The Question Without Answer

420 63 7
                                        

Sehun, kau tahu?

Aku tahu kau bukan lah orang yang tidak akan menyakitiku,

Aku tahu kau juga akan melakukan hal yang sama dengan yang lain,

Aku hanya berharap kau adalah orang terakhir yang akan menyakitiku,

Karena bukankah aneh

Untuk terus bertahan hidup setelah orang yang paling kau sayangi menyakitimu?

- Selasa, 25 Desember

Sehun  mengehembuskan napas panjang untuk menghangatkan tangannya. Setiap hembusan napas dia diikuti oleh kabut.

Benar-benar malam natal.

“Kau tak papa?” Tanya Luhan yang berada di sampingnya.

Sudah sewajarnya untuk Luhan khawatir akan keadaan Sehun, bahkan semua orang juga tahu Sehun adalah yang paling mengkhawatirkan di keadaan ini.

“Iya, aku hanya sedang memikirkan sesuatu.” Sehun bersandar pada batas perahu yang sedang dia naiki.

Semua polisi berangkat di jam yang berbeda untuk menghindari kecurigaan, Sehun dan Luhan merupakan yang terakhir untuk berangkat dan saat ini menunjukkan pukul 5 sore.

“Tentang?” Sehun kembali menarik napas panjang sebelum menjawab,

“Jika hal yang sama terjadi lagi, jika hal yang kulakukan hanya tinggal menembak Kai dan mengakhiri semua, lalu lagi aku terhenti karena banyak hal, apa dia akan menembakku lagi?” Sehun menatap langit sore hari itu, ketika bahkan langit tak jelas menunjukkan malam atau siang, warna oranye yang bercampur dengan warna lain tanpa nama.

Kau ragu juga?

“Hmmm, kita membicarakan Kai, mengalahkan dia adalah hal yang sulit jadi ketika punya kesempatan akan lebih baik untuk melumpuhkan gerakan dia. Tapi sekali lagi, dia Kai, setelah melumpuhkan dia pun belum tentu kita tetap akan menang,” Untuk hal itu Sehun sudah jelas mengetahuinya.

“Tapi kau tahu, jika aku yang nanti akan berhadapan dengan Kai, aku akan sebisa mungkin tak membunuhnya.” Luhan menepuk punggung Sehun coba memberi dia sedikit semangat.

“Jangan melakukan itu, kau akan mati. Apapun yang terjadi biarkan aku yang menghadapi Kai. Walau aku tak punya jawabannya sekarang, jika detik itu terjadi aku akan melakukan apapun yang memang harunya kulakukan saat itu.”

Dan Luhan tak dapat mengatakan apapun setelahnya.

BAM

Sebuah ledakan terdengar tak jauh darisana, tepatnya di tempat markas incaran mereka.

“Apa yang terjadi? Bukankah penyergapan akan dilakukan beberapa jam lagi?” Luhan berdiri dari perahu itu dengan kecemasan dan membuat perahu sedikitnya oleng karena gerakan mendadak itu.

“Ada kepastian kalau kita ketahuan dan hanya bisa melakukan penyergapan lebih cepat dari seharusnya.” Sehun berusaha mengeluarkan radionya tapi tidak ada apapun, kepastian sinyal belum sampai kemari.

Smile on my face || KaiHunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang