Tak terasa bahwa penyelengaraan pensi akan diadakan seminggu lagi, semua persiapan sedang dilakukan oleh para anggota osis dan para perwakilan kelas yang akan menampilkan kreatifitas dan bakat yang mereka miliki.
Pensi akan diadakan disekolah dengan membangun sebuah panggung dan stan untuk setiap kelas yang akan menjual makanan ringan dari berbagai provinsi yang ada diIndonesia, pensi tahun ini semua siswa/i setuju akan mengundang Sheila On 7 sebagai bintang tamu.
Baik Annisa maupun Bagas mereka sama-sama sedang mempersiapkan diri untuk tampil dipensi nanti, mereka sepakat untuk menyanyikan lagu 'Indah Pada Waktunya - Rizky Febian ft Aisyah Aziz' dengan iringan gitar yang Bagas mainkan. Mereka berdua mendapatkan dispensasi untuk lebih banyak berlatih karena ini adalah permintaan langsung dari kepala sekolah agar murid emas mereka yang tak lain adalah Bagas bisa menampilkan yang terbaik untuk pensi ini.
"Kita lanjut latihan lagi, tapi sekarang kita nyanyi satu-satu tanpa duet. " Perintah Bagas kepada Annisa yang langsung dibalas dengan anggukan kepala.
Kini mereka berdua sedang berada diruang musik untuk berlatih dengan sisa waktu pensi yang mulai tinggal sedikit lagi, persiapa yang cukup maksimal karena sebelumnya mereka sudah berlatih dan tinggal memantapkan penampilan dan menjaga kesehatan terutama suara.
Cukup lama mereka berlatih kurang lebih 3 jam dengan mengulang lagu itu terus-menerus dan ada sedikit nada yang diubah karena mengikuti iringan dari gitar, 3 jam waktu yang singkat menurut Bagas karena ia sangat menikmati waktu bersama dengan Annisa dan nampaknya Annisa pun sama halnya dengan Bagas menikmati waktu latihan tidak seperti diawal pertama mereka berlatih dengan sifat Annisa yang kurang bersahabat.
"Gue laper, makan yuk? Udah waktunya pulang juga nih. " Kata Annisa sambil melihat jam dipergelangan tangan kirinya.
"Oke, lo balik gue anter sekalian kita makan. "
"Setuju. "
Setelah itu mereka berdua keluar dari ruang musik dengan bergandengan tangan tanpa adanya penolakan dari Annisa untuk menuju parkiran
dimana motor Bagas berada disana.
Annisa mengikuti perkataan dari Sofi yang menyuruh dirinya membuka lembaran baru yang membiarkan seseorang untuk sedikit masuk kedalam hidupnya untuk membantu melupakan Razka walau sulit untuk dilakukan. Dan inilah yang sedang Annisa lalukan berusaha membuka sedikit celah untuk Bagas agar bisa dekat denganya dan membantu dirinya untuk melupakan seorang Razka Abinaya.
Bagas memberikan helm kepada Annisa yang sudah ia siapkan khusus untuk gadis ini karena tadi malam ia mengajak Annisa untuk pulang bersama, setelah itu Annisa pun naik ke motor Bagas dengan bantuan berupa uluran tangan yang Bagas berikan untuk memudahkan Annisa. Motor sport itu pun pergi meninggalkan wilayah sekolah untuk bergabung dengan kendaran lain diluar sana.
Jalan ibu kota mulai dipadati dengan orang-orang yang pulang kerja membuat perjalanan mereka cukup lama dan ini merupakan hal bagus menurut Bagas karena ia bisa lebih lama bersama dengan Annisa. Akhirnya mereka pun sampai disebuah tempat makan kaki lima dengan gerobak bertuliskan 'Nasi Goreng'.
"Lo gak masalahkan kalo harus makan disini? "
"Yaelah santai aja udah sering gue makan beginian. "
Bagas pun memesan makanan dan duduk diatas kursi plastik berhadapan dengan Annisa. Bagas memperhatikan setiap detail dan bentuk dari wajah Annisa, Bagas baru menyadari bahwa Annisa memiliki bulu mata yang lentik dan juga hidung yang mancung.
"Woy liatinnya jangan lama-lama ntar suka sama gue loh," Kata Annisa dengan nada bercanda yang ia lontarkan.
"Gue udah suka sama lo dari awal kita ketemu. "
Annisa terdiam ditempat atas perkataan yang Bagas lontarkan barusan kepadanya, seperti ada sesuatu yang menghantam dirinya saat tahu bahwa Bagas menyukainya pada pandangan pertama.
"Permisi ini pesanan nasi gorengnya."
Suara pelayan itu membangunkan Annisa dari lamunannya akan Bagas, Annisa pun segera memakan nasi goreng itu dalam diam tanpa mengobrol dengan Bagas atau pun melihat kearah Bagas. Setelah mereka berdua selesai makan Bagas pun langsung membayar dan mengantarkan Annisa pulang kerumahnya.
Selama diperjalanan mereka hanya diam seribu bahasa dan nampak ada kecangungan diantara mereka, sesampainya didepan rumah Annisa, ia langsung turun dari motor Bagas.
"Thanks, udah nganterin Gue. "
Annisa pun berbalik badan untuk masuk kedalam rumah akan tetapi gerakannya terhenti oleh suara panggilan Bagas.
"Annisa. "
Annisa diam ditempat memunggungi Bagas tanpa ada niatan berbalik arah, "Gue tau ini sulit buat lo tapi gue pingin lo terbuka sama gue ceritain semua keluh kesah lo ke gue, gue pingin jadi bagian dari hidup lo karena gue sayang sama lo. "
Deg!
Seperti sebuah sengatan listrik yang menjalar diseluruh tubuh Annisa, perkataan yang dilontarkan Bagas itu sangat dihindari Annisa untuk saat ini karena ia belum bisa memberikan sebuah kepastian yang ia rasakan terhadap Bagas, ia tidak ingin memberikan harapan palsu kepadanya akan tetapi bagaimana dengan hatinya yang belum siap karena ini berjalan begitu cepat baginya.
"Gue tau lo belum bisa jawab sekarang tapi yang terpenting lo udah tau bahwa gue suka sama lo, sekarang gue mau pulang lo tidur yang nyenyak, perkataan gue yang tadi jangan terlalu lo pikirin."
Bagas pun menyalakan mesin motornya lalu melaju meninggalkan Annisa yang masih berdiri membelakanginya. Tanpa Bagas ketahui Annisa meneteskan air matanya, ada sebuah rasa bersalah yang melanda Annisa ingin rasanya ia membalas perasaan Bagas tapi apa daya dirinya yang masih terikat oleh tali masa lalu.
🎵🎵🎵🎵🎵
Hei hei hei
Gw balik lagi nih:v
Gimana nih dengan bagian yang ini?
Udah baper blm? Atau laper? :v
Jangan lupa buat Vote dan Commet ya readers kesayangan ku:v
salam, Rigel✌
KAMU SEDANG MEMBACA
Falling In Love
Novela Juvenil"Gue Bagaskara Alvonso berjanji ditempat ini, akan berjuang untuk mendapatkan hati lo, Annisa Andriani." -Bagaskara Alvonso "Maaf, karena perjuangan lo hanya akan menjadi butiran pasir dipantai. " -Annisa Andriani Ketika cinta menyatukan kedua makhl...
