Setelah melakukan aktivitas sex malam itu, Rayen dan Keyra semakin serius menjalani hubungan mereka. Keduanya berkomitmen kalau mereka tak akan pernah berpisah. Terutama Rayen, meski disibukkan oleh pekerjaan masing-masing, dia tetap memprioritaskan Keyra. Saat sempat, Rayen akan menemui Keyra sesering yang dia bisa. Mereka sampai dijuluki Goals Couple oleh para Agent.
Rayen
Key, aku nggak bisa jemput. Ada meeting mendadak. Nggak papa kan pulang sendiri dulu? Abis ini aku langsung ke rumah kamu.
Keyra membaca pesan tersebut dengan senyum mengembang di bibirnya. Rayen memang sangat mementingkan komunikasi, dia selalu saja mengabari segala hal. Dia pun mengetikkan balasan.
Keyra
Iya nggak papa.
Kalo udah kemalaman kamu langsung pulang aja.
Sent.
Keyra memasukkan ponselnya ke saku seragamnya. "Belum pulang, Dan?" Tanyanya pada Daniel yang masih berselonjoran di sofa, bermain game di ponsel.
"Gue piket jaga markas," kata Daniel sambil melirik Keyra sekilas.
"Oh iya, gue lupa," Keyra menepak jidatnya. "Ya udah kalau gitu gue duluan ya!" Pamitnya.
"Kapten Rayen udah dateng emang?"
"Dia nggak jemput, gue naik Taxi."
"Ya udah gue anterin aja daripada naik Taxi," Daniel sudah akan memasukkan ponselnya begitu mendengar suara klakson mobil.
"Gue udah pesen taxi," ujar Keyra sambil cengengesan. "Udah Lo baik-baik di sini, jaga markas dengan benar ya pemuda."
"Siap, Kapten!" Daniel menggoda dengan memberikan hormat pada Keyra.
Keyra meninju perut Daniel, terasa begitu keras dan malah menyakitkan tangan. "Perut apa besi," rutuk Keyra sambil melangkah meninggalkan Daniel yang tersengir.
Taxi online yang Keyra pesan menunggu di depan pintu Secret Agent. Keyra masuk ke kursi depan dan menyapa pak sopir dengan ramah.
"Ke alamat sesuai maps, Mbak?" Tanya sopir tersebut.
"Iya, Pak."
"Baik," Pak sopir itu sangatlah ramah. Dia menjalankan mobil dengan kecepatan standar.
"Mbak, kalau mau minum itu ada air mineral di pintu mobil. Saya selalu sediakan untuk penumpang," kaya sopir taksi tersebut.
"Oh iya Pak makasih, nanti kalau saya haus akan saya minum."
"Iya Mbak."
Keyra mengeluarkan ponselnya. Dia melihat ke layar, tak ada notifikasi apapun. Rayen sepertinya sudah meeting, makanya tak membalas pesan terakhirnya tadi. Bukan cewek yang egois, Keyra pun tak ingin mengganggu. Dia akan menunggu sampai Rayen sendiri yang menghubungi saat selesai nanti.
Awalnya, semua baik-baik saja. Sampai Keyra menyadari ada yang ganjil, yaitu saat dia menoleh ke belakang dan memperhatikan sebuah BMW Hitam nampak mengikuti.
"Pak, apa sejak tadi mobil itu ngikutin kita?" Tanya Keyra.
Pak sopir melirik kaca spion, dia melihat memang ada satu mobil yang berjarak begitu dekat di belakang mobilnya. Tapi baginya hal itu tidaklah aneh, "Wah, Bapak nggak begitu tau, Mbak. Mungkin jalannya searah makanya ada di belakang," kata Pak sopir, polos.
Keyra hanya mengangguk. Caranya melihat jelas saja berbeda dengan cara pak sopir tersebut. Dia yakin, mobil itu mengikutinya dan berjenis sama dengan mobil waktu itu, hanya berbeda plat.
"Pak boleh belok ke kanan di persimpangan depan?" Minta Keyra.
"Bukannya itu arah yang berbeda Mbak?" Tanya pak sopir juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
SECRET AGENT (Tamat)
RomanceKeyra, dia memutuskan untuk menjadi seorang Agent Rahasia. Dia bergabung dalam detektif swasta yang hampir bangkrut bernama Secret Agent. Demi mempertahankan Secret Agent, Keyra dan Team akhirnya setuju untuk ikut memecahkan kasus bullying yang ada...
