Chapter 14: Twist

4K 379 37
                                        

Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, tidak ada unsur kesengajaan dan hanya kebetulan semata.

WARNING: BL, Boyxboy, Gay stories, Omegaverse, Mafia AU.

A/N:
Another accreditation. Sucks.

| Chapter 14: Twist |


Oude Stad, Distrik 1


GUNCANGAN halus pada mobil yang sedang ditumpanginya membuat Rasha tersadar dari lamunannya. Ia lalu berhenti menopangkan dagu, menatap jalanan di hadapannya sebelum akhirnya melirik ke arah Alfa yang duduk di sebelahnya. Alfa tampak duduk dengan tenang sembari tetap memandang lurus ke depan, namun Rasha bisa melihat sang alpha tengah menahan sudut bibirnya agar tidak meninggi.

"Shut up." ujar Rasha sambil menatap ke arah Alfa. Ia tampak memutar bola matanya.

Alfa menoleh lalu tertawa kecil. Matanya melengkung nenyerupai bulan sabit. Ia pun menyahut pelan sembari tersenyum, "What? I didn't say anything, Acha."

"Yes, but your mind speaks so loud."

Alfa tertawa lagi sembari memiringkan kepala dan menutupi senyumannya dengan sebelah tangan—menata ulang ekspresi wajahnya. Ia terdiam beberapa saat menatap sang omega sebelum akhirnya mengulurkan tangan dan menaikan jas miliknya yang dikenakan oleh Rasha—menutupi bekas gigitan Alex. Raut wajahnya kembali berubah serius.

Alfa memang tidak berkata apa-apa, namun seperti bisa membaca isi kepala laki-laki yang berusia lebih muda darinya itu, Rasha berkata dengan suara tenang, "I'm okay, don't worry."

Alfa masih terdiam memandangi wajah Rasha. Di sudut bibir sang omega itu masih tampak luka yang sebelumnya disebabkan oleh Mahendra. Alis Alfa bertaut samar—meski raut wajahnya tidak banyak menunjukkan perubahan emosi.

"I'm sorry." ujar Alfa pelan. Ia mengusap luka di sudut bibir Rasha yang sudah mengering dengan ibu jarinya.

Rasha menggelengkan kepala sembari menarik turun tangan Alfa. Ia berkata, "Kamu nggak salah. Semua ini terjadi karena aku yang lalai." Matanya menatap lurus ke arah Alfa dan ia kembali menegaskan, "And I'm not your responsibility, Alfa. I can take care of myself."

Alfa diam sebelum menggangguk. Rasha lalu melempar pandangannya ke arah jalanan di depannya.

"Lalu? Apakah ada perkembangan baru yang perlu aku ketahui?" tanya Rasha, mengganti topik pembicaraan.

"Tadi Cakrawangsa menghubungiku. Dia bilang ada hal yang harus dibicarakan oleh seluruh kepala keluarga svar sapta." ungkap Alfa.

"Axel? Menghubungi seluruh kepala keluarga svar sapta?" tanya Rasha. Sedikit banyak tampak perubahan pada raut wajah Rasha ketika ia sadar bahwa tidak ada pemberitahuan apa pun dari Axel untuknya. Namun ia masih mencoba berbaik sangka dan memikirkan kemungkinan lain. "Aga sudah tahu mengenai pertemuan itu?" tanya Rasha lagi.

Alfa menggeleng.

"Kurasa belum. Sepertinya Cakrawangsa sengaja tidak memberitahu Mahapraja perihal pertemuan ini." jawab Alfa. "Banyak spekulasi yang saat ini tengah beredar, tapi informanku mengatakan bahwa pertemuan itu akan membahas tentang isu pemberontakan keluarga Mahapraja kepada svar sapta."

THE BΩSS [BXB]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang