Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, tidak ada unsur kesengajaan dan hanya kebetulan semata.
WARNING: BL, Boyxboy, Gay stories, Omegaverse, Mafia AU.
Sexual explicit scenes
| Chapter 6: Touch |
Nieuwe Stad, Distrik 1
MOBIL roll royce phantom hitam milik Rasha berhenti tepat di lobby gedung Zeven Kruin—salah satu gedung pencakar langit tertinggi di distrik 1 yang memiliki 81 lantai—diikuti oleh mobil Mercedez benz hitam yang mengekor tepat di belakangnya. Dengan sigap para pengawal keluarga Mahapraja itu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Rasha.
Rasha turun dari mobilnya lalu perlahan ia mengancingkan coat yang dikenakannya. Ia tampak formal dalam setelan coat, vest dan celana panjang berwana abu-abu tua.
Kakinya melangkah perlahan namun pasti masuk ke dalam gedung itu, diikuti oleh Gardha, Rivano dan dua orang pengawal keluarga Mahapraja lainnya. Ketika Rasha sedang menunggu pintu lift yang terbuka, ada seseorang yang datang menghampirinya dari belakang.
"Rasha Mahapraja." sapa laki-laki itu sambil menarik senyum simpul.
Rasha menoleh ke belakang sedikit lalu menganggukkan kepalanya sambil balas tersenyum. "Pagi, Kinan."
Kinansih Dhananjaya tersenyum ramah lalu merangkul tubuh Rasha yang lebih kecil darinya, menepuk punggungnya beberapa kali sebelum melepaskannya lagi. Bahasa tubuh keduanya memancarkan keakraban.
"Beberapa hari yang lalu aku kaget pas Ragasha gantiin kamu datang pertemuan. Katanya kamu sakit. Udah enakan?" tanya Kinan kembali membuka pembicaraan.
Rasha hanya menarik senyum simpul sebagai ganti jawaban. Dan keengganan Rasha untuk memberikan keterangan disalahartikan oleh Kinan.
"Well, heat is tough, doesn't it?" tanya Kinan mengambil kesimpulan sepihak. Ada rasa simpati dari nada bicaranya. Ia menatap Rasha sejenak sebelum kembali menambahkan tawa kecil—membuat suasana itu tak tampak terlalu serius. "Kamu seharusnya segera ditandai supaya siklus heatnya nggak terlalu berat. And just for the record, I'm always open for that option."
Rasha mengangkat alis samar. Ia lalu menatap Kinan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Alpha di hadapannya ini bertubuh tegap meskipun tinggi badannya nyaris sama dengan Rasha. Rambutnya berwarna coklat, senada dengan warna iris matanya yang menyerupai madu. Dalam balutan jas berwarna abu-abu muda yang tampak pas di badannya, siapa pun pasti setuju kalau Kinan memang tampak menarik secara fisik. Tapi, butuh lebih dari sekedar penampilan fisik yang menarik untuk dapat merebut perhatian Rasha.
"I'm not interested."
"Ouch, that's hurt. Although I look like this, I still one of the seven, you know? You should at least consider it, Rasha."
"Don't push your luck, Kinan."
Kinan terkekeh lagi. Ia tentu tidak serius dengan tawarannya, tapi jawaban Rasha yang selalu kelewat serius adalah hiburan tersendiri baginya. Lalu ia kembali menambahkan gurauannya, "Yah, kalau dibandingin sama pewaris tunggal keluarga Ankawijaya, saya udah pasti lewat, ya?" tanya Kinan sambil menghela nafas panjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE BΩSS [BXB]
General Fiction"What if" Rasha take the throne? THE BOSS S t a t u s : c o m p l e t e [ 2018 - 2020 ]
![THE BΩSS [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/136534735-64-k185080.jpg)