Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, tidak ada unsur kesengajaan dan hanya kebetulan semata.
WARNING: BL, Boyxboy, Gay stories, Omegaverse, Mafia AU.
Sexual explicit scenes
| Chapter 13: Claim |
Oude Stad, Distrik 1
ALEX menahan napas. Meski sedikit banyak ia sudah bisa menerka sejak awal pertemuan mereka bahwa Rasha bukanlah sembarang orang, pemandangan di depannya sekarang tetap membuatnya terkagum. Ia hanya bisa mengedipkan matanya berulang kali sambil mengapresiasi keindahan arsitektur bangunan bergaya mediteranian modern di hadapannya.
Rasha mematikan mesin mobilnya saat mereka sampai di portico—tepat di depan pintu utama mansion—dan langsung turun dari mobil. Alex pun menyusul sang omega dan ikut turun dari mobil royce rolls phantom hitam milik Rasha.
Sembari mengikuti langkah kaki omeganya masuk ke dalam rumah itu, Alex melihat ke arah sekelilingnya. Seperti rumah bergaya mediterania pada umumnya, mansion ini menampilkan fasad yang luas dan simetris. Tampak banyak jendela di dalam mansion serta pintu melengkung di sekelilingnya—sengaja dirancang agar sirkulasi udara dapat mengalir dengan baik.
Kaki Rasha melangkah masuk menyusuri luas mansion itu tanpa ragu, seakan ia memang sudah hafal denah bangunan ini di luar kepala. Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan guest house yang terletak di dekat kolam renang—terpisah dari bangunan utama.
Rasha membuka pintu dan mempersilahkan Alex untuk masuk terlebih dulu sebelum akhirnya ia menyusul di belakangnya. Rasha kembali menarik napas panjang setelah ia mengunci pintu itu. Ia memejamkan mata sejenak sebelum ia berbalik dan menghadap ke arah sang alpha.
"Alex," panggil Rasha pelan.
Sang alpha yang semula sedang melihat ke sekeliling menoleh ke arah Rasha lalu tersenyum lebar, "Ya, Rasha?"
Rasha menggulung bibir. Sungguh, ia tidak tahu harus mulai menjelaskan darimana. Semua rangkaian kata yang sudah ia coba susun dengan baik di dalam kepala mendadak berhamburan ketika sepasang mata sewarna madu itu menatap lurus ke arahnya.
Melihat Rasha yang tampak ragu, Alex kembali melangkahkan kaki ke arah sang omega lalu mengusap pelan wajah Rasha dengan sebelah punggung tangannya. "What is it? What's on your mind?" tanya Alex. Ia lalu kembali menambahkan, "What can I help?"
Rasha mendongakkan wajahnya sedikit, menatap lurus ke arah alphanya. Seharusnya ini bukanlah hal yang rumit; Rasha hanya perlu merujuk pada kontrak yang sudah mereka tanda tangani sebelumnya dan meminta Alex untuk segera menandainya. Setelah ditandai, maka Alex tidak berhak untuk menemuinya lagi dan Rasha dapat mendampingi kakak kembarnya dalam perang antar keluarga Mahapraja dan Daneswara. Seharusnya.
Sayangnya, Rasha tidak memperhitungkan kemungkinan bahwa ia betul-betul akan jatuh hati pada sang alpha. Meminta Alex untuk memenuhi perjanjian mereka sekarang seakan menegaskan bahwa hubungan hanya sebatas kontrak; padahal keberadaan Alex baginya jelas tidak sebatas itu. Sialnya lagi, sekarang Rasha juga tidak dapat membayangkan dirinya ditandai alpha lain selain Alex. Kini ia tidak hanya kehabisan pilihan namun juga waktu—mengingat perang yang akan dimulai kakaknya dapat dimulai kapan saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE BΩSS [BXB]
Narrativa generale"What if" Rasha take the throne? THE BOSS S t a t u s : c o m p l e t e [ 2018 - 2020 ]
![THE BΩSS [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/136534735-64-k185080.jpg)