🔫15. Ngikutin

17.2K 1.9K 125
                                        

Sudah tiga hari ini Rayen dan Keyra tak bertemu. Komunikasi mereka hanya sebatas telepon, chat atau video call. Kebanyakan Rayen lah yang menghubungi Keyra, karena cewek itu termasuk yang cuek banget dan tak pernah memulai duluan.

Rayen
Kamu lagi apa?

Keyra
Aku mau ke mini market.

Rayen
Sama siapa?

Keyra tak membalasnya lagi karena ponsel sudah dia masukkan ke dalam tas. Dia mengambil kunci mobil dan segera keluar dari kamar. Begitu turun, Mama dan Papanya terlihat sedang bermesraan di sofa, seperti biasanya.

"Ma, Pa, Key mau ke mini market dulu ya, beli kebutuhan bulanan. Mau titip sesuatu?"

"Beliin Mama juga sekalian, Kak. Sama shampo Kaival abis tuh. Baru beli deh perasaan, dibuat sabunan kali ya shampo-nya," keluh Triva.

"Hahaha, Kamu kayak nggak tau Kaival aja. Dia kalo mandi kan ada ritualnya, nggak cukup waktu 1 jam buat mandi doang," sahut Kaisar.

"Iya sama kayak papanya," sindir Triva. Kaisar langsung mencebik, selalu saja menjadi kambing hitam kalau ada sifat anaknya yang nyeleneh.

"Ya udah ah, Keyra berangkat ya!" Keyra menyalami kedua orangtuanya. "Assalamualaikum."

"Cuma ke mini market kan, Kak?" Tanya Triva sebelum menjawab salam.

"Iya lah, Ma."

"Abisnya kamu pamitan udah kayak mau ke luar kota aja belanjanya."

Seketika Keyra tertawa. Dalam hati dia membenarkan juga. Mini market paling jaraknya berapa kilo, hahaha.

"Waalaikum salam, hati-hati bawa mobilnya ya, kak."

"Siap, Mam!" Keyra memberikan hormat layaknya prajurit, dan itu mengerikan bagi Triva yang hanya kalangan rakyat jelata.

Sambil terkekeh, Keyra keluar dari rumah. Mobil mini Cooper kesayangannya sudah menunggu di depan pintu rumah. Keyra begitu rindu pada mobilnya itu, untuk itu dia membawa mobil walau sekedar ke mini market dekat sana.

Mobil itu melaju pelan saat keluar dari perkaranya rumah. Begitu sudah di depan pintu gerbang, Keyra mempercepat laju mobil layaknya pembalap. Raungan dari knalpot racing itu pun langsung menggema sepanjang jalan.

Keyra suka bawa mobil kebut-kebutan, meski begitu dia tak pernah sekalipun ugal-ugalan. Kalaupun sedang ingin ngebut, dia akan mengajak Kaival untuk ke sirkuit balap beneran, mengajak adiknya itu untuk bertanding.

Hanya berselang lima belas menit, Keyra sudah sampai di mini market. Lima belas menit ditempuh karena Keyra sengaja menggunakan jalan berbeda agar lebih jauh. Padahal kalau lewat jalan utama, paling nggak nyampe lima menit sampe.

Begitu turun dari mobil, ponsel Keyra berbunyi. Dia segera mengeluarkan ponselnya dan melihat nama Rayen di layar.

"Hallo," sapa Keyra sambil berjalan masuk ke dalam mini market.

"Kamu dimana?"

"Di mini market."

"Sama siapa?"

"Sendirian," jawab Keyra. Dia mengambil keranjang, membawanya memutari lorong-lorong rak minimarket.

"Kamu nggak mau nanya aku dimana?"

"Emang kamu dimana?" Tanya Keyra.

"Di sini."

Keyra begitu kaget. Rayen berada di belakangnya, berbisik tepat di telinganya. Secara refleks, Keyra mematikan sambungan telepon dan menatap Rayen. "Kok bisa di sini?" Tanyanya penasaran.

SECRET AGENT (Tamat) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang