@ruangan dokter
"Silahkan duduk pak" ucap dokter itu ramah, mempersilahkan Lay untuk duduk di kursi depan mejanya.
Lay mengangguk dan ia pun duduk di kursi itu, "bagaimana dok?" tanya Lay.
Sebelum menjawab pertanyaan Lay. Dokter itu berdeham, "Berdasarkan hasil rekaman medis, kandungan ibu Rara mengalami benturan dan menyebabkan pendarahan" ucap dokter. "Kondisi pasien sangat kritis akibat dari kehilangan kesadarannya dan juga ia kehilangan banyak darah, untuk itu kami para dokter memberikan pilihan pada bapak" ucap dokter itu lagi.
Lay mengernyit bingung, "maksud dokter, pilihan? " ucap Lay.
"Benar pak, pilihan untuk bapak memilih untuk menyelamatkan anak bapak atau ibunya. Karena untuk menyelamatkan keduanya sangat tidak mungkin, karena kondisi pasien yang kritis" jelas dokter itu.
Lay menelan ludahnya kasar, ia harus memilih di antara kedua orang. Yang satu orang yang sangat ia cintai dan sayangi, dan yang satunya lagi yang ia nantikan kehadirannya. Lay masih terdiam alih-alih menjawab pertanyaan dokter tadi.
Hingga dokter itu kembali berkata, "saya beri bapak waktu 15 untuk mempertimbangkannya" ucap dokter itu.
Lay mengangguk, "kalau begitu saya permisi dok" ucap Lay kemudian berdiri,membungkuk memberi hormat dan meninggalkan ruangan itu.
******
Lay kembali dengan wajah kusutnya, dan semua orang yang ada di sana langsung melihat ke arah Lay. "Gimana anak mama Lay? Dokter bilang apa selain yang tadi?" ucap nyonya Choi pada Lay.
Lay menatap kosong kedepan, "kita harus memilih salah satu mam, antara bayi atau Rara" kata Lay parau. "Dan Lay diberi waktu 15menit untuk mempertimbangkannya" ucap Lay lagi. Dan tangis nyonya choi pecah memenuhi seisi ruangan ini.
Papi atau mertua Lay berdiri menghampiri Lay, kemudian ia menepuk pundak Lay dan berkata, "rara pernah bilang apa?" tanya papa choi pada Lay.
Terlintas di pikirannya ucapan terakhir Rara tadi saat masih di gedung tua, "apapun yang terjadi, Lay harus memilih bayinya" ucap Lay dengan genangan air mata di pelupuk matanya.
Papa mengangguk paham,"pilihlah yang terbaik nak" ucap papi.
Teman-teman Lay yang lain, sama terkejutnya mendengar ucapan Lay jika harus memilih bayi atau istrinya. bagaimanapun juga keduanya sangat penting di kehidupan Lay. Untung saja Keyra sedang bersama Rina bermain di taman belakang Rumahsakit, jadi ia tidak mendengar pembicaraan para orang dewasa ini.
Lay sekarang seperti orang linglung, ia berjalan ke arah lift dan masuk kemudian menekan tombol lantai teratas atau rooftop rumah sakit milik Chanyeol itu. Dia duduk di sebuah sofa yang terletak disana, dia membutuhkan ketenangan.
Seorang pria paruh baya dengan pakaian khas dokternya datang sambil membawa dua cup coffee hangat, dan menyodorkan pada Lay.
Lay mendongak menatap pria itu, dan pria itu tersenyum hangat padanya. "Minumlah, aku seorang dokter disini, namaku dr. Siwon" kata pria itu memperkenalkan dirinya dan cup cofee itu di terima oleh Lay.
Lay hendak memperkenalkan dirinya tapi tidak jadi karena dokter siwon itu kembali berkata, "kau Zhang Yixing, biasa di panggil Lay bukan? " kata dokter itu, pas tepat sasaran. Dan Lay hanya mengangguk.
"terkadang kita berada di tempat yang sangat sulit. Contohnya seperti kita harus memilih di antara kedua orang yang kita sayangi" lanjut pria itu.
"Uhmm, maaf?" kata Lay bingung, kenapa pria yang sekarang di sampingya ini mengetahui apa yang tengah di fikirkannya?
Pria itu tersenyum kembali hingga garis wajah karena umur; kerutan itu sangat nampak. Pria itu beranjak dari duduknya, menepuk bahu Lay dan berkata "ikuti kata hati mu nak, itu yang terbaik" ucap dokter itu kemudian pergi.
Angin yang berhembus kencang membuat Lay reflek menutup matanya, dan saat Lay membuka matanya dokter tadi sudah hilang tak ada di depannya. Lay mengernyit bingung.
mengabaikan hal tadi, ia melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.
Ia sudah menghabiskan waktu 20 menit untuk mempertimbangkan nya. Ia pun Kembali masuk ke dalam untuk mengatakan pada dokter dengan keputusannya.
*******
Sesampainya di dalam Lay langsung di hampiri oleh seorang suster. "Maaf tuan, waktu anda sudah terlalu lama, kami dari pihak rumah sakit takut terlambat untuk menyelamatkan pasien, silahkan anda menandatangi tanda persetujuan ini" kata suster itu dan menyodorkan sebuah map berisi surat persetujuan dan sebuah ballpoint.
Lay memejamkan matanya untuk memantapkan hatinya dan akhirnya dia menandatangani surat persetujuan itu dengan berat hati.
Ia kembali ketempat dimana teman-teman dan keluarganya berada. Ia mengambil tempat duduk di sebelah Xiumin yang baru datang tadi setelah mengurus June bersama Chen.
"Gue harap lo berfikir dengan baik Lay" ucap Xiumin dan mengusap bahu Lay, dan Lay hanya mengangguk menganggapinnya
Keluarga Lay berbondong-bondong datang ke Rumahsakit. Mama Lay yang datang sedikit berlari sambil menyeret kopernya. Lay berdiri untuk menyambut mamanya. Dan mamanya langsung berhambur ke pelukkan Lay.
"Gimana menantu dan cucu mama sayang.. Hm? " ucap mama Lay.
Lay menggelengkan kepalanya, "maafin Lay mam.. Maaf" ucap Lay lirih.
Di waktu yang bersamaan, tempat tidur atau ranjang brankkar Rara keluar dari ruang ICU untuk di pindahkan ke ruang operasi dengan di dorong beberapa dokter dan suster lengkap dengan pakaian hijau khas untuk pelaksanaan operasi.
Mama Rara melihat anaknya seperti itu tidak bisa menahan tangisnya hingga akhirnya ia pingsan, buru-buru papa Rara menggendong nya dan membawa ke ruang rawat Rumah sakit di bantu oleh Kyungsoo dan Suho.
**********
Tbc
Kok kesannya kayak alay deh 😂
Menurut kalian gimana?
comment yuk 😉
Dukungannya terimakasih 🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Lay Zhang - [END]
Fanfiction[PRIVATE] : demi kenyamanan membaca silahkan follow akun saya Best Rank #569 exofanfiction [21033019] #81 Layexo [27032019] #102 exofanfiction [31032019] -------------- Kita tidak tau dengan apa yang takdir lakukan, takdir selalu membuat orang yang...
![Lay Zhang - [END]](https://img.wattpad.com/cover/151131180-64-k160327.jpg)