menatap tajam, dia kalah talak dengan semua yang Sehun lakukan padanya.


[]

[Klik bintang dan komen. Thanks u and see u next part.]

MAKE ME FEELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang