The King and me

24.6K 1K 9
                                        

Kisha POV

Aku mengutuk siapapun yang membuat dan memulai permainan THE END di SMA ini. Baru hari pertama masuk sekolah, aku sudah menjadi pusat perhatian dan sasaran kakak kelas?! God must be kidding!

Lihat saja, aku baru melangkahkan kakiku melewati gerbang sekolah dan beberapa mata sudah memeperhatikanku. Mereka berbisik dan menatapku dengan pandangan mata penuh rasa kasihan. Tau gini ga bakal pindah Jakarta deh!

"WOI, JOKER!"

Aku otomatis menoleh, tentu saja itu panggilan yang ditujukan padaku mulai sekarang. Siapa lagi? tidak ada gunanya aku pura-pura bodoh atau tidak mendengar.

"Ya?" sahutku

Cowok tinggi yang tidak kukenal menyengir sambil berjalan menuju ke arahku. Kedua tangannya berada di saku celana dan ketika ia berhenti di depan mataku, baru kusadari ia pasti seorang kakak kelas. Kuharap bukan salah satu pemegang kartu.

"Ada apa ya, kak?"

"Datang ke kantin sekarang. Lo dipanggil Reo," perintahnya

aku mengeryit, Kak Reo yang butuh aku kenapa cowok ini yang manggil?

"Kak Reo di sana ya, kak?"

"Ya iyalah! ngapain gue cape-cape ngasi tau lo kalo bukan dari Reo sendiri yang nyuruh gue?!" gerutunya,"Oh ya, kalo lo belum tau... gue Radith, JACK."

Mataku membulat mendengarnya dan hampir saja kata 'Sial' keluar dari bibirku. Alih-alih bertanya lebih jauh atau mengomentari posisinya, aku lebih memilih untuk menurut.

"Oke kak. Saya mau letakkan tas dulu di kelas."

"Eeh, ga usah! Lo disuruh datang SEKARANG, bukan nanti pas lo abis dari kelas. Sini tas lo, biar gue aja yang taro ke kelas!"

Setelah mengatakan hal itu, Kak Radith dengan seenaknya menyambar tas punggungku dengan kasar dan pergi begitu saja tanpa menoleh lagi. Tunggu, dia emang uda tau kelasku? Aaaarggh! gawat kalo tasku ga nyampe kelas pas sebelum pelajaran! dimana aku harus nyari tu orang coba entar?!

Aku harus cepat-cepat pergi ke tempat Kak Reo dan bertanya apa yang dia inginkan. Entah kenapa aku memaafkan Kak Reo. Kami bahkan bukan teman atau kenalan, tapi hanya sebatas hubungan junior-senior yang sama sekali tidak akrab. Dan yang harus diingat, DIA MENJEBAKKU!

Memang sih Kak Reo bukan menjebak, dia malah mengatakan aku boleh minta kartu apapun dan dia akan beri padaku, tapi aku tidak menyangka dia mempunyai JOKER. Rasanya sangat tidak sopan saat ada orang yang menawarkan sesuatu dan aku meminta lebih darinya. Aku bukan orang yang dikasih hati minta jantung!

Well, sekarang aku sudah berada di kantin yang tidak terlalu penuh dan hanya ada beberapa gerobak makanan yang sedang mempersiapkan dagangannya. Mataku langsung menemukan satu sosok mencolok duduk di kursi dan meja panjang milik kantin.

Sesuai nama kartunya, Kak Reo duduk di sana bagaikan Raja. Beberapa orang mengelilinginya dan berbincang padanya, tetapi tidak ada satupun yang duduk bersamanya. Aneh sekali.

"Lo Kisha si JOKER, bukan?"

Terkejut dengan suara yang tiba-tiba muncul dari belakang punggungku, aku berbalik dan melihat cowok yang aku yakin juga seorang kakak kelas.

"I-iya. Saya Kisha."

"Lo ngapain aja daritadi?! ditunggu Reo disono, bukan disini! Atau lo masih belom tau Reo yang mana? kalo belom, tuh dia yang duduk sendirian dikelilingi lalat disana itu!" cerocos cowok di depanku

"Uda tau kok, kak. Ini mau jalan ke sana," jawabku

"Inget ye, kalo lo macem-macem berani keluar dari jalur atau ngebantah Reo... Gue sebagai AS bakal ngehukum lo!" ancamnya dengan menunjuk

It's a game, baby!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang