🔫20. Keyra diculik?

13.5K 1.7K 65
                                        

Rayen baru saja selesai meeting. Dia langsung kembali ke ruangannya untuk mengambil ponsel dan kunci mobil. Sesuai janjinya, dia akan ke rumah Keyra. Sempat menyalakan ponsel sebentar, Rayen melihat ada satu panggilan tak terjawab. Nama Keyra terlihat mengambang di layar sekitar 1 jam yang lalu. Rayen pun segera menelpon balik.

Telepon tersambung namun tak diangkat. Rayen mencoba sekali lagi dan tetap tak diangkat. Penasaran, Rayen menelpon ke rumah Keyra. Dia hanya ingin memastikan apa pacarnya itu sudah sampai rumah atau belum.

"Hallo selamat malam, kediaman bapak Kaisar," sapa seorang ART di rumah Keyra.

"Halo, Bik. Ini Rayen."

"Eh, Den Rayen. Kenapa, Den?"

"Keyra udah pulang, Bik?"

"Wah belum tuh, Den."

"Bibik yakin? Mungkin dia udah di kamar atau..."

"Yakin Den, wong Bibik dari sore ada di dekat pintu kok. Belum ada yang pulang, Tuan dan Nyonya juga belum pulang."

"Oh ya udah makasih ya, Bik!"

Rayen pun menutup telepon. Dia merasa gelisah. Jarak antara Secret Agent dan rumah Keyra tak begitu jauh. Jika memang Keyra langsung pulang saat mengirim pesan terakhir itu, harusnya cewek itu sudah sampai sekitar setengah jam yang lalu.

Rayen pun mencoba menghubungi nomor Keyra kembali. Sambungan pun berlangsung cukup lama hingga akhirnya terdengar suara...

"Halo Key, kamu di mana?" Tanya Rayen langsung.

"Ha-halo... Halo..."

Rayen tersentak. Bukan suara Keyra yang didengarnya, melainkan suara laki-laki. "Hallo, ini siapa?!" Tanyanya sedikit tegas.

"Hallo... Tolong... Tolong..." Suara itu merintih, nampak begitu lemah.

"Hallo, Pak. Pak, posisi dimana? Apa semua baik-baik aja? Pemilik ponsel itu, dimana dia Pak?" Tanya Rayen dengan suara pelan, namun menuntut.

"Tolong..." Lagi-lagi hanya suara rintihan yang terdengar.

Rayen lantas mematikan sambungan telepon. Dia masuk ke ruangan System dengan langkah lebar. "Lovita, tolong cek keberadaan Keyra. Ini nomor ponselnya," suruh Rayen ke Lovita.

"Keyra kenapa?" Tanya Lovita sambil melakukan pekerjaan yang disuruh oleh Rayen.

"Dia nggak bisa dihubungi, gue cemas banget, Lov."

"Dia lagi sibuk kali, nggak bisa angkat telepon."

Rayen tak menggubrisnya. Matanya terfokus pada layar yang masih melakukan pencarian. Loading yang begitu lama membuat Rayen frustasi, dia bergerak gelisah.

"Titiknya sih di sini, Rayen. Ngapain dia di sana?" Lovita mencoba mencari tau lebih detil tentang titik tersebut.

Rayen makin mendekatkan penglihatannya pada layar besar itu. Lokasi titik yang Lovita temukan terdapat di sebuah jalan kecil yang sepi. Tak ada bangunan apapun di sana, juga tak ada kehidupan. Hanya ada satu sinyal kehidupan yang berasal dari sana.

"Kirim titik lokasi ke tablet gue. Makasih, Lov," Rayen langsung keluar dari ruang System'. Dia setengah berlari menuju mobil. Saat sampai di mobil, tablet Rayen berbunyi. Itu adalah kiriman dari Lovita mengenai titik lokasi Keyra.

Rayen membawa mobilnya dengan kecepatan luar biasa. Cukup jauh jarak antara markas Antara dan titik lokasi tersebut. Tak lupa, dia menelpon salah satu bawahannya untuk menyusul. Dia tak mungkin sendirian, situasi di sana tak tau seperti apa.

Membutuhkan waktu setengah jam untuk Rayen sampai ke lokasi. Dia berhenti tepat di belakang sebuah mobil yang penyok parah di bagian belakangnya. Rayen segera keluar dari mobilnya, menghambur seperti kilat untuk sampai ke mobil depan. Dia langsung menuju kursi belakang yang pintunya telah terbuka dengan kaca jendela pecah, tak ada siapapun di sana. Lalu Rayen langsung ke kursi depan, dan menemukan seorang bapak-bapak meringkuk miring di kursi meringis memegangi kepala.

Rayen langsung membuka pintu mobil, menegakkan tubuh Bapak tua itu. "Pak, anda baik-baik aja?" Tanya Rayen.

"Kepala saya sakit... Pusing..." Kata bapak itu sambil terus memegangi kepalanya.

Wajar, benturan keras terlihat jelas dari memar dan benjol di keningnya. Keadaan seperti ini akan membuat pasien mual-mual sekaligus merasa pening. Efek dari trauma, atau mungkin gegar otak ringan.

"Pak dimana penumpang bapak?" Tanya Rayen. Bukannya dia tak perduli pada Bapak tersebut, tapi hilangnya Keyra membuatnya tak bisa menunggu.

"Dia... Dia... Dibawa pergi, selamatkan dia... Dia... Ditembak..." Bapak tersebut bicara dengan nafas tersengal-sengal.

Rayen mengerang. Dia sangat ingin marah tapi tak tau harus melampiaskannya pada siapa. Untunglah tak lama kemudian pasukan suruhannya datang, langsung menggantikannya menolong bapak tersebut.

Rayen menelpon Daniel. Dia tak menunggu waktu lama karena cowok itu langsung menerima panggilannya.

"Daniel, tolong kirim private code Keyra, bilang ke Kapten Jack kalo Keyra menghilang," pinta Rayen.

"Keyra, menghilang gimana?!" Terdengar suara Daniel yang cemas di ujung sana.

"Gue nggak bisa cerita sekarang. Tolong lakuin aja apa yang gue suruh," sergah Rayen langsung.

"Siap Kapten! Gue kirim setelah dapet code nya."

Sambungan telepon pun ditutup. Sementara menunggu, Rayen mencoba menggali kembali apa yang terjadi di sana dengan mengecek keadaan mobil. Dia menghidupkan senter ponselnya untuk menerangi kursi belakang. Rayen melihat ada bercak darah di jok, dia menyentuhnya dan masih basah. Rayen juga menemukan pistol milik Keyra.

"Arggghhh!" Rayen begitu frustasi sampai memukul kaca belakang mobil sampai retak.

"Harusnya aku nggak biarin kamu sendiri di situasi seperti ini. Aku emang bodoh!!" Jeritnya.

"Kapten, mobilnya akan diderek," kata salah satu bawahan Rayen.

Rayen pun keluar dari dalam mobil. Dia membiarkan semua bukti dibawa oleh anggotanya. Dia terduduk tak berdaya di depan kap mobilnya, menunggu bantuan Daniel.

Tak lama, sebuah notifikasi yang berisi kode unik pun muncul. Rayen masuk ke mobil, menyalakan tabletnya, masuk ke aplikasi khusus dan mengetikkan kode unik tersebut.

Layar tablet kosong, tak ada apapun yang ditampilan di sana. Sepertinya orang-orang yang membawa Keyra memang bukan berasal dari kalangan biasa, mereka bisa mematikan signal pelacak di tubuh Keyra.

"Bangsat!!!" Rayen memukul kendali setir berkali-kali. Dia cemas bukan kepalang.

Kenyataan kalau Keyra tertembak membuatnya begitu cemas. Dia tak bisa membayangkan pacarnya itu dibawa dalam kondisi sekarat. Tak ada cara lain, Rayen harus menemui seseorang yang pasti tau segalanya.

( -_・) ︻デ═一

Jangan lupa Add di Library kalian, cerita Kai-La ya. Bercerita tentang Kaival yang mengejar-ngejar sahabatnya Keyra, Aila yang seorang Agent Rahasia.

Tapi belum publish part 1, rencananya akan publish setelah Secret Agent dan Bad Boy tamat di wattpad.

Nah ini dia penampakannya yang biasa kalian temukan di work saya.

Nah ini dia penampakannya yang biasa kalian temukan di work saya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SECRET AGENT (Tamat) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang