Semua orang punya sisi ini dari dalam dirinya,
Sisi dimana dia tak ingin ada satu orang pun yang tahu,
Dia menguburnya,
Membunuhnya,
Dan menyimpannya sendiri.
-Kamis, 20 Mei
“Jongin, sekarang kau tinggal bersama ayah,” Jongin melihat tangan besar ayahnya menggenggam tangannya, Jongin tak melihat ibunya. Bahkan mungkin sudah lebih dari seminggu dia tak bertemu ibunya.
Jongin tak pernah bertanya, tak merasa perlu tahu jawabannya.
“Ayah akan menunjukkan bagaimana hidup itu sebenarnya.”
Iya, hidup di dunia yang kotor dan menyedihkan.
Di usia sangat muda Jongin sudah melihat banyak orang yang menjerit ingin mengakhiri hidupnya.
Dan Jongin sudah terlalu handal membunuh rasanya, dia tahu jika dia jatuh terlalu dalam dengan perasaannya dia juga akan dibunuh dengan kekecewaan seperti mereka.
-Senin, 09 Februari
“Perkenalkan, aku Kim Kai,” Semua mata tertuju pada pria yang baru saja memperkenalkan dirinya.
Jongin memberikan mental note dalam pikirannya,
Pria dengan wajah paling feminim memperhatikanku terlalu lekat, perlu dijauhi.
Pria dengan wajah bulat yang terlihat lebih muda dariku terlihat sangat dewasa, perlu dijauhi.
Pria dengan kantung mata yang sangat jelas itu terlihat butuh tidur, perlu diberi kopi.
Dan
Pria dengan kulit sangat putih itu… terlihat menyedihkan, abaikan saja.
“Ini hari pertamaku bekerja disini.” Jongin sebisa mungkin tersenyum.
Menjadi mata-mata disini adalah hal mudah untuk Jongin.
Info, latar belakang, hal itu sudah dibuatkan oleh organisasinya.
Jongin sangat pandai berpura-pura.
Terlalu pandai sampai ayahnya sendiri tak tahu Jongin adalah satu dari mereka yang mungkin akan diberi kesempatan mencoba drug buatan organisasi ayahnya.
Iya, Jongin sudah lama ingin mati.
Konyol, ternyata walau dia membunuh rasanya, dia tak bisa menghindari hal itu.
-Selasa, 05 Mei
‘Jongin kau membutuhkan seseorang yang bisa jadi shield untukmu.’ Ucap ayah Jongin di seberang sambungan teleponnya.
Jongin meneguk minuman di botolnya sambil menatap langit gelap.
Jongin sama sekali tak ingin ada cahaya dari dalam apartmentnya saat ini, Jongin agak tertawa karena fakta kegelapan mulai menjadi temannya.
“Aku tahu, tapi aku tak yakin ada orang yang mau memperjuangkanku.” Jongin mendengar suara ayahnya tertawa.
‘Kau mempunyai charm dariku, kau juga dapat memanipulasi mereka.’ Kini giliran Jongin yang tertawa.
“Iya, itu adalah hal mudah. Maksudku tak ada orang yang punya power yang bisa melindungiku.” Jongin melihat cahaya baru dari atas nakasnya, cahaya dari layar ponsel yang menandakan ada pesan masuk.
Ponsel khusus untuk kehidupan palsunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Smile on my face || KaiHun
Fanfiction[END] [Crime Au | Main: Kaihun, Slight: Lumin] Sehun tahu semua resiko yang dia miliki saat dia memutuskan menjadi polisi, tersakiti, terkhianati, juga mati. Jatuh cinta sangat dalam pada seseorangpun menjadi salah satunya.
