Chapter 27: Yes

3.6K 346 44
                                        

Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, tidak ada unsur kesengajaan dan hanya kebetulan semata.

WARNING: BL, Boyxboy, Gay stories, Omegaverse, Mafia AU.

Sexual activities

Bucinness overload lol

| Chapter 27: Yes |




Kaneel, Distrik 5


SEPASANG mata sewarna madu itu menatap lurus ke arahnya. Sorot mata itu tampak begitu serius hingga Rasha kehilangan kata-kata. Alex masih menatapnya, menunggu jawaban. Detak jantung Rasha terasa berdegup lebih cepat. Ia mengalihkan pandangannya dari sang alpha dan berkata pelan, "You don't play fair."

"Why is that?" tanya Alex sambil mencium jari telunjuk sang omega.

"How could I say no if you are being like this, silly." ujar Rasha setengah protes.

Alex hanya tertawa. Ia kembali menjatuhkan kepalanya di atas pangkuan Rasha. Ia terdiam sejenak sebelum ia menghela napas panjang. "I don't know how I could ended up with you like this. I must have save a nation in my previous life." ujar Alex, setengah mendramatisir.

Rasha tertawa sembari mengelus kepala alphanya. Ia lalu membalas, "Itu harusnya kata-kataku, Alex." Rasha mengangkat wajah alphanya dan menatap lurus pada sepasang mata sewarna madu itu. Ia mengelus wajah Alex dan kembali berkata, "You taught me what love is. If it's not because of you, I don't think I could ever know how does it feels to love and to be loved by someone deeply."

Alex menatap sorot mata Rasha yang tampak begitu serius dan tersenyum. Ia menarik tangan Rasha yang mengelus wajahnya lalu mengecupnya. Tanpa berkata apa-apa, Alex merengkuh wajah omeganya dengan lembut dan mencium bibirnya. Rasha memejamkan mata. Alex menciumnya dengan perlahan dan tidak tergesa-gesa. Ketika itulah Rasha kembali merasakannya—rasa hangat yang bermuara di inti jantungnya.

Alex lalu menarik diri dan tersenyum pada omeganya. "I love you, Rasha." ujar Alex.

Rasha balas tersenyum, "I know."

Usai mengganti pakaiannya dengan piyama satin berwarna biru tua, Rasha melangkahkan kakinya mendekat ke arah tempat tidur. Disana tampak Alex yang duduk di pinggir kasur menunggunya. Sang alpha pun mengulurkan tangannya. Tak lama setelah Rasha menerima uluran tangan itu, tubuhnya segera ditarik dan jatuh dalam dekapan Alex.

"Hati-hati." ujar Rasha memperingati sembari memegang perutnya.

Melihat itu mata Alex melebar dan ia pun segera melepaskan pelukannya. "Maaf, maaf." ujarnya panik. Ia segera menatap perut Rasha dan mengelusnya perlahan. "Maafin Da ya." ulang Alex, seakan berbicara pada janin yang tengah dikandung oleh omeganya. Setelah itu pun mengecup perut Rasha pelan sebagai permintaan maaf.

Rasha tersenyum lalu duduk di pangkuan Alex. Ia mengalungkan tangannya melingkari leher alphanya. "Kamu serius mau pakai panggilan itu? Pa dan Da?" tanya Rasha.

"Kenapa? Kamu nggak suka ya?" tanya Alex.

Rasha menghela napas. Ia menatap lurus ke arah Alex, menimbang jawabannya. "Bukan nggak suka. Aku cuma mikir apa kira-kira ada opsi panggilan yang lain." elak Rasha.

THE BΩSS [BXB]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang