Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, tidak ada unsur kesengajaan dan hanya kebetulan semata.
WARNING: BL, Boyxboy, Gay stories, Omegaverse, Mafia AU.
| Chapter 26: Terminate |
Niuewe Stad, Distrik 1
HAL pertama yang Rasha lihat adalah penampakan langit-langit rumah sakit. Rasha lalu dapat mendengar suara monitor yang memantau tanda vitalnya. Ia melirik ke arah sekelilingnya dan mendapati bahwa ia tengah berbaring di kamar rumah sakit lengkap dengan selang infus dan oksigen yang terpasang pada tubuhnya.
Rasha tidak dapat memperkirakan sudah berapa lama ia tidak sadarkan diri. Ia bahkan tidak ingat mengapa ia bisa berakhir disini. Ia berusaha untuk bangun namun tubuhnya masih terasa lemas.
Tidak lama setelah itu pintu kamarnya terbuka dan tampak sosok kakak kembarnya yang berjalan mendekat ke arahnya. Ragasha menarik kursi lalu duduk di dekat adik kembarnya. Ia memandangi wajah Rasha dengan lekat.
"Sudah bangun, Acha?" tanya Ragasha. Ia lalu kembali menambahkan, "How's your feeling right now?"
"Kenapa aku bisa ada disini?" tanya Rasha.
"Kamu tiba-tiba pingsan saat hendak menemui Alex. Setelah itu Alfa langsung membawamu ke rumah sakit." jelas sang sulung.
"Sudah berapa lama aku disini?"
"Hanya semalam."
"Dimana Alex?"
Ragasha terdiam sejenak sebelum ia menatap ke arah Rasha dengan serius. "Alex ada di tempat yang aman." jawab sang sulung singkat. Ia lalu menambahkan penjelasannya. "Setelah perang usai, ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dulu—terutama perihal anggota keluarga svar sapta yang masih tersisa. Mereka jelas tidak terima ketika mendapat berita bahwa kepala keluarga mereka telah tewas. Aku dan Alfa sudah memikirkan kemungkinan terburuk yang ada; bahwa mereka akan menuntut balas dan melakukan pemberontakan terhadap kita. Situasi sekarang jelas dapat berubah bahaya hanya dalam hitungan detik. Oleh karena itu aku menyuruh Gardha untuk menempatkan Alex di tempat yang aman sampai situasi terkendali."
Rasha menyimak penjelasan itu dengan atensi penuh. Kakak kembarnya benar. Saat ini justru adalah saat-saat yang genting. Bila sampai seluruh anggota keluarga svar sapta yang tersisa bersatu dan melakukan balas dendam, keluarga Ankawijaya dan Mahapraja justru akan berada di posisi terjepit. Hal itu jelas akan membahayakan Alex yang kini ikut terseret dalam masalah ini.
"Bagaimana situasi sekarang?" tanya Rasha. Wajahnya tampak serius.
"Saat ini Alfa yang sedang menangani semuanya. Pertama kita tentu akan tetap menawarkan sebuah kesempatan berdamai untuk menghindari terjadinya perang—karena dengan kekuatan kita sekarang, akan sulit untuk menyerang mereka terlebih dulu. Kita jelas kalah jumlah." jawab Ragasha. Ia lalu mendengus geli. "Alfa tidak membiarkanku untuk ikut datang bernegosiasi. Katanya aku disuruh beristirahat disini. Bocah itu... sekarang dia sudah berani memberi perintah padaku." sambungnya sambil tertawa.
"Alfa benar. Kamu masih belum pulih, Aga."
"Kalian berdua terlalu mengkhawatirkanku." sahut Ragasha. Ia lalu beranjak bangun dari kursinya dan berpindah duduk di pinggir tempat tidur adiknya. Dengan lembut Ragasha mengelus kepala sang bungsu. "Enough about me. How about you? How's your feeling now, Acha?" tanya sang kakak.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE BΩSS [BXB]
General Fiction"What if" Rasha take the throne? THE BOSS S t a t u s : c o m p l e t e [ 2018 - 2020 ]
![THE BΩSS [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/136534735-64-k185080.jpg)