House of cards

19.4K 914 26
                                        

Kisha POV

Pernah ga ngerasain suatu momen dimana kita ga tau apa yang sedang terjadi dan kemana kita akan dibawa? Aku mengalaminya. Hari ini. Dijemput paksa, Dipakaikan gaun, diancam dan dibawa ke suatu tempat yang aku tidak tahu kemana.

Dan sekarang?

Aku berdua dengan pelaku atas semua perbuatan itu. Kecuali bagian memakaikanku gaun, itu perbuatan Kak Violet, tapi diperintah oleh Kak Reo yang sama aja pelakunya Kak Reo sendiri. Ugh, aku benar-benar ingin segera melompat keluar dari mobil ini dengan Kak Reo di sampingku.

Mataku melihat ke luar jendela dan hanya pemandangan gelap yang ada, jauh dari kota bergelimangan lampu seperti yang kuharapkan. Mana janjinya ingin membawaku berkeliling? dasar penipu! menyebalkan! 

"Gue tahu lo sedang memaki-maki gue dalem hati sekarang."

Eh? 

Aku langsung menoleh pada Kak Reo yang masih fokus menyetir. Bagaimana cowok ini bisa tahu? Jangan katakan cowok ini punya kekuatan aneh yang bisa baca pikiran?

"Ga usah mikir yang aneh-aneh lo."

Ih, tuh kan. Kak Reo bener-bener nakutin, kayaknya aku harus ekstra waspada ama dia. Di dalam kepala juga, kalo ga lupa.

"Emm... Kak, ini dimana?" tanyaku mengubah topik

"Di mobil."

Orang idiot juga tau!

"Maksudnya, Kak Reo mau bawa saya kemana?"

Kak Reo menghela nafas,"Lo bisa ga sih diem aja?"

Aku juga udah diem kok daritadi. Uda setengah jam malahan!

"Tapi kak, saya bosan... ini udah ada setengah jam an lebih kayaknya kita di mobil dan belum sampai-sampai."

"Namanya daerah Jakarta, ga ada yang deket. Kalo lo bosan... " Kak Reo melirikku dari ekor matanya,"Lo bisa kok pake tangan lo yang nganggur itu buat nyenengin gue."

Aku mengeryit,"Nyenengin kakak?"

Nyenengin gimana nih maksudnya? Harus buat sesuatu yang lucu gitu pake ni tangan kosong? kalo aku kitik-kitik cowok ini, bisa kecelakaan entar. Ga lucu kan, besoknya masuk koran, kecelakaan karena supirnya dikitik-kitik?

"Ck, lo bisa ga sih ga terlalu polos kayak gitu?!"

Ih, apaan sih. Kak Reo juga ngomongnya ga jelas gitu! sadar harusnya!

"Saya ga ngerti maksud kakak. Ngomongnya ga jelas sih."

"Udah, udah! malah bikin ga nafsu kalo harus nerangin ke elo sedikit-sedikit."

Hah, Nafsu? sial! aku ngerti sekarang maksudnya harus apa dengan dua tangan ini. Tapi aku tidak akan ngomong apa-apa lagi. Mana mungkin aku mau biarin ni tangan terkotori ama cowok brengsek kayak Kak Reo.

Aku kembali melirik ke arah jendela dan mendapati ada sesuatu yang cukup terang di ujung sana, dengan lampu kerlap kerlip yang ga pernah kulihat. Lagian, aku baru tau ada bangunan di tempat sesepi ini. 

"Kak itu apa?" tunjukku

"Tujuan kita."

Entah kenapa, saat Kak Reo ngomong kayak gitu aku punya suatu firasat buruk yang akan membuatku menyesal sudah datang ke Jakarta, mengikuti permainan aneh dan terjebak di mobil bersama Kak Reo.

Kalau gini caranya gimana aku bisa melarikan diri? Sekarang aku berada di mana saja aku tidak tahu! Jangan-jangan aku dibawa ke tempat yang ngga beres kayak di film? Apalagi kalo aku liat dandanannya Kak Reo.

It's a game, baby!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang