Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Bukan Pelakor-
Akhirnya, setelah berulang kali gagal. Sakura bisa menghirup udara segar dengan berbagai cara yang telah di lakukan. Sungguh tidak mudah untuk kabur dari dalam sel penjara yang begitu ketat penjagaannya. Entah mungkin alam sedang memihaknya, Sakura pun bisa melancarkan aksinya untuk pergi dari dalam sel.
Sebenarnya Sakura tidak sendirian. Ada dua orang temannya lagi yang ikut kabur bersamanya. Mustahil bagi Sakura untuk melakukannya sendiri. Jadi dia bekerja sama dengan tahanan lain untuk merancang acara pelarian ini.
Sakura sempat singgah ke rumahnya bersama Sasuke dulu untuk mencari pria itu. Namun sayang, rumah itu bagai bangunan tanpa nyawa. Rumah yang tadinya megah nan hangat, kini terlihat suram dan di penuhi oleh jaring Laba-laba yang menghiasi setiap sudut ruangannya. Bahkan semua barang-barang mewah yang dulu terpajang epic, kini harus berselimut kan kain putih untuk menutupi semua itu.
Hati Sakura teriris. Hidupnya kini hancur sehancur-hancurnya. Tidak ada lagi kebahagiaan, tidak ada lagi putra kecilnya, dan Sakura lebih sakit menerima kenyataan kalau sudah tidak ada lagi Sasuke di dalam hidupnya.
Semua perjuangannya selama ini hancur sia-sia. Padahal Sakura bersusah payah mendapatkan Sasuke dengan menghalalkan segala cara, namun semuanya hilang bagaikan asap.
Ini semua karna ulah Hinata. Jika bukan karna wanita sialan itu, hidup Sakura mungkin tidak akan sehancur ini. "Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah membuka pintu rumahku, dan mempersilahkan wanita bajingan sepertimu masuk." Gumam Sakura lirih. "Tunggu pembalasan ku Hyuga Hinata." Lanjutnya.
Sakura memakai baju warna hitam dari atas sampai bawah. Dia juga memakai wig hitam untuk menutupi surai mencoloknya. Tidak lupa dia juga menggunakan masker dan topi untuk menutupi wajahnya.
Tidak mudah bagi Sakura untuk keluar sembarangan. Wajahnya sudah terpampang di seluruh negri sebagai burunonan yang paling di cari. Sakura tidak heran. Itu pasti ulah Hinata atau mungkin Sasuke sendiri yang membayar orang untuk menyebarkan berita tentangnya.
Meski begitu, Sakura tidak mungkin berdiam diri di dalam persembunyiannya. Dia tidak mau perjuangannya sia-sia lagi. Jika hidupnya hancur, setidaknya Hinata juga hancur. Itulah tujuan hidup Sakura saat ini. Setelah mendengar kabar pernikahan Sasuke dan Hinata, Sakura benar-benar kehilangan akal dan bersumpah akan menghancurkan semua kebahagiaan Hinata. Meskipun dia harus mengorbankan nyawanya sendiri.
~
Naruto sudah mendengar berita yang beredar. Pria itu menggeram marah setelah menerima telpon dari jajaran kepolisian kenalannya. Percuma dia membayar mahal atas hukuman Sakura, tapi mereka semua tidak becus menjaga satu tikus kecil seperti Sakura.