Chapter 10: Kiss

5.1K 484 30
                                        

Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, tidak ada unsur kesengajaan dan hanya kebetulan semata.

WARNING: BL, Boyxboy, Gay stories, Omegaverse, Mafia AU.

| Chapter 10: Kiss |



Nieuwe Stad, Distrik 1


PEDAL gas mobilnya terus ia injak hingga spedometernya menunjukkan angka konstan di atas 100 sementara ia menatap lurus ke jalanan kosong di depannya. Sudah setengah jam berlalu dalam keheningan sempurna, dan kali ini Alex memutuskan untuk memecahkan kesunyian itu.

"Rasha, kita mau kemana?" tanya Alex. Ia lalu melihat ke arah Rasha yang masih memacu mobilnya di atas kecepatan 100 dan kembali memastikan sabuk pengamannya sudah terpasang dengan baik. "Rasha, you're driving too fast." sambungnya lagi dengan kening berkerut samar.

"Kita menuju ke hotel, Alex." jawab Rasha singkat. Ia lalu melirik ke arah sang alpha dan bertanya retoris, "Kamu nggak ada acara setelah ini, 'kan?"

"Aku—"

"Saya anggap tidak."

Alex mendesah. Sikap dominan sang omega memang tidak berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Sesungguhnya Alex tidak masalah jika harus menghabiskan malam bersama Rasha, hanya saja setidaknya ia ingin menjelaskan kepergiannya kepada Adri yang pergi bersama dengannya ke distrik 5.

"Paling nggak boleh aku telpon Adri untuk mengabari kalau aku udah pulang duluan? Aku nggak mau Adri khawatir dan nyari aku."

"Kamu kesana berdua dengan Adri?"

"Iya, dia minta aku nemenin kesana."

"Untuk?"

"Ada salah satu pejabat pemerintahan yang terlibat skandal. Adri bilang pejabat itu beberapa kali pernah terlihat di rumah bordil di distrik 5."

"Kenapa Adri mengikuti pejabat itu?"

"Oh, aku belum bilang kalau pekerjaan Adri itu wartawan ya?"

Rasha hanya menggumam pelan sambil menganggukkan kepalanya. Pantas saja waktu itu Adri merasa pernah melihatnya saat pertama kali mereka bertemu. Dalam hati Rasha berjanji untuk lebih berhati-hati lain kali—mungkin ia akan meminta Gardha untuk mengawasi pergerakan Adri.

"Kalau kamu? Kamu ngapain ada di tempat seperti itu, Rasha?" tanya Alex.

Rasha melirik ke arah sang alpha lalu segera mengalihkan pandangannya lagi ke arah jalanan di depannya. Ia hanya menyahut singkat, "Itu bukan urusan kamu, Alex."

"Rasha," panggil Alex pelan. Ia terdiam sejenak sembari menatap lurus ke arah sang omega. "Kamu... kamu nggak sedang mencari alpha lain untuk menandai kamu, 'kan?" tanyanya dengan wajah khawatir.

Rasha meninggikan alis. Sebetulnya ada banyak hal yang bisa ia katakan untuk menyanggah tuduhan Alex yang tidak berbasis, namun ia memilih untuk menyimpannya dalam hati. Ia melirik ke arah Alex sambil menarik segaris senyum.

"Kalau iya?"

Ketika itu Rasha tidak menyangka kalau Alex akan mendadak menarik tangan kirinya yang sedang memegang persnelling mobil. Dengan sebelah tangan masih memegang kendali setir mobil, Rasha melirik ke samping. Sepasang mata Alex kini sudah berubah warna menjadi merah. Rasha juga dapat melihat sederet taring alpha yang berusaha ditutupi oleh Alex.

THE BΩSS [BXB]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang