Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, tidak ada unsur kesengajaan dan hanya kebetulan semata.
WARNING: BL, Boyxboy, Gay stories, Omegaverse, Mafia AU.
| Chapter 21: Run |
Niuewe Stad, Distrik 1
RASHA mendorong tubuh Alex menjauh. Meski ia merasa lega melihat Alex berdiri di hadapannya, ada banyak pertanyaan yang kini bersirkulasi dalam benaknya. Alis Rasha tampak bertaut. Wajahnya mendadak berubah tegang seketika ia memikirkan bagaimana Alex bisa berada disini.
"Bagaimana bisa?" tanya Rasha. "Aku yakin sudah memeriksa nadi karotismu. Dan aku juga melihat dengan mata kepalaku sendiri saat Aga menembakmu." sambungnya. Rasha pun terdiam sejenak, menatap Alex dengan cemas. "Aga—maksudku, kakakku..."
Kata-kata Rasha menggantung karena ia tidak tahu bagaimana cara untuk menyampaikan pertanyaannya pada Alex tanpa terdengar menuduh, namun tampak jelas kekhawatiran dari bola mata sang omega ketika memikirkan kemungkinan terburuk yang ada—bahwa Alex berada disini setelah menghabisi nyawa kakaknya. Melihat itu, Alex pun tersenyum dan segera menenangkan omeganya.
"Jangan khawatir. Kakak kembarmu baik-baik saja. Justru dia yang menyelamatkan aku dan Adri sehingga kami bisa lolos."
"Aga? Menyelamatkan kalian? Tapi aku lihat sendiri dia menembakmu, Alex."
Alex memegangi dada kirinya sambil tertawa, sungguhan geli ketika mengingat peristiwa itu. "Iya, Aga memang menembakku tapi Ryan bilang bahwa peluru di pistol itu bukan peluru asli, melainkan peluru khusus yang dibuat untuk melumpuhkan lawan." jelas Alex.
"Dan darah yang ada di bajumu?"
"Ryan bilang itu hanya darah artifisial."
"Jadi, kamu baik-baik saja?"
"Salah satu tulang rusukku ada yang patah karena impact dari tembakan yang dilepaskan dari jarak dekat. Tapi, ya, selain itu aku baik-baik saja."
Tampak rasa bersalah dari sepasang bola mata sang omega. Ia pun mengelus otot pektoralis kiri Alex lalu berkata, "I'm sorry Alex, on behalf of my brother."
Alex menarik tangan Rasha lalu mengecup telapak tangan sang omega. "Don't be. I owe him my life." ujar Alex. Ia lalu tersenyum pada Rasha dan menambahkan, "As much as I like to catch up with you, we don't have much time, Rasha. Come on, let's go."
Alex kembali menggenggam tangan Rasha dan segera menariknya pergi menuju pintu keluar yang telah direncanakan. Namun di salah satu sudut koridor Rasha bisa melihat sekumpulan pengawal keluarga Cakrawangsa yang sedang berkumpul sehingga ia pun segera menarik Alex dan merapat ke dinding. Rasha lalu mengeluarkan pistolnya sembari mengintip dari balik tembok.
Alex menahan napas. Baru kali ini ia melihat sisi Rasha yang seperti ini. Rasha tampak waspada dengan pistol di tangan, namun sama sekali tidak terlihat canggung—yang membuat Alex sadar bahwa ia dan Rasha memang hidup dalam dua dunia yang berbeda.
"Stay here. I'll take care of them."
"What do you mean you'll take care of—Rasha!"
KAMU SEDANG MEMBACA
THE BΩSS [BXB]
Ficțiune generală"What if" Rasha take the throne? THE BOSS S t a t u s : c o m p l e t e [ 2018 - 2020 ]
![THE BΩSS [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/136534735-64-k185080.jpg)