The Day Before Yesterday

443 62 12
                                        

Terkadang aku tertawa mendengar orang berkata
‘ada pilihan yang lebih baik’,
Bagaimana jika pilihan yang lebih baik itu tak ada?
Bagaimana jika hanya ada jalan buruk sebagai pilihanmu,
Tapi bahkan jika itu terjadi pun,
Kau orang yang kuat kan?

- Sabtu, 22 Desember

Joonmyeon mulai berdiri dari duduknya, menghela napas panjang untuk memulai rapat kali ini.

“Seperti yang kalian tahu,” Semua mata mulai memandang pada Joonmyeon

“Atas kasus yang terjadi baru baru ini, kita berhasil mendapatkan narkoba dari kelompok Black Pearl dalam jumlah yang terhitung cukup untuk mendapatkan darimana semua asal dari narkoba tersebut.” Joonmyeon menatap kearah Kyungsoo, mempersilahkan dia untuk melanjutkan.

“Kami sudah melakukan yang kami mampu dan dapat menyimpulkan semua bahan-bahan terdapat di laut.”

Seolah dipermainkan oleh takdir Sehun kembali mengingat kalimat dari Kai tentang bagaimana dia membenci laut.

Jika saja dia tahu, jika saja dia tahu semua ini, mungkin dia tak akan merasa lebih bodoh lagi.

Kini Joonmyeon yang kembali melanjutkan,

“Dan dari keterangan itu pula kami sudah berusaha meminta kerja sama dari pihak lainnya untuk mencari tahu dimana tempat semua ini kemungkinan terjadi.” Para polisi mulai berbisik dengan keras mendengar hal itu.

“Jadi, apa kita sudah menemukan tempatnya?” Tanya Jongdae yang berada di samping Sehun.

Keheningan seketika memenuhi ruangan, dan Sehun tahu saat ini Joonmyeon sedang menatap dia langsung, memastikan apa Sehun ingin mendengarnya atau tidak.

Dan jika saja Sehun bisa memilih pilihan yang mungkin bisa menunjukkan ego nya, dia akan memilih itu.

“Ya, kami sudah menemukannya.” Tapi siapa Sehun yang berhak kalah oleh perasaannya.

“Dimana pasti tempat mereka dan bagaimana mungkin kita bisa sampai tak menyadarinya?” Tanya Yifan, dan ini mungkin adalah pertanyaan yang semua polisi selalu miliki.

“Salah satu pulau terpencil di daerah Selatan, tak ada yang curiga karena selain markas mereka tidak sangat besar maupun bernuansa tak terawat, penduduk setempat bilang aktivitas di tempat itu sangat lah normal, mereka selalu menjemur rumput lau. Thats all.” Jawab Joonmyeon.

Memang terdengar sangat mudah tapi tanpa bukti kuat bahkan polisi tak dapat bertindak apapun dan itu yang menghambat mereka. Ditambah tak ada satupun orang yang mencurigai tempat itu.

“Apa itu berarti kita akan melakukan penyergapan dalam waktu dekat?” Pertanyaan itu datang dari Luhan.

“Iya, bahkan waktunya sudah ditetapkan.”

“Kapan?” Dan Sehun untuk kali ini dapat mengeluarkan suaranya.

Semua orang memandang Sehun, dan Sehun tahu beberapa dari mereka mulai berbisik hal yang akan menyakitinya jika saja Sehun dapat mendengarnya lebih jelas.

Tapi dapatkah hal itu lebih menyakitinya dari rasa khawatir, perih dan campuran banyak hal lainnya di Sehun saat ini?

“25 Desember.”

Smile on my face || KaiHunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang