Bi Inah, membaringkan tubuh Keyra di ranjang, dan keluar kamar membiarkan Keyra yang tengah tenang di alam mimpinya. Bi Inah hendak turun ke bawah untuk menghubungi tuannya, tapi baru beberapa langkah. Langkahnya terhenti karena Keyra terbangun dan kembali menangis memanggil mama, dan ayahnya.
Bi Inah kembali lagi ke ranjang Keyra dan mengendongnya membawanya sedikit berkeliling kamarnya sambil bersenandung kecil. Setelah beberapa menit akhirnya Keyra tertidur kembali. Dan dengan pelan-pelan Bi Inah meletakkan Keyra di atas ranjangnya lagi.
Bi Inah turun ke bawah dan mengambil telfon rumah hendak menghubungi Tuannya. Setelah menekan beberapa digit nomor, Bi Inah menunggu jawaban dari sang pemilik nomor.
Sudah panggilan ke 3 kali tapi tak kunjung di angkat. Bi Inah bingung dan mencoba menghubungi nomor nyonya nya, nada sambung ke tiga telfon di angkat di ujung sana.
"Ha-hallo nyonya, non-" ucap Bi inah gagap, karena dia terlalu panik dengan keadaan Keyra.
"Jaga nona mu itu dengan baik, nyonya mu akan aman bersama ku" ucap orang di seberang sana dengan suara beratnya. Dan orang itu langsung mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.
Bi Inah tambah panik karena suara tadi bukanlah suara Tuannya. Kemudian Bi inah langsung mencoba menghubungi nomor Tuannya, panggilan pertama tidak diangkat, hingga panggilan ke 2 nada sambung ke 3 telfon terangkat dan itu membuat Bi inah bersyukur di dalam hatinya.
*********
Lay dengan cepat menuju ke tempat yang di maksud teman-temannya, cafe. Ponselnya berdering kembali dan tertera di layarnya, itu dari panggilan nomor telfon rumah. Lay hanya menebak kalau itu Bi inah yang menelfonnya, Lay mengabaikan telfonnya dan lebih memilih untuk segera sampai di cafe.
Panggilan tadi membuat Lay kalang kabut, Lay sudah kembali ke supermarket tempat ia dan anak, istrinya belanja tadi tapi kata keamanan di sana tadi memang ada wanita hamil yang di gendong oleh pria, dan di ikuti 3 orang di belakangnya.
Keamanan di sana sudah menghalangi pria yang menggendong wanita itu, tapi kata pria itu wanita yang di gendongnya adalah istrinya yang tengah hamil dan akan di bawa ke rumah sakit. Dan akhirnya keamanan di sana percaya akan hal itu, dan membiarkan orang-orang itu pergi.
Waktu panggilan dari Chen, Lay langsung kalang kabut mencari keberadaan istrinya. Pantas saja dari tadi perasaan nya seperti ada yang janggal, Lay merutuki kebodohannya karena meniggalkan anak dan istri nya di supermarket tadi.
[Beberapa saat lalu~]
"Ya? Chen ada apa?"
"Lay lo dimana? Rara ada sama lo kan?"
"Gue? Gue lagi di perjalanan ke kantor, Rara lagi di supermarket sama keyra tadi gue tinggal. Emangnya ada apa?"
"Gawat!! June kabur dari penjara"
"Apa!?"
"gue tadi dapet kabar kalau june menyewa mata-mata, yang paling gue takutin kalau dia diem-diem punya mata-mata dan ngikutin kalian"
"Aishh!!! Kenapa dia bisa lolos!"
"Entahlah , tapi tadi ada yang menyamar menjadi staff polisi. Mungkin orang itu yang ngebebasin June"
KAMU SEDANG MEMBACA
Lay Zhang - [END]
Fanfiction[PRIVATE] : demi kenyamanan membaca silahkan follow akun saya Best Rank #569 exofanfiction [21033019] #81 Layexo [27032019] #102 exofanfiction [31032019] -------------- Kita tidak tau dengan apa yang takdir lakukan, takdir selalu membuat orang yang...
![Lay Zhang - [END]](https://img.wattpad.com/cover/151131180-64-k160327.jpg)