"Kak Reo dan teman-temannya itu ga waras ya?"
Pertanyaan Kisha langsung membuat Dira terkejut dan melirik gelisah kanan kiri berharap tidak ada lagi yang mendengar teman sebangkunya itu mempertanyakan hal yang benar-benar akan membuat Kisha harus berhadapan dengan Reo.
"Sha! lo liat tempat dong kalo mau ngomong ngawur! Kalo ada yang denger gimana?!"
"Siapa? Kan ini kelas kita?"
Dira mendegus,"Yee, dasar anak baru. Lo kan uda tau gimana Kak Reo it, pengikutnya banyak. Lagian lo kena panggil kan tadi pagi?"
"Kok lo tau sih?"
"Tadi pagi tas lo dianterin ama Kak Radith, dan seingatku Kak Radith itu selalu megang JACK mulu kayak Kak Reo yang megang KING. Gue nebaknya sih, Kak Reo yang perintahin Kak Radith suruh maksa lo buat menghadap dia."
"Wow," Kisha bertepuk tangan,"Pinter juga lo Dir!"
Dira melotot ga terima,"Lo pikir gue anak SD, suka dibilang pinter?"
Kisha menyengir membuat Dira sedikit kesal dan kembali memperhatikan guru yang mengajar di depan kelas, asik menjelaskan isi buku penuh tulisan kepada para murid-muridnya. Setelah Kisha menyetujui untuk menjadi kekasih Reo, cewek itu diperbolehkan kembali ke kelasnya dua menit sebelum bel pelajaran pertama dimulai.
Untung saja Kisha berlari secepat mungkin, jika tidak ia akan terlambat untuk masuk di hari keduanya. Masa anak baru harus terlambat masuk berturut-turut? Bisa gawat entar. Lagian Jarak dari kantin ke gedung kelas sepuluh tidak sedekat yang ia kira membuatnya mau tidak mau harus berolahraga pagi.
"Eh, lo dikasih perintah apa ama Kak Reo?" bisik Dira
Kisha mengangkat alisnya,"Kok lo tau sih gue dikasih perintah?"
"Abisnya lo mempertanyakan kewarasan Kak Reo dan teman-temannya. Gue sih ngiranya lo pasti udah dikasi perintah."
"Lo pasti bakalan teriak kalo gue kasi tau."
Dira langsung memutar kepalanya dan menatap Kisha dengan pandangan mata seantusias mungkin. Ia tidak akan melewatkan perintah pertama yang diberikan pada temannya itu. Ia selalu ingin tahu apa yang diperintahkan pada setiap JOKER hanya untuk memuaskan rasa penasarannya.
"Ngga! Ayolah, Sha... demi rasa penasaran gue."
"Dan demi harga diri gue, gue ga akan mau bilang ama lo!" tegas Kisha membuat Dira mengerucutkan bibirnya
Kisha kembali memperhatikan gurunya yang sedang menulis sesuatu di papan tulis dan ia menyalin apa yang dituliskan ke buku catatannya. Melihat reaksi cuek Kisha, Dira mendengus keras.
"Lo ga seru nih."
Kisha berhenti menulis, melirik teman sebangkunya itu tidak mengerti,"Apanya?"
"Lo JOKER paling ga seru yang pernah gue kenal."
"Gue anggap itu pujian," sahut Kisha
"Ih, tuh kan. Biasanya tu JOKER selalu menceritakan perintah yang diberikan KING karena merasa terbebani sekaligus ingin cerita gitu ama yang lain. Eh lo malah cuek aja."
Kisha menghela nafas,"Abisnya emang perintahnya itu... ga masuk akal dan ga pantas diceritakan. Dan tenang aja, gue ga terbebani kok."
"Gue yang merasa terbebani! Ayolah, Sha... apa susahnya sih cerita ama gue? Gue temen sebangku lo, temen pertama lo di sekolah, cewek paling mengerti lo di sekolah, soulmate gue-"
"Oke, oke!" potong Kisha cepat,"Lo makin dibiarin malah makin ngedramatisir deh!"
Dira menyengir lebar,"Cocokkan gue jadi calon pemain sinetron?"
KAMU SEDANG MEMBACA
It's a game, baby!
RomanceBagaimana jika kebebasanmu direngut hanya karena sebuah permainan yang menjadi tradisi di sekolah barumu?
