Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, tidak ada unsur kesengajaan dan hanya kebetulan semata.
WARNING: BL, Boyxboy, Gay stories, Omegaverse, mpreg, Mafia AU.
| Chapter 30: Triplet |
- 7 bulan kemudian -
Nieuwe Stad, Distrik 1
KELOPAK mata Rasha perlahan terbuka ketika ia merasakan sentuhan tangan yang membelai wajahnya. Setelah mengerjapkan mata beberapa kali, kesadarannya mulai kembali. Ia sendiri sesungguhnya tidak sadar kapan tepatnya ia terlelap. Namun ketika terbangun, ia menemukan sepasang bola mata sewarna madu yang menatapnya dengan lembut. Alex memajukan tubuhnya sedikit dan mengecup kening sang omega.
"Sleep well?" tanya Alex sambil tersenyum.
Rasha tersenyum tipis sebelum ia melirik ke arah jendela di sebelah kirinya. Matahari masih tampak bersinar terang. Itu artinya ia lagi-lagi tertidur ketika sedang membaca buku di sofa saat tengah hari. Rasha perlahan beranjak bangun, namun ia tampak sedikit kesulitan dengan perutnya yang sudah membesar. Kehamilannya kini hampir memasuki bulan ke delapan.
Dengan sigap Alex membantu omeganya. Ia berdiri di sebelah Rasha sembari memegangi tangan sang omega. Alex juga dengan sabar membantu Rasha mengambil langkah-langkah kecil. Namun, baru saja berapa langkah, Rasha berhenti. Ia menghela napas. Kepalanya menggeleng-geleng sementara ia mendengus geli—menertawakan dirinya sendiri. Alex yang berdiri di sampingnya pun tersenyum.
Mengandung tiga anak kembar membuat perut Rasha dengan cepat membesar melebihi apa yang ia ekspektasi. Oleh karena itulah sejak memasuki bulan ke tujuh, perut Rasha yang makin membesar membuatnya kesulitan bergerak bebas. Sering kali saking lelahnya Rasha tertidur di siang hari sehabis melakukan aktivitas. Padahal, dulu Rasha terkenal mengidap insomnia akut.
Alex menyapu kaki Rasha dari bawah dan mengangkat tubuhnya dengan mudah. Sambil tersenyum, Alex bertanya, "Kamu mau makan siang dulu atau mau istirahat ke kamar saja?"
"Boleh makan di tempat tidur?"
"Boleh, nanti aku bawain makanannya ke tempat tidur ya, Sha."
Rasha hanya mengangguk pelan sembari menyenderkan kepalanya pada dada sang alpha. Ia melirik ke atas sedikit. "Jadi, sudah ada ide untuk si bungsu?" tanya Rasha sambil nyengir tipis.
Kira-kira sudah dua minggu berlalu sejak keduanya mulai menyiapkan nama yang akan diberikan untuk triplet. Dan sejauh ini Alex dan Rasha sudah sepakat untuk nama dua anak pertama mereka; Aiden dan Ardent. Masalahnya tinggal nama anak terakhir.
Alex hanya terkekeh. "Belum. Namanya harus mulai dari huruf A juga ya?" tanya sang alpha.
"Iya, biar kembaran sama kakaknya."
"Iya juga ya, nama kamu dan Aga juga huruf depannya sama ya; Ragasha dan Rasha." ujar sang alpha sambil tertawa. Ia pun membuka pintu kamar mereka berdua dan perlahan berjalan menuju tempat tidur. Perlahan ia menurunkan Rasha ke tempat tidur. Ia lalu mengatur bantal di belakang tubuh Rasha agar sang omega dapat bersandar dengan nyaman.
"Sebentar aku ambilin makan siangnya dulu ya." pamit Alex. Ia mengecup dahi Rasha sebelum ia berjalan pergi meninggalkan kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE BΩSS [BXB]
General Fiction"What if" Rasha take the throne? THE BOSS S t a t u s : c o m p l e t e [ 2018 - 2020 ]
![THE BΩSS [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/136534735-64-k185080.jpg)