Terdengar lucu,
Bagaimana kau mau
Dan rela
Terluka
Untuk membuat dia bahagia.
Walau kau tahu
Dia tak akan pernah melakukan hal yang sama
-
- Minggu, 22 Juli
“Ah… Aku rindu rumahku.” Kai merebahkan dirinya di lantai saat detik pertama dia sampai di ruang tengahnya.
Sehun memutar bola matanya, melemparkan tasnya ke sofa dan ikut mengistirahatkan tubuhnya di lantai dengan Kai sebagai sandaran.
“Bagaimana mungkin kau bisa bicara begitu,” Sehun menyikut punggung Kai dan membuat Kai mengaduh.
“Kau tahu kalimat ‘ibuku memperlakukan kekasihku seperti anaknya sendiri,’ aku tak ingin itu terjadi.” Kai bangkit dan terus mengelus punggung yang menjadi korban Sehun.
“Kenapa memang?” Tanya Kai.
“Ibuku mengacuhkanku.” Sehun memberikan ekspressi sulking terbaiknya.
“Oh… please… memang ibuku tak pernah begitu padamu tiap kau datang?” Kai mengambil minuman di kulkas dan melemparkan salah satunya pada Sehun. Sehun butuh mendinginkan kepalanya.
“Iya, memang, tapi ibumu tak begitu lama, paginya dia bahkan tak pernah melihat kita pergi pulang.”
“Karena ibuku masih tidur.”
“Kalau begitu berhentilah untuk berkunjung di hari Minggu dan harus pulang Senin dini hari, untuk apa hari Sabtu libur kalau itu rencanamu.” Sehun meneguk minuman yang sebelumnya dilempar Kai, sementara Kai hanya menjawab dengan berdehem.
“Aura apa ini, apa sedang terjadi perkelahian suami-suami?” Terlihat sosok Luhan yang mengibaskan kedua tangannya, mengusir aura yang tadi ia sebutkan.
“Luhan, ada botol yang masih penuh berisi air di tanganku, aku bisa melemparnya kapanpun.” Sehun kini menatap Luhan dengan memicingkan matanya.
“Sorry sorry, aku tak bisa menahannya, ketika aku masuk aku mendengar kalian meributkan tentang ibu. Kalian memang anak manja.” Luhan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum yang membuat Sehun serius ingin melemparkan botol di tangannya.
“Luhan, Sehun mungkin saja melemparkan botol itu, tapi aku bisa saja melemparkan meja ini.” Kai memberikan smirk dia dan dengan segera Luhan berhenti menggoda mereka.
“Aku kemari untuk memberitahu Sehun untuk datang esok pagi ke kantor, ada misi yang harus kita lakukan.” Luhan duduk di kursi berhadapan dengan Kai.
Jangan tanya kenapa Luhan bisa menerobos masuk begitu saja.
Sehun dan Luhan memang terlalu dekat sampai Sehun dengan percaya memberitahu Luhan kode apartmentnya.
Dan hasilnya, tak terhitung berapa banyak makanan yang Luhan habiskan.
Juga berapa malam yang tanpa mereka sadari Luhan ada dan mendengarkan mereka berdua.
Kai juga tak keberatan. Kai sama dekatnya dengan Luhan seperti Sehun.
“Rasanya baru kemarin aku menyelesaikan misi.” Sehun memegang keningnya merasakan rasa lelah mendadak, akhir-akhir ini dia sibuk sekali.
“Bro we literally always in the same mission, so, hell yeah.” Luhan meneguk botol minum yang sebelumnya Kai minum.
“Jadi, misi apa kali ini?” Kai mulai bertanya.
“Entah, mungkin seperti biasa penyelundupan senjata, atau narkoba.” Luhan hanya mendengar perintah singkat dari Joonmyeon dan pergi langsung ke tempat Sehun.
“Jika mungkin penyelundupan kalian harus waspada, akhir-akhir ini kita selalu ketahuan.”
Sehun menarik napas dalam mendengar itu, dia selalu tahu yang selalu harus dia lakukan adalah melakukan yang terbaik, entah itu berakhir dengan kegagalan atau berhasil.
Dan hal penting lain, jangan membuat temanmu terluka.
Sehun tak pernah peduli dia akan mati atau tidak.
“Kau tak akan apa-apa.”
Sehun tak menyadari Kai sudah berada di depannya, dan tersenyum padanya, menyisir pelan rambut poni yang menutup matanya.
Sehun tak peduli dia akan mati atau tidak,
Tapi pada faktanya Sehun tak ingin melihat dia yang ia sayangi bersedih karena dirinya.
*
*
*
Hi ^^
Thanks for reading ><
Serious time...
Next Chapt: I Dont Want Anyone to get Hurt.
If you like it, Tell me please~~~
Dan kalau ada yang tidak dimengerti, Let me know~~~
Support kalian berarti banyak buatku ><
C u next time (^^)/
KAMU SEDANG MEMBACA
Smile on my face || KaiHun
Fanfiction[END] [Crime Au | Main: Kaihun, Slight: Lumin] Sehun tahu semua resiko yang dia miliki saat dia memutuskan menjadi polisi, tersakiti, terkhianati, juga mati. Jatuh cinta sangat dalam pada seseorangpun menjadi salah satunya.
