[26] BUKAN PELAKOR

2.4K 286 64
                                        

⚠️please ya, No revisi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⚠️please ya, No revisi.. Banyak typo. Diperbaiki kalau udah mood baik⚠️


-Bukan Pelakor-

"Kau... Tak ingin menemuinya, Sasuke-san?"































































.
































.






















Aku bertemu dengannya di suatu masa yang tak pernah aku lupakan sebelumnya.
Aku yang terlalu tertutup, diajak bersalaman olehnya, untuk sekedar bertukar nama di kala itu. Aku pun mengingat namanya dengan mudah karna namanya begitu cantik, secantik bunga di musim semi.

Sakura yang aku kenal, adalah seorang yang begitu ceria dan penuh kejutan.
Kepribadian yang baik dan pantang menyerah membuat aku nyaman ketika berada di dekatnya. Dia mengajakku melakukan hal baru, yang belum pernah aku lakukan sebelumnya.

Tidak pernah aku melihat Sakura bersedih ataupun menangis. Dia selalu menutupi segala hal dengan topeng terbaiknya.
Tak pernah terlewatkan olehnya untuk selalu mendukung apa yang sedang aku lakukan.

Bahkan ketika aku memperkenalkan Shion kepadanya, Sakura dengan hangat dan ceria menyambut Shion dan berkata bahwa aku beruntung mendapatkan gadis secantik Shion.

Aku masih ingat, dan mengingatnya dengan sangat jelas.
Ketika Shion memutuskan untuk mengakhir hidupnya, aku sempat ingin menyusulny agar aku bisa menemani Shion ke perjalanan panjangnya. Namun, aku berbalik saat mendengar bisikkan memanggil namaku.

"Sasuke-kun....."

Sakura memanggilku. Dia mengulurkan tangannya, memberikan sebuah gelas kaca berisi kisah yang akan mengubah seluruh takdirku.

Aku sempat kesal. Aku tidak pernah menyangka kalau Sakura menangis dan berlutut dibawahku, memintaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatanku.

Memangnya aku berbuat apa?
Aku tidak mengerti dengan semua yang dikatakan olehnya.

Sungguh malam itu aku tidak mengingat apapun, selain kegelapan setelah menerima gelas kaca pemberian Sakura. Dia berkata bahwa aku menghamili nya, dia bilang ada nyawa di dalam perutnya dan itu adalah hasil dari perbuatan ku.

Saat itu aku tidak bisa berfikir jernih.
Masalah yang menimpa Shion, kemudian Shion bunuh diri, semuanya berdekatan dengan Sakura yang berkata bahwa kita malam itu tidur bersama.
Tapi demi apapun aku bersumpah, aku tidak pernah ingat kalau pernah membuka kancing baju Sakura sedikitpun. Namun anehnya, dia tiba-tiba hamil anakku.

-BUKAN PELAKOR- ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang