All About His True Feeling

585 49 1
                                        

Beberapa orang hidup bagai boneka.

Bukan karena mereka tak hidup,

Bukan karena mereka tak berguna,

Tapi karena mereka lupa tujuan hidup mereka,

Mereka lupa apa yang membuat mereka bahagia.


- Senin, 24 Desember.

Jongin mengingat bagaimana rasanya saat dia bertemu lagi dengan Sehun di pesta Moonkyu.

Bahkan di langkah pertama Sehun masuk pandangan mata Jongin tak lepas dari dia.

Dia sadar seberapa konyol perasaan itu dan

Seberapa kuat perasaan itu.

Tapi Jongin tak mengerti.

Seharusnya Kai yang mencintai Sehun, bukan dia.

Bernapas tapi tidak hidup.

Yang mana adalah kehidupan Jongin?

Dan

Yang mana adalah kehidupan Kai?

Jongin membenci ini.

Jongin benci bagaimana orang yang sebenarnya Sehun cintai bukanlah dia.

Bukan lah Kim Jongin.

Dan,

Kim Jongin begitu mencintai Oh Sehun.

- Selasa, 25 Desember

Hidup yah…

Jongin tak dapat melakukan apapun dan hanya terdiam dengan Sehun di depannya yang mengacungkan pistolnya padanya.

Dia bahkan belum pernah hidup sebelum akhirnya dia akan mati saat ini.

Tapi Sehun tak pernah menembakkan pistolnya.

Dia hanya kembali bertanya pertanyaan yang Jongin tak memiliki jawabannya.

Ada apa dengan pria ini, Sehun sudah jelas tahu dia bukan Kai.

Kai bukanlah dirinya.

Kehidupan Kai bukanlah kehidupan dia.

Tangan dia begitu kotor dan tak seharusnya tangan dia menggenggam tangan Sehun.

“Katakanlah, Jongin.”

Jongin.

Mendengar Sehun mengucapkan nama dia membuat Jongin tahu,

Kehidupan Kai dan Jongin adalah sama bagi Sehun.

Kehidupan sesaat yang Jongin rasakan tetaplah kehidupannya walau itu bukan dirinya.

Kai yang selama ini hidup di kehidupan itu adalah dia,

Jongin.

Tapi ada hal yang harus Jongin bayar.

“Berhenti disana!” Jongin berlari menuju Ayahnya saat mendengar itu.

Dan seperti dugaannya dia benar-benar bisa menggertak polisi dengan kalimatnya.

Dan yang terakhir,

“Dan Oh Sehun, aku ingin kau mengatakan sesuatu, aku ingin kau berkata kau membenciku.” Apa yang sebenanya Jongin pikirkan? Entahlah.

Jongin hanya ingin Sehun membencinya, dengan begitu dia bisa pergi begitu saja.

Mati tanpa benar-benar hidup.

“Aku membencimu,”

“Aku benci bagaimana kau bisa masuk ke dalam hidupku dan menjadi pemeran utama di setiap chapter ceritaku,”

“Aku benci fakta yang kubutuhkan hanyalah senyumanmu untuk membuat perasaanku lebih baik,”

“Aku benci bagaimana hari Rabuku selalu diawali dengan lagu yang kau request di radio,”

“Aku benci kenyataan apapun yang kau lakukan hatiku tak bisa berubah,”

“Aku benci diriku yang tak bisa membencimu,”

“Aku membencimu, Kim Jongin.”

Haha, aku bodoh yah.

Gomawo.’

Untuk meyakinkanku kalau Jongin ini juga pernah hidup.

Jongin hanya ingin meraih tangan itu sebentar.

Dia dapat melihat seberapa banyak air mata mengalir dari mata Sehun.

Dan saat dia berbalik untuk menjatuhkan diri dia dan Ayahnya, Jongin tahu sesuatu.

Hanya untuk beberapa menit itu,

Hanya beberapa menit itu saat Sehun mengatakan segalanya,

Hanya pada saat itu dia sadar,

Rasanya hidup itu menyenangkan yah.

*

Smile on my face || KaiHunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang