Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, tidak ada unsur kesengajaan dan hanya kebetulan semata.
WARNING: BL, Boyxboy, Gay stories, Omegaverse, Mafia AU.
| Chapter 28: Mine |
Kaneel, Distrik 5
"THERE he is, the one who knock up my baby brother." ujar Ragasha sembari tersenyum dan berjalan memasuki ruang makan yang ada di Lily mansion. Tampak Alfa yang berjalan tak jauh di belakangnya. Seperti apa yang telah dijanjikan oleh Rasha, kedua kepala keluarga itu datang untuk malam bersama.
Alex yang sedang meneguk minumannya pun spontan terbatuk mendengar sapaan sang sulung yang baru saja datang. Ragasha lalu sengaja menghampiri Alex dan menepuk-nepuk punggung sang alpha perlahan. "There, there. I'm just kidding." ujar sang kepala keluarga Mahapraja pada Alex yang duduk di kursinya.
Ia terdiam sebentar memandangi Alex yang berusaha meredam batuknya. "Walaupun aku tidak menyangka kalau kamu bisa melakukan hal seperti itu. Penampilan ternyata bisa menipu juga ya?" tanyanya retoris sambil tersenyum. Ia lalu menundukkan tubuhnya sedikit. "Had I know what you've done, I should just really kill you back then." bisik Ragasha.
Alex menoleh ke arah Ragasha dengan bola mata yang melebar dan napas yang tertahan—untuk sejenak ia bersumpah bahwa ia sempat melihat sorot mata Ragasha yang memandanginya dengan tajam sebelum sang sulung segera menutupnya dengan segaris senyuman. Kepala keluarga Mahapraja itu lalu menepuk pundak Alex pelan beberapa kali, "Aku cuma bercanda, Alex." ujarnya sambil menjauh dari Alex.
Ragasha pun memutari meja untuk duduk di sebelah adik kembarnya sementara sepasang mata Alex masih mengikuti setiap langkah yang diambil oleh kepala keluarga Mahapraja itu. Ketika itu, dari samping kanannya Alfa menepuk pundak Alex pelan.
"Jangan khawatir, Aga tidak serius." ujar Alfa menenangkan sambil tersenyum. Ia lalu duduk di kursi sebelah Alex.
"Hello, baby brother. You look better now." sapa Ragasha sambil mengangkat dagu Rasha pelan dan mengecup bibir sang omega pelan. Ia lalu duduk di samping adik kembarnya.
Melihat itu, mata Alex kembali melebar. Sebelumnya ia memang tidak pernah melihat interaksi antara kedua anak kembar itu. Sang alpha menoleh ke arah Alfa dengan mulut membulat—seakan hendak mengatakan sesuatu—namun lagi-lagi sang kepala keluarga Ankawijaya mendahuluinya. Alfa menepuk pundak Alex beberapa kali sambil tersenyum.
"You'll get used to it." ujar Alfa pada Alex. Ia lalu mengalihkan pandangannya pada Rasha yang duduk berseberangan dengannya. "Aku sudah dengar beritanya. Selamat ya, Acha, Alex. Aku ikut bahagia untuk kalian." ujar sang kepala keluarga Ankawijaya itu. Ia lalu melirik ke arah Alex. "Lalu kapan mau diadakan resepsinya?" tanyanya.
Alex hendak menyahut, "Sece—"
"—resepsi apa? Aku bahkan belum memberi restu." potong Ragasha sambil menatap ke arah Alex. Ia mengambil gelas berisi wine merah di depannya lalu meneguknya.
"—Segera setelah Aga memberi restu." ralat Alex sambil menggulung bibirnya ke dalam. Ia melirik ke arah kakak kembar Rasha. Entah mengapa Alex bisa merasakan aura yang mengintimidasi dari calon kakak iparnya meski yang bersangkutan tetap tersenyum manis padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE BΩSS [BXB]
Ficción General"What if" Rasha take the throne? THE BOSS S t a t u s : c o m p l e t e [ 2018 - 2020 ]
![THE BΩSS [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/136534735-64-k185080.jpg)