chap 38

752 68 1
                                        

"Sayang, kamu salah faham. Keyra bukan anak lay, dia di adopsi karena ibu dari anak itu meninggal saat kalian kecelakaan. Dan sebagai rasa tanggung jawab lay mengadopsinya. " jawab papi.

Hah? Kecelakaan? Jadi gue kecelakaan sama lay? Dan nabrak orang gitu?

"Apapun yang kamu pikirkan itu benar ra" jawab lay seolah tau dengan apa yang sedang gue pikirkan. Dan tebakannya tepat!

"Jadi? " tanya gue ragu.

"Okey, sayang kamu mulai dari awal lagi bareng lay. Kalau kamu belum siap buat nikah, ya kalian mulai pendekatan dulu. Bagaimana nak lay? " jawab papi.

"Kalau saya terserah rara om" jawab lay.

"Ya.. Yaudah" jawab gue akhirnya.

*******

"Key ayo ganti dulu, baju kamu kotor sayang" ucap gue ke keyra yang lagi tiduran di kasur. Bajunya kotor kena pisang yang dia makan tadi.

Yaps sesuai keputusan kemarin akhirnya gue nerima lay, ya walaupun kita belum nikah sih. Gue seneng karena ada baby key yang super kiyowo banget. Dan gue anggep key anak gue sendiri ya walaupun dia di adopsi. Gue seneng banget sama anak kecil, terutama masih baby. Gue udh denger semua cerita dari kecelakaan gue hingga ada baby key.

Ternyata yang bikin lay jadi kurus itu, dia mikir waktu gue tinggal ke aussie, padahal sebentar loh ya. Gue balik juga kan? Alay emang 😂

Karena keputusan mama tentunya keluarganya juga gue dan lay tinggal seapartemen. Dan ya gue sekamar sama dia karena kamar satunya lagi buat ruang kerjanya, tapi dia gue suruh tidur di sofa. Yang di kasur cuma gue dan baby key. Kita udah hampir 1 minggu dengan keadaan kayak gini.

Ya kasihan sih gue liat lay tidur di sofa pasti badannya pegel semua. Tapi ya gimana lagi gue ga siap buat seranjang sama dia.

Lama lama gue ga tega liatnya akhirnya gue memutuskan supaya lay tidur seranjang sama gue.

"Lay"

"..."

"Lay, ihh! "

"Hmm" racau dia nggak jelas.

"Bangun lay! "

"Ehh, iya ada apa? " tanya dia yang langsung terduduk karena bentakan gue tadi. Dia ngelihat ke arah gue dengan mata yang masih menyipit.

"Lo, boleh tidur seranjang sama gue dan baby key"

"Hah? Beneran? " jawab dia dengan mata yang terbuka lebar dan berbinar.

"Iya, tapi dengan satu syarat! "

"Apa? "

"Lo gaboleh macem macem! Inget itu! "

"Eh... Ah iyaa.. Makasih ra" kata dia dengan senyum yang mengembang

"Yaudah Buru gih pindah, gatega gue liat lo kesiksa tidur di sofa"

Dan kita berdua tidur seranjang dan di tengah tengah adalahh baby key yang tertidur pulas.

*******

"Besok kalian akan menikah" ucap papi enteng. Duh kenapa cepet banget sih? Gue juga baru kenal lay 1 minggu lebih ya mungkin di masa lalu udah kenal lama.

"Tapi pih!? Itu terlalu cepat" bantah gue gak terima. Ya saat ini dua keluarga yaitu keluarga gue dan lay sedang ada di rumah papi, yang pasti buat ngomongin acara pernikahan gue sama lay.

"Choi, jika fera belum siap tak apa, jangan memaksakan" ucap tuan zhang, yang notabenya adalah papah lay.

"Memang tak apa, tapi nanti apa kata orang orang jika melihat rara dan lay yang seatap dan memiliki bayi tapi tak ada hubungan sebagai suami istri? " balas papi. Memang omongan papi ada benarnya juga. Aaa ottokhe

Lay Zhang - [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang