Chapter 22: Miscalculation

2.8K 322 35
                                        

Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, tidak ada unsur kesengajaan dan hanya kebetulan semata.

WARNING: BL, Boyxboy, Gay stories, Omegaverse, Mafia AU.


| Chapter 22: Miscalculation |




Niuewe Stad, Distrik 1




NAPAS Rasha tertahan di tenggorokan. Pandangan matanya tidak teralihkan dari sosok alphanya yang kini semakin mendekat ke arah Andrea—Alex tidak tampak berniat untuk melarikan diri seperti apa yang Rasha minta. Jantung Rasha berdebar cepat, mengantipasi apa yang akan terjadi setelah ini. Namun apa yang Rasha ekspektasi tidak datang. Napasnya makin tertahan untuk alasan yang berbeda.

Di luar dugaan, Alex dapat dengan lihai menghindari seluruh peluru juga pukulan yang dilepaskan oleh Andrea dan justru berhasil mendaratkan satu pukulan pada daerah abdomen Andrea. Sayangnya, pukulan Alex terlalu pelan untuk menjatuhkan sang alpha. Andrea segera membalas pukulan Alex dan mendaratkan tinjunya di wajah Alex.

Alex mengernyit, namun ia sengaja tidak menghindar karena sadar sudah terlambat. Daripada buang waktu, Alex memilih untuk menerima tinju Andrea sementara ia diam-diam berusaha untuk membidik sang kepala keluarga Daneswara itu dengan pistolnya.

Bersamaan dengan mendaratnya tinju di wajahnya, Alex melepaskan peluru pistonya. Mata Andrea melebar. Ia berusaha untuk menghindari peluru itu namun terlambat hingga akhirnya serangan Alex itu pun berhasil menggores pundaknya. Tampak darah segar yang mengalir dari luka gores itu.

Kali ini gantian Rasha yang terperanjat. Meski gerakan Alex masih tampak amatir, Rasha bisa melihat bahwa Alex memiliki insting bertarung yang natural. Sang alpha itu dapat membaca arah serangan lawan dan dapat bereaksi dengan cepat. Alex juga tetap tampak tenang walaupun sedang berhadapan dengan kepala keluarga Daneswara itu.

Rasha lalu tersadar bahwa ini bukan saat yang tepat untuk terkagum. Ia pun segera berlari menghampiri alphanya. Ketika ia melihat Andrea berusaha menyerang Alex lagi, Rasha pun melepaskan peluru pistolnya. Andrea segera melompat mundur untuk menghindari serangan sang omega. Andrea menggeram sembari menatap Rasha tajam.

"You fucking omega..." desis Andrea.

Rasha memanfaatkan kesempatan itu menghampiri alphanya. Segera ia memeriksa luka di wajah Alex. Raut wajah Rasha tampak khawatir. Sebentar kemudian rasa khawatir itu berubah menjadi luapan emosi yang segera ia tumpahkan pada alphanya

"Why don't you listen to me, Alex? You could've die!" seru Rasha cemas. Ia segera mengelus wajah Alex lalu berkata dengan serius, "Just go. Leave it to me. I'll go find you later. I promise. Go!"

Alex menggelengkan kepalanya namun ia memilih untuk tidak banyak mendebat. Ia menurunkan tangan Rasha sementara matanya dengan awas mengawasi pergerakan Andrea yang berdiri tak jauh dari tempat mereka berdua berdiri. Alex lalu mengisi ulang peluru pistolnya.

"We'll talk later, Rasha. Now, we need to figure out how to win this fight." ujar Alex. Tatapan matanya tampak serius. Senyum yang biasa menghiasi wajahnya pun sirna.

"Alex, I really think—"

"—Rasha, awas!"

THE BΩSS [BXB]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang