"Kalian bodoh!!" ucap June dengan senyuman kemenangan. "Dia gak bisa gue miliki berarti juga gak bisa di miliki lo, Lay!" ucapnya lagi sembari menggerakkan belati di lehernya Rara. Membuat Rara meringis kesakitan karena mendapatkan sayatan baru di lehernya.
Dua orang pria berpostur tinggi masuk ke ruangan itu, dengan pakaian hitam, topi hitam, dan juga masker. Persis seperti orang yang menculik Rara dan Keyra kemarin. Kedua pria itu membungkuk hormat pada June.
June mengangguk dan memberi perintah kepada kedua orang itu. "Habisi mereka" ucap June dan dia masih Setia berdiri bersama tubuh lemas Rara dengan darah segar mengalir di tangannya akibat darah yang keluar dari leher rara.
Kedua pria itu berjalan mendekat pada June, mengambil balok kayu yang ada di dekat June. Dan melangkah ke depan diamana ada Lay dan teman-teman nya tengah berdiri mematung.
Bughh!!
Sebuah pukulan mendarat mulus pada tubuh June, dan membuat june terhuyung ke samping. Rara yang berada pada cekalannya hampir terjatuh ke lantai kalau tidak dengan cepat Lay berlari menangkap tubuhnya. "Kamu aman sayang" ucap Lay lembut dan mengecup kening Rara lembut berkali-kali.
Rara menggeleng, "Lay.. Aah.. Sakit... Hiks.. Aku.. Aku gagal menjaganya Lay" ucap Rara lirih dengan airmata yang kembali mengalir. Kini kaos putih yang di kenakan Lay memiliki beberapa noda bercak darah karena darah yang mengalir dari leher Rara.
"Hei.. Dengar, jangan berfikiran negatif sayang. Dia akan baik-baik aja oke? Kamu harus bertahan" ucap Lay dengan keringat dingin yang bercucuran di wajahnya. Melihat wajah istrinya yang semakin memucat.
Rara tersenyum ke arah Lay, dengan senyuman yang hangat. "Jangan tersenyum seperti itu, aku jadi takut sayang" ujar Lay. Dia takut melihat senyuman yang ada di bibir pucat pasi Rara seolah dia akan meninggalkan untuk selamanya.
2 orang pria tadi membuka masker yang di kenakannya dan itu membuat Sehun, Xiumin, Chen, Kyunsoo, Suho, Lay, Baekhyun. Terperangah kaget melihat kalau 2 orang itu adalah Kai dan Chanyeol.
"Kalian!?" ucap Baekhyun tak percaya.
"udah nanti gue jelasin, sekarang yang terpenting Adek gue selamat!" ujar Chanyeol, dan semua kembali terfokus pada Rara yang berada di dekapan Lay.
Sehun yang sedari tadi menahan amarah nya menjadi hilang kendali, membabi buta memukul June. Setelah June terlihat parah dengan darah segar mengalir di hidung dan pelipisnya Kyungsoo menahan Sehun agar tidak memukulinya lagi.
"Stop Hun!" kata Xiumin sambil menahan badan Sehun.
"Gak bisa bang! Dia udah nyakitin adek gue!! Dasar BRENGSEK!" ucap Sehun berapi-api dan hendak memukulnya lagi. Dan akhirnya Sehun di seret oleh Chanyeol dan Kai keluar gedung tua itu. Sedangkan June di bawa Chen dan Xiumin keluar.
"Lay.. " panggil Rara parau, suaranya tercekat karena menahan rasa sakit.
"Iya sayang? Ayo kita ke rumah sakit, kyungsoo udah memanggil ambulans" kata Lay penuh kekhawatiran. Dia membopong tubuh Rara dan berusaha bangkit dari duduk nya.
Rara menggeleng lemah, "apapun yang terjadi, selamatkan baby kita oke?" ucap Rara dan Lay menggeleng kuat.
"Kalian berdua tetap akan selamat! " tukas Lay.
Rara kembali tersenyum"Hei.. Dia lebih penting Lay, bahagialah selalu, jaga dia dan juga Keyra..hm?" ucap Rara.
"Enggak, kita tetep bakalan jadi keluarga kecil yang utuh sayang!" ucap Lay frustasi setelah mendengar apa yang di katakan Rara tadi. "Please bertahan.." ucap Lay lirih, jika sekarang ia berkedip pasti air matanya akan jatuh.
Rara kembali tersenyum, senyum yang sangat tipis tapi terlihat hangat, "ayah..." ucap Rara pelan, "i... I lo....ve.. Love you" sambung Rara lembut sebelum matanya terasa berat dan kemudian tertutup dengan tubuh lemasnya. Dan senyum yang tadi terukir di wajahnya memudar.
"Sayang bangun!!" ucap Lay dengan isakan yang lolos di mulut nya. Dia terduduk dengan Rara yang masih ada di gendongannya. "Aku mohon, tuhan" ucap Lay dan menunduk mencium lembut bibir Rara yang pucat pasi itu.
"KENAPA AMBULANS NYA LAMA!!!" teriak Lay frustasi. "Kita pakai mobil aja bang! " ucap Lay memohon pada Suho.
Suho menggeleng cepat,"kalau kita pakai mobil itu bakal lebih lama Lay, kalau pakai ambulans pasti bisa cepat sampai Rumah sakit" jelas Suho. Memang benar, jika menggunakan ambulans akan lebih cepat. Karena, dengan ambulans dapat menerobos jalanan dengan cepat.
Lay terisak sambil terus mendekap tubuh Rara yang terasa dingin, "bangun... Demi keyra, aku, dan baby kita.. Kita...kita akan jadi keluarga kecil yang bahagia. Ra...ayo bangun... " ucap Lay parau.
Kyungsoo dan Suho tak bisa berbuat apa-apa selain melihat Lay yang sekarang menjadi rapuh. Dan beberapa menit kemudian sirene ambulans terdengar, dengan sigap Suho menggendong tubuh Rara karena kondisi Lay untuk menggendong sangat tidak mungkin.
"Biar gue aja bang" ucap Lay menahan tangan suho.
"Kondisi lo gak memungkinkan " ucap Suho. Dan Lay tetep kekeuh untuk menggendong Rara.
"Udah Lay lo nurut aja" ucap kyungsoo. Dan akhirnya Lay menurut, ia pun membiarkan Suho yang menggendong Rara untuk di bawa ke ambulans.
*********
Sekarang mereka tengah berada di rumahsakit, Rara masuk di ruang ICU, sedangkan June sudah berada di kantor polisi. Menjadi tahanan terisolasi karena tuduhan penculikan dan, hampir menghabisi nyawa orang.
Mama atau ibu Rara atau mertua Lay tengah menangis di dekapan papa, papa menenangkan istrinya itu. Dengan mengusap lembut bahunya.
Sedangkan keluarga Lay masih dalam perjalanan London - Indonesia. Lay berjongkok bersandar pada tembok dan sesekali mengacak rambutnya frustasi. Teman-teman nya yang lainnya duduk termenung menunggu hasil dari pemeriksaan dokter.
Hanya helaan nafas yang terdengar, hingga beberapa saat pintu ruang ICU terbuka menampilkan sosok dokter yang menangani Rara. Lay langsung bangkit dan mendekati dokter itu.
"Tuan? Suaminya?" tanya dokter itu dan di angguki dengan cepat oleh Lay. " pasien mengalami pendarahan cukup banyak, dan juga lehernya yang ikut mengeluarkan darah." jelas dokter itu. "Dan..kita kehabisan stok darah untuk golongan darah nyonya" ucap dokter itu sambil membenarkan kacamatanya.
Semua langsung menengok ke arah dokter dan Lay, "memangnya golongan darah apa dok?" Suho angkat bicara.
"Pasien memiliki golongan darah-" belum selesai dokter itu berbicara.
Chanyeol mengangkat tangannya, "Ambil darah saya dok, golongan darah saya sama dengan dia" ucap Chanyeol.
Dokter itu mengangguk, "baiklah, sus tolong" dokter itu memanggil suster dan menyuruhnya untuk mengambil darah milik Chanyeol di ruangan.
"Maaf? Untuk Lebih lanjut Mari ikut saya keruangan" ucap dokter lagi, dan Lay mengikuti dokter tersebut ke ruangannya. Sedangkan yang lainnya (keluarga Rara & teman-teman nya) hanya melihat kepergian keduanya.
Di dalam hati, mereka semua berharap Rara dan anaknya akan selamat.
********
To be continued...
Mau ending, mau ending 😂
Vote & comment nya jangan lupaa ♡
Note
Ok lah, ada yang gak pernah Vote cuma jadi silent reader 😐
Kalau masalah Vote tergantung kesadaran kalian aja sih 😌
Makasih ya buat yang selalu mau nge vote 🙏
[Vote lebih dari 50 orang gue dobel update deh]
Promise 💋
KAMU SEDANG MEMBACA
Lay Zhang - [END]
Fanfiction[PRIVATE] : demi kenyamanan membaca silahkan follow akun saya Best Rank #569 exofanfiction [21033019] #81 Layexo [27032019] #102 exofanfiction [31032019] -------------- Kita tidak tau dengan apa yang takdir lakukan, takdir selalu membuat orang yang...
![Lay Zhang - [END]](https://img.wattpad.com/cover/151131180-64-k160327.jpg)