[24] BUKAN PELAKOR

2.5K 308 120
                                        

-Bukan Pelakor-

"Kau tidak tidur, Hinata?" Tanya Kakashi.
"Teringat Sasuke-san?" Lanjut nya.

Hinata tidak menjawab. Dia hanya terduduk diam di sofa kamarnya. Dia memang menyewa hotel yang memiliki dua kamar.
Jadi Kakashi bisa satu kamar dengannya walau beda tempat tidur. Akan sangat merepotkan jika mereka berbeda kamar, Kakashi akan sering bolak balik karna Hinata akan selalu memanggilnya.

Hinata tadi juga memanggil Kakashi untuk masuk ke kamarnya. Wanita itu memberikan sekantong es batu untuk mengompres rahang Kakashi yang membiru karna mendapat pukulan Sasuke tadi.

"Aku harus bagaimana, Kakashi?"

Hinata menghela napas panjang. Kakashi duduk di sofa single di seberang Hinata.

"Aku sangat menyayanginya. Aku ingin memilikinya. Tapi dia punya keluarga."

"Bukankah Sasuke-san bilang kalau dia tidak mencintai istrinya? Kenapa mereka tidak bercerai saja? Bukankah dia sangat egois jika ingin memiliki keduanya?"

"Kau tidak mengerti, Kakashi. Sasuke-san punya anak yang masih kecil. Aku sendiri tidak bisa membayangkan anak sekecil itu harus menjadi korban perpisahan kedua orang tuanya. Dan kalau sampai hal itu terjadi, aku akan merasa sangat bersalah. Semua terjadi karna aku datang ke rumah itu dan menerima cinta Sasuke-san. Coba kalau sejak awal aku menolaknya, mungkin semua tidak akan serumit ini."

"Kau memang salah, Hinata. Tapi bukan sepenuhnya salahmu. Istrinya Sasuke-san juga salah, sebagai istri dia egois dan membuat suaminya berpaling. Mungkin Sasuke-san menemukan rumah yang dia cari pada dirimu, Hinata."

"Lalu aku harus bagaimana?"

Suara Hinata terdengar begitu pasrah. Dia tidak tahu harus lewat jalan mana lagi, semuanya jalan terasa buntu pada ujungnya.

"Acaranya berlangsung besok, Hinata. Besok setelah acara, mungkin Sasuke-san langsung kembali ke Jepang. Kau bersabarlah, setelah itu kau bisa terlepas lagi darinya. Aku sudah mengatur menerbanganmu ke Perancis yang sempat tertunda."

Hinata mengangguk. Namun entah mengapa, ada sesuatu yang mengganjal di hati nya.
Hinata merasakan perasaan khawatir, berdebar, dan perasaan tidak nyaman entah apa sebabnya. Hinata merasa kalau akan terjadi sesuatu yang begitu besar. Namun demikian, semoga itu hanya perasaannya saja.

Suara bell berbunyi-

Hinata dan Kakashi saling melirik.

"Orang gila mana yang bertamu di jam tiga pagi?" Gerutu Hinata.

"Biar aku yang melihatnya." Ujar Kakashi.

Tapi belum sempat Kakashi beranjak, Hinata lebih dulu menarik ujung kemeja Kakashi.
"Biar aku saja." Ucap Hinata. Dia masih merasa bersalah jika membuat Kakashi kerepotan. Terlebih saat Sasuke memukulnya tadi, Hinata jadi tidak enak hati.

Hinata pun beranjak. Baju tidur yang terlampau seksi itu memperlihatkan belahan dada yang begitu rendah. Paha mulusnya terlukis indah dengan dress yang super mini.
Hinata sudah biasa memakai pakaian seperti ini. Sejak dulu, sejak dia masih menjadi istri Naruto, Hinata memang terbiasa menggunakan pakaian yang menarik nafsu bagi pria lain. Jadi tidak heran kalau Sasuke langsung sampai berpaling dari Sakura. Tapi bukan itu alasan utamanya, alasan Sasuke berselingkuh karna dia tidak menemukan hal istimewa pada wanita lain selain Hinata seorang.

-BUKAN PELAKOR- ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang